Dec 31, 2017

Tahun Baru Berbenah Menjadi Pribadi Yang Lebih Baik

Tidak terasa akan memasuki tahun yang baru, tahun 2018 dan selamat tinggal untuk tahun 2017 adalah kalimat yang pasti kita ucapkan. Ditahun yang baru ini mari kita sama-sama memperbaiki diri dalam segala hal menjadi lebih baik dari tahun sebelum-sebelumnya.

Mari tumbuhkan semangat baru karena pergantian tahun menjadi tanda bahwa kita akan menghadapi kehidupan baru yang lebih berat dan tentu akan lain dari tahun yang lalu. Kita tidak pernah tahu tahun 2018 apakah kita lebih beruntung dari tahun 2017, atau malah sebaliknya.

Setiap awal tahun semua orang pasti memiliki keinginan yang sama, yakni kebanyakan pasti ingin memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik. Lebih baik dari tahun sebelumnya. Mulai dari ingin memperbaiki diri hingga memperbaiki sikap semua pasti ingin melakukannya demi hidup atau kualitas hidup yang lebih baik.

Untuk mengubah diri, perilaku dan memperbaiki kualitas diri, kita semua perlu menyusun rencana masa depan. Untuk menyusun rencana masa depan kita juga butuh menengok ke belakang, melihat apa saja hal-hal yang telah kita lakukan yang menghambat kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
 
Menyelesaikian apa yang belum terwujudkan ditahun sebelumnya serta melupakan hal-hal yang menyakitkan disepanjang tahun kemarin perlu untuk kita lakuka. Demi menuju hidup yang lebih baik, kalau memang harus menggalau kita tidak perlu lama-lama menggalau.

Jangan mudah menyerah seperti tahun yang sudah-sudah, dan jangan menunda-nunda hal-hal yang menjadi rencana kita adalah sesuatu yang paling wajib untuk kita lakukan, agar apa yang menjadi rencana kita seperti tahun baru yang lalu tidak terselesaikan kembali ditahun baru ini.

Pergantian tahun biasanya keadaan menuntut kita untuk hidup lebih baik, hidup akan lebih keras karenanya kita harus mempersiapkan diri untuk tantangan hidup yang baru. Hidup akan lebih keras kitapun harus lebih tangguh, diawal tahun mungkin masih belum terasa apa saja yang akan berubah dan hal-hal yang akan mengubah kita.

Karenanya mulai dari sekarang mari sama-sama mempersiapkan diri untuk hidup yang lebih baik agar tidak melulu menyakitkan atau sengsara atau menyesatkan serta tidak berguna seperti tahun 2017.

Tidak ada yang tahu apa saja yang akan terjadi disepanjang tahun 2018 kedepan, apakah kita seberuntung tahun kemarin atau malah sebaliknya. Kita hanya perlu mempersiapkan diri, bersiap-siap pada kemungkinan apa saja yang akan terjadi ditahun yang akan datang ini.

Tapi apapun yang akan terjadi pada tahun ini semoga saja segala keinginan kita dan apa yang menjadi pengharapan kita bisa kita terwujudkan.

Amin....

Dec 28, 2017

Bibit Bebet Bobot

Jika sudah berbicara mengenai bibit bebet bobot, pastilah semua pikiran langsung menuju ke permasalahan “Pasangan”. Memilih pasangan sebenarnya mudah, apabila klik dan merasa cocok, pastilah semuanya akan dimudahkan apalagi kalau itu adalah jodoh. Namun untuk meraih kecocokan tersebut pasti banyak godaan, cobaan, dan banyak mikir ini itu. Perlu kedewasaan untuk melihat, apakah dia baik untuk kita, apakah dia cocok untuk kita, apakah kita akan bahagia bersamanya, apakah dia akan setia, apakah dia akan selalu bersama kita, bagaimana orangtuanya, bagaimana keluarganya, bagaimana kondisi keuangannya, bagaimana dan bagaimana. Selalu akan ada pertanyaan-pertanyaan yang akan membuat kita goyah. Padahal sebelumnya kita sudah merasa “ini nih jodoh saya”.

Jodoh itu bukan hanya antara aku dan kamu, melainkan ada Allah di antara kita, serta doa ibu yang dibalik kita. Lalu ketika kau mendapatkan jodohmu dan berkata, "aku usaha akhirnya aku dapet dia”, jangan bersombonglah. Semua itu karena ada Tuhan yang menyatukan, ada doa Ibu setiap pagi, siang dan malam, menyebut namamu untuk kebaikanmu. Kalau memang jodohmu itu sesuai dengan keinginanmu, berterimakasihlah pada Allah dan Ibu. Namun apabila jodohmu tidak sesuai, maka bercerminlah pada dirimu sendiri.

Allah telah menciptakan semua secara berpasang-pasangan. Sudah jelas, dan pasti. (Surah An-Nahl 72). Jodoh akan datang, entah besok, lusa, bulan depan, tahun depan, atau beberapa tahun kedepan. Apa bila kamu tidak mendapatkan jodoh sampai akhir hayat, maka mungkin bidadari surga sedang menunggumu di sana. Berkhusnudon kepada Allah itu penting agar kita selalu bersyukur dan selalu hidup tenang, bahagia.

Bibit bebet bobot. Kriteria dalam mencari pasangan. Semua tak ada yang sempurna, namun ketika ada bibit atau bebet atau bobot yang membuatmu merasa oke, kekurangan pasanganmu pun akan tertutupi dengan sempurna sehingga membuatnya menjadi sosok idaman yang sangat diidolakan (pada awalnya). Hehe

Orang tuaku pernah bilang, pilihlah karena agamanya, namun jangan hanya agamanya aja yang dilihat. Lihat sosialnya dia, lihat kepribadiannya dia dan lihat latar belakangnya. Karena saat ini banyak sekali orang yang agamanya bagus, sangat bagus namun, pribadinya sangat buruk. Agamanya bagus, tapi sering nyakitin orang lain. Agamanya bagus dan membuatnya merasa dialah yang terbaik dan menjelek-jelekkan orang lain, membid’ahkan yang lain. Padahal di dunia ini, kita tidak pernah akan tau agama mana yang terbaik.

Lihatlah agamanya, namun jangan buta terhadap pribadinya, sifatnya dan latar belakangnya.

Dec 26, 2017

Kesetiaan

Tentang kesetiaan semua manusia hanya bisa mengira-ngira, tapi rasa sok tahu dan percaya diri yang tinggilah yang bisa membuat kata setia itu memiliki nilai dan terukur.

Bagi seseorang, kata setia bukan ketika kamu bisa berkencan lama hanya dengan satu orang. Pun juga bukan menyukai satu hal secara terus menerus. Manusia juga memiliki rasa bosan, itu mutlak.

Setia, bisa jadi memang hanya menyukai satu orang atau profesi, atau hobi. Semisal, sekarang aku setia mengidolakan sang artis, namun dilain waktu aku juga setia mengidolakan si artis lain. Dilain waktu lagi, bisa jadi aku setia menyukai artis korea. Semua itu memiliki unsur kesetiaan walaupun objeknya selalu berubah. Mengapa bisa demikian?

Jawabannya adalah kamu tidak pernah sekalipun mencampurkan rasa sukamu pada para artis-artis lainya. Kamu setia pada mereka dengan kadar perasaan masing-masing.

Jadi, jangan pernah percaya pada mulut laki-laki yang bilang, “iya beb, aku setia kok ama kamu.” Bisa jadi dia memang setia ke kamu, tapi juga bisa setia pada bunga desa yang lain.

Dec 22, 2017

Selamat Hari Ibu Untuk Ibu

"Jika ada malaikat berwujud manusia, maka dia adalah seorang Ibu"

Aku bertanya pada diriku tentang ibu, "Apakah ibu itu ..."
Sempurna?

Tidak, sempurna hanyalah milik Allah SWT.

Baik?

Ya, tapi selain ibu diluar sana juga banyak orang baik.

Penyayang?

Ya, tapi selain ibu orang lainpun banyak yang menyayangiku.

Pahlawan?

Ya, tapi selain ibu orang-orang di sekitar ku selalu siap membantu.

Lalu aku terdiam..merenung....jika semua pertanyaan di jawab Ya, namun dengan tapi, lalu apa beda dan istimewanya ibuku?...

diriku bertanya lagi sambil berbisik, Tulus?

Aku pun tersenyum, aku merasakan kehangatan seketika..

Ya, diluar sana banyak orang baik, tapi hanya ibu yang kebaikannya tanpa pamrih, begitu tulus..

Ya, orang lain banyak yang menyayangiku, tapi hanya ibu yang kasih sayangnya tanpa batas..

Ya, mereka selalu membantuku, tapi hanya ibu yang rela melakukan apapun demi anaknya..

Ya, hanya ibu yang bisa melakukan semuanya dengan tulus...dalam setiap doanya, sentuhannya, tatapannya, senyumannya, bahkan dalam setiap tangisannya,, ibu melakukannya dengan tulus.

Terima kasih ibu,

Terima kasih...

Aku bersyukur,,bahagia dan sangat gembira bisa terlahir dari rahim mu.

Untuk ibu,,,Selamat hari Ibu...

Aku menyayangimu tidak hanya hari ini,,,

Aku menyayangimu sejak dulu, sampai sekarang dan akan terus selamanya..

Maafkan aku ibu atas semua perlakuan dan sikapku yang sering membuat mu kecewa..

Dec 20, 2017

Cinta, Ego Dan Setia

Cinta, dan rasa percaya adalah sahabat, kadangkala akrab kadangkala ribut.

Cinta bisa datang dan pergi, tapi rasa percaya selalu setia.

Tak ada yang bisa merubah makna dari setia, walaupun dalam keadaan sesulit apapun, langit runtuh sekalipun,  tak akan pernah bisa mengubah makna kata setia.

Kali ini  harus dipahami bahwa yang abadi dari setia hanyalah kata setia itu sendiri bukan pelaksananya. Setia pun hanya bisa berlaku bagi seseorang yang saling berjanji. Ini sangat berlaku bagi mereka yang telah mengucap janji suci yaitu pernikahan.

Cinta pun bisa sangat akrab dengan ego. Cinta ya cinta , ego ya ego. Ketika cinta dan ego (rasa untuk memiliki),  bersatu,  bahagia pun akan tercipta asalkan persyaratannya terpenuhi, tak ada yang tersakiti.

Ketika ada salah satu pihak yang tersakiti baik dari pihak yang bersangkutan atau pihak ketiga, maka alangkah bijaknya jika cinta dan ego segera dipisahkan.

Barangkali inilah jalan yang harus dilalui, biar cinta tetap berkembang, jadi lebih tulus, lebih pasrah dan lebih berserah.

Dec 19, 2017

Darimu Aku Belajar

Darimu aku belajar banyak hal.

Darimu aku belajar bagaimana cara mengambil keputusan.
Bahwa keputusan yang diambil secara terburu-buru bukanlah hal yang baik.
Bahwa keputusan yang kita ambil menentukan bagaimana kehidupan kita selanjutnya.
Terkecuali terburu-buru mencintaimu.


Darimu aku belajar menghargai waktu.
Bahwa waktu tidak dapat dipukul mundur.
Waktu tidak bisa dikembalikan dengan uang akibat bermalas-malasan.
Darimu aku belajar menghargai setiap waktu bersamamu.


Darimu aku belajar setia.
Setia terhadap apa-apa yang sedang aku jalani.
Aku belajar bahwa sepedih apapun, kita tidak boleh pergi, itu namanya pengorbanan.
Ini adalah akibat dari keputusan yang telah diambil.
Denganmu aku belajar setia, sepahit apapun rintangan di depan kita.


Dirimu mengajarkanku bahwa keputusanku untuk bersamamu, membuatku bijaksana terhadap waktu dan setia.

Daun Yang Setia

terlontar kata
dari daun sebelum jatuh

daun yang senantiasa setia
yang kerap bertahan;
terhadap terpaan angin
hujan yang bertubi
gravitasi

daun juga menguning dan menua
tanpa sekalipun ingin bertaut ke pohon yang lain

ia memang tidak bisa memilih
di pohon mana ia akan menghabiskan hidup
tetapi ia bersyukur
karena tidak perlu merasakan sesal
yang sering datang setelah menetapkan

dan ketika akhirnya sampai
pada waktu daun harus jatuh ke tanah
pohon akan mengerti
ia bukan pergi
ia hanya kembali pulang
menuju muasal

sudah kukatakan
daun itu setia bukan?

Pencitraan

Sebenarnya apa yang salah dari pencitraan? Mengapa setiap dihadapkan dengan kata tersebut kesannya selalu negatif? Kesannya membentuk citra yang bukan dirinya sendiri, padahal belum tentu begitu. Bisa saja yang sedang seseorang tampilkan adalah sisi yang ingin ia nampakkan di depan seseorang, di suatu kondisi tertentu atau di tempat yang ia inginkan untuk mempertontonkan sisi ia yang lain – yang mungkin saja berbeda dengan sisi yang ia perlihatkan di tempat lain. Bukan berarti menjadi sosok yang bukan dia, hanya saja menyembunyikan yang tidak ingin ia bagi dan menampilkan apa yang ingin ia perlihatkan.

Kalau ditelisik dari arti katanya sendiri, pencitraan berasal dari kata baku citra dengan penambahan awalan dan akhiran. Secara keseluruhan merupakan suatu kegiatan membentuk citra mental pribadi atau gambaran sesuatu. Sayangnya, sering salah arti. Seolah pencitraan adalah hal buruk di mana seseorang mengenakan topeng yang bukan dia, tetapi memakai topeng orang lain.

Semua orang berhak untuk melakukan pencitraan. Sah saja jika seseorang ingin mencitrakan dirinya sebagai orang baik, murah senyum, sering menemani ibu berbelanja ke pasar kemudian menjadi kuli panggul untuk ibu sendiri, atau rajin menabung kemudian celengan dicokel kembali menggunakan lidi. Sah saja jika seseorang ingin mencitrakan dirinya sebagai orang ketus, mahal senyum, keras kepala, arogan, dan sering membantu teteh-teteh warung sebelah untuk melayani pembeli agar mendapat secangkir kopi gratisan. Boleh saja. Kenapa tidak? Asal yang ia citrakan adalah ia yang sebenarnya, bukan malah mencitrakan apa yang tak ada pada dirinya hingga meminjam topeng tetangga. Kenakan topeng milik sendiri saja, kasarnya.

Tapi bagi saya, yang lebih penting dari pencitraan itu sendiri adalah bagaimana saya menempatkan diri. Menempatkan diri di satu circle. Membagi porsi apa yang mau ditampakkan, apa yang mau disembunyikan sama pentingnya. Karena tidak bisa juga menampilkan semua gamblang di depan umum. Makanya, saya pilih apa yang mau diperlihatkan. Biar mereka yang dekat dalam arti sebenarnya yang tahu baik, buruk, menggemaskan, menyebalkannya saya. Mereka yang sekedar tahu, biar saja tahu sebatas permukaan. Menerka-nerka ada apa saja di dasar dan menebak kira-kira berapa kedalaman. Jadi, intinya pandai-pandailah menempatkan diri. Bukan mengcover diri menjadi orang lain. Jelas beda. Hanya saja, tampakkan yang mau diperlihatkan. Sembunyikan apa yang tidak mau dipertontonkan.

Dec 14, 2017

Wanita yang Baik Tidak Akan Mengambil Kebahagiaan Wanita Lain

Siapa yang tidak akan marah dan benci jika ada wanita lain yang mencoba merusak hubungannya. Jangankan hubungannya sudah resmi (suami istri) masih pacaran saja wanita pasti akan marah.

Maka tak heran jika wanita ketiga kerap dicap sebagai wanita tidak baik, semua anggapan buruk lansung dicapkan pada wanita ketiga. Dan rasanya semua wanita akan sepakat mengecap wanita ketiga sebagai wanita yang buruk.

Dan kiranya memang sudah pantas wanita ketiga dicap sebagai wanita tidak baik. Karena kalau dia memang wanita baik-baik dia pasti akan tau dimana tempatnya.

Wanita baik-baik selalu tau dimana tempatnya, dia tau batasan-batasannya, dia akan sangat tau hal yang paling menyakitkan bagi sesama wanita.

Karenanya ketika dia dekat dengan laki-laki yang sudah punya pacar atau istri dia akan membatasi kedekatannya.

Wanita yang baik itu sudah pasti punya naluri sesama wanita, akan sakit jika kehilangan orang yang paing dicintai (suami), akan sangat marah pada wanita yang mencoba merebut pasangannya.

Karena sebab itu pasti dia tidak akan merebut atau menjadi penggagu dalam hubungan orang lain.

Wanita yang baik dan pintar tidak akan pernah memanfaatkan pengetahuannya untuk mengambil suaminya orang.

Dia tidak akan mendatangi suaminya orang untuk minta dipoligami dengan alasan poligami itu dibolehkan dalam islam.

Benar poligami dibolehkan dalam islam tapi wanita yang cerdas tidak akan minta dipoligami.

Karena saat dia datang untuk minta dipoligami dia sadar bahwa saat itu dia sedang memaksakan diri untuk memiliki suaminya orang.

Wanita baik-baik paling tau soal perasaan sesama wanita, dia akan menyadari mengambil atau menggoda pasangan orang lain adalah sesuatu yang sangat sulit untuk dimaafkan oleh wanita lain.

Wanita baik-baik akan memposisikan dirinya sebagai wanita yang diambil pasangannya karena itu dia tidak akan pernah berani menggoda pasangan orang lain.

Hanya wanita tidak baik saja yang menggoda dan tega mengambil pasangan orang lain. Ambisinya untuk memiliki milik orang lain sampai-sampai membunuh naluri sesama wanitanya hingga menjadikannya sebagai wanita yang tega dan tamak.

Wajarlah kalau kamu sangat kesal sama wanita ketiga dan ingin memaki-makinya.

Dec 12, 2017

Yang Mau Jadi Selingkuhan Hanya Wanita Murahan

Wanita itu harus tau pria yang benar-benar mencintai dirimu tidak akan pernah menjadikanmu selingkuhan tapi akan menjadikanmu istri. Bukan cinta namanya kalau hanya sebatas dijadikan selingkuhan.

Lelaki yang benar-benar mencintaimu juga tidak akan menjadikanmu yang kedua, jadi jangan ngaku dicintai oleh laki-laki kalau kamu cuma dijadikan selingkuhan atau yang kedua.

Kalau pria benar-benar menyayangi dirimu dia akan menjadikanmu istrinya bukan selingkuhannya.

Tak peduli seberapa banyakpun lelaki mengatakan cinta kalau kamu cuma statusnya selingkuhan tetap saja kata cintanya itu gombal.

Jadi kalau ada perempuan jadi selingkuhan pacarmu lalu ngakunya dicintai pasanganmu, bilang saja kalau dia beneran cinta kamu, dia tak akan menjadikanmu selingkuhan.

Pria yang benar-benar mencintai dirimu tiadak akan pernah menjadikanmu yang kedua, bahkan meskipun status keduamu itu adalah istri kedua.

Sebab dilihat dari sisimanapun orang kedua dicintai atau didekati karena alasan nafsu, bukan karena sayang ataupun cinta.

Bukti cinta yang sesungguhnya adalah menjadikan istri bukan selingkuhan. Menjadikanmu sebagai istrinya dia akan mengutamakan dirimu dan akan takut menyakiti dirimu dan kamu akan selalu menjadi perioritasnya.

Kalau kamu cuma dijadikan selingkuhan, kamu hanya dibutuhkan ketika dia butuh saja dan tak akan pernah peduli padamu serta dia tidak akan takut menyakiti dirimu.

Tunjukkan seberapa terhormatnya dan berharganya kamu bagi seseorang yang mencintaimu dengan menjadi istrinya, bukan selingkuhannya.

Kalau kau jadi istrinya kamu punya hak seluruhnya pada lelakimu, kamu bisa marah, cemburu dan menuntut kasih sayang dan semacamnya. Tapi kalau cuma hanya orang kedua kamu bukanlah siapa-siapa untuknya.

Jadi jangan merasa sok cantik dan populer dan merasa terhormat kalau cuma dijadikan selingkuhan.

Sebab hanya perempuan murahanlah yang mau dijadikan selingkuhan karena butuh numpang hidup dan numpang bahagia.

Dec 8, 2017

Setianya di Profile, Pacaran di Status, Tapi Selingkuhnya di Inbox

Di sosial media semua orang pasti bisa setia “kelihatan”nya saja, bahkan pengkhianat dan playboypun bisa setia pada satu orang. Namun setianya hanya sebatas status, hanya sampai diprofil saja tapi tidak di inbox.

Bahkan yang awalnya termasuk tipe orang setia sekalipun kalau tidak pandai menjaga dirinya pasti akan tergoda untuk mendua. Sebab dunia maya itu, adalah dunia dimana kita merasa seperti penilaian dan penglihatan kita sendiri.

Semua orang pasti bisa menulis keterangan sedang berpacaran atau berpacaran dengan siapa atau bahkan nulis status sudah menikah. Ada yang beneran pacaran ada yang cuma nulis karena takut sama pasangannya.

Di profil sosial medianya semua orang pasti bisa setia, setia memajang foto ketika sedang bareng pasangannya.

Hanya ingin meyakinkan pasangannya bahwa dirinya setia, dan seolah-olah ingin menunjukkan kalau dirinya tidak ingin memberikan peluang bagi orang ketiga untuk hubungannya.

Tapi walau distatusnya bisa menulis atau memberi keterangan berpacaran dan setia pada foto profilnya, tetep saja kalau memang ada niatan untuk selingkuh masih bisa selingkuh lewat inboxnya.

Karena tak semua orang bisa melihat percakapan di inbox dan pastinya setelah.

Jangan pernah beranggapan kalau seseorang yang nulis statusnya sedang pacaran dan bisa setia pajang foto bareng pasangannya itu gak bisa selingkuh, jangan kira mereka tipe orang setia, meski gak semuanya.

Kalau memang sudah ada niatan untuk selingkuh pasti bisa selingkuh meski statusnya pacaran dan setia diprofilnya.

Yang di profil bisa saja ditinggalkan karena milih selingkuhannya yang di inbox, karena dirasa lebih menarik, maklum saja orang ketiga itu selalu menarik diawal. Tapi bisa juga yang di inbox cuman dijadikan selingan buat hiburan.

Kalau memang sudah ada niatan mendua, entah karena alasan iseng atau karena bosan pasti akan selingkuh.

Kamu yang fotonya dipajang diakunnya pasti bisa dikibulin, sementara yang di inbox pasti akan selalu bisa digodan dan dirayu.

Dec 7, 2017

Wanita Tukang Selingkuh Adalah Wanita Yang Paling Jelek

Cantik itu relatif, setiap orang pasti berbeda-beda dalam menilai kecantikan seorang perempuan. Ada yang sederhana namun terlihat cantik, ada yang cantik namun terlihat biasa saja, ada juga yang bisa saja namun terlihat mengagumkan.

Semua orang yang melihat tidak pernah sama, yang satu bilang cantik yang satunya lagi akan bilang tidak. Namun ada satu perempuan yang semua orang akan mengatakan sama yaitu perempuan jelek ketika seorang perempuan bersedia menjadi selingkuhan dan tega ngancurin kebahagiaan orang lain.

Walau cantik layaknya bidadari jika kecantikannya hanya dijadikan untuk merebut milik orang lain, maka kecantikan itu akan berubah menjadi keburukan bagi seorang perempuan.

Untuk apa cantik fisik namun hatinya busuk, karena kecantikan seorang perempuan bukan dilihat dari seberapa cantik fisiknya, namun dilihat dari seberapa cantik hati dan prilakunya.

Perempuan cantik adalah perempuan yang tahu dan sadar akan rasa sakit, sehingga ia tidak akan sengaja menyakiti perempuan lain karena ia sadar bahwa dirinya juga perempuan.

Perempuan cantik adalah perempuan yang sadar bahwa dirinya perempuan sehingga tidak akan pernah menyakiti perempuan manapun. Ia sadar bahwa dirinya seorang perempuan yang akan merasakan sakit ketika ada perempuan lain yang menyakiti.

Karena kecantikan seorang perempuan terletak pada sifat yang dimiliki olehnya bukan pada kecantikan parasnya. Kecantikan hati yang dimilik oleh seorang perempuan akan membuatnya cantik, karena ia bukan hanya bisa menjaga dirinya sendiri namun juga menjaga perasaan perempuan lainnya.

Jangan menjadi perempuan perebut milik perempuan lainnya. Bukankah sama-sama perempuan sehingga bisa dirasakan bagaimana sakitnya jika laki-laki yang dicintai akan diambil oleh perempuan lain.

Yang terpenting adalah kecantikan hati yang utama, kecantikan fisik hanya nomer kesekian setelah kecantikan hati. Buat apa cantik jika hanya dijadikan untuk menarik hati para lelaki yang sudah memiliki pasangan.

Rawatlah fisikmu agar menjadi perempuan cantik karena merawat kecantikanmu juga merupakan ibadah bagimu. Namun jangan hanya fokus pada kecantikan wajah saja, sebagai perempuan kau harus merawat hatimu agar-agar kau bisa memiliki dua-duanya, kecantikan hati juga kecantikan fisik.

Memilih Pilihan

“Karena yang tersulit bukanlah memilih, tetapi bertahan pada pilihan.” -Anonymous

Keputusanmu adalah pilihan. Memilih untuk menjadi A atau menjadi B. Memilih untuk lebih itu atau ini. Memilih untuk semakin begitu dan begini. Memlih untuk bersifat peduli atau tidak sama sekali.

Manusia memang harus memahami, bahwa setiap manusia memiliki tujuan hidupnya masing-masing. Mempunyai alasan bersikap a dan b. Walaupun sebenarnya manusia tahu, semuanya bisa mereka pilih. 

Memilih hidup dalam kebermanfaatan atau ke-mudharat-an. Memilih untuk menetapkan tujuan atau mengabaikan masa depan. Memilih untuk lebih peduli atau hanya memikirkan diri sendiri.

Perjalanan ini memang akan berakhir pada satu titik. Tetapi jalan menuju titik itulah yang perlu kamu ingat, proses setiap manusia itu berbeda. Dan setiap manusia juga sedang dalam proses menjadi baik.

Pilihan-pilihan akan terus ada hingga manusia tiada. Pahami bahwa manusia memiliki prioritas hidup masing-masing. Tidak perlu memaksa orang lain untuk masuk kedalam tujuan hidupmu. Biarkan manusia memilih, dan sertakan doa agar keputusan mereka tetap dalam pilihan terbaik dan mendapat ridho dari Allah :)

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Selamat memilih ! Jangan lupa, selalu libatkan Allah disetiap keputusanmu.

Orang Besar

“Tidak mungkin ada orang besar yang menjadi sebesar sekarang murni karena kerja kerasnya saja.” ucap beliau suatu ketika.

Ya ada benarnya. Seringkali kita, sebagai manusia, merasa bahwa kemampuan, kesuksesan, kebahagiaan yang kita dapatkan hari ini adalah karena usaha diri kita sendiri. Paradigma yang membuat kita menjadi sombong. Bahkan tak jarang membuat kita melupakan Sang Pemberi Berkah yang dengan segala kuasaNya menggerakkan orang - orang untuk membantu kita sekaligus menguatkan kita hingga kita berada di sini, sampai pada titik ini.

Ya, Allah adalah kunci kesuksesan kita. Tanpa ijabah atas doa - doa kita, mana mungkin doa - doa tersebut terkabul? Tanpa kuasaNya menggerakan orang - orang disekitar kita, mana mungkin kita mendapat relasi atau kesempatan, yang seringkali datang melalui perantara orang lain. Tanpa kebesaranNya, hati dan pikiran ini tak mungkin dikuatkan, diyakinkan untuk terus melangkah meski lelah, terus bangkit meski telah jatuh, terus berjuang meski telah tersakiti, terus mencoba lagi dan lagi. Sambil selaku berpasrah pada rencanaNya yang terjadi.

Seringkali kita lupa akan komponen - komponen ini. Yang Maha Besar hingga yang kecil - kecil. Kita terlalu dibutakan dengan kesuksesan saat ini. Kita terlalu terlena dengan kebahagiaan kita hari ini. Hingga kita lupa bahwa diri ini perlu bersyukur dan berbagi. Hingga kita lupa bahwa diri ini perlu kembali menghadap Sang Ilahi.

Kamu, aku, semoga kita dijaga dari sifat demikian. Semoga kita termasuk pemilik kebun dalam surat Al-Kahf yang senantiasa ingat bahwa apa yang kita miliki saat ini semua karena Allah semata.

Tidak Mau Sakit Jangan Menyakiti

Sesuatu yang menurut kamu biasa-biasa saja, namun belum tentu buat orang lain itu menjadi biasa. Bisa jadi itu ujian. Bisa jadi mereka sulit melakukannya, meskipun tidak nampak pada wajahnya. Sesuatu yang ketika itu datang, bagi kamu rasanya seperti hobi, senang menerimanya dan merindukan kedatangannya. Namun, bagi orang lain belum tentu demikian.

Pernah tidak berpikir ketika ada seseorang takut terhadap suatu hal yang buat kamu itu hal yang lumrah? (Ngapain sih kayak gitu aja takut, lebay!)
Dan pernah juga ketika diri kamu sendiri yang dikata-kata seperti itu? Bagimu itu hal yang menakutkan, tapi mereka bilang kamu berlebihan. Perasaan kamu? Marah? Sedih? Kesal? Itulah yang orang lain rasakan juga!

Belajarlah, untuk memahami kondisi seseorang. Belajar untuk menerima sudut pandang orang lain meskipun bertolak belakang denganmu. Tidak selamanya mereka mempunyai rasa seperti kamu. Kalau kamu pun enggan untuk dicap sebagai seorang penakut maka jangan mengejek mereka yang takut terhadap sesuatu, apapun itu.

Belajarlah memahami, atau lebih keren lagi kalau mau membantu memecahkan ‘ketakutannya’. Janganlah kau tertawai hingga membuatnya merasa bersalah dan malu. Apa hak kamu untuk menertawai kelemahan mereka?

Buat prinsip dalam hidup kamu, jika tidak mau sakit jangan menyakiti!

Melembutlah, wahai hati! Seandainya diri dari masing-masing kita tahu perasaan satu sama lain, mungkin tidak ada manusia yang hatinya keras di bumi ini.

Dec 4, 2017

Menghadirkan Kebahagiaan

Orang lain akan selalu datang dan pergi dalam kehidupan kita, seperti halnya kita dalam kehidupan mereka. Menjadikan setiap kehidupan saling beririsan satu sama lain.

Dan setiap kedatangan mereka akan selalu membawa perannya masing-masing. Tidak akan pernah saling dipertemukan tanpa arti, tidak juga beririsan tanpa tujuan. Meski kita sendiri seringkali tidak peka, tidak terlalu mengerti peran apa yang ternyata sudah kita berikan ke dalam hidup orang lain. Karena yang kita rasakan saat itu, hanya seperti menjalani interaksi antar manusia seperti pada umumnya.

Ada orang lain yang datang menghadirkan kebahagiaan, ada orang lain yang tiba-tiba hadir menghadapkan kita pada kebimbangan, ada orang lain yang bahkan mengantarkan kita pada rasa sedih dan kecewa. Dan terkadang, kita yang menjadi orang lain itu.

Beberapa mungkin akan berperan sebagai jalan datangnya ujian, sebagian hadir dengan perannya sebagai pembawa pertolongan. Tidak harus dalam kurun waktu yang lama. Karena beberapa ia takdirkan beririsan dengan waktu yang singkat, namun begitu tepat.

Kita tidak bisa memilih menjadi apa dan menentukan ingin beririsan dengan kehidupan siapa. Tapi berperan sebagai apa, itu masih menjadi bagian yang bisa kita pilih dan upayakan.
 
Semoga kelak kita bisa menjalankan peran yang baik, di kehidupan siapapun yang kita ditakdirkan untuk ada didalamnya.

Nov 29, 2017

Pelangi

Sesekali kalian menampakkan eksistensi pada penduduk bumi. Kehadiran yang selalu dirindukan. Menjadi pujian umat manusia yang memandang. Diharapkan menjadi pengobat luka yang menganga. Jika salah satu dari kalian hilang, tak sempurna lagi keindahannya. 

Kalian adalah pelangi.

Itulah nama yang dikenal penduduk bumi. Mereka tak mengenal keindahan dikala kalian hadir sendiri-sendiri. Yang mereka tau, kalian selalu bersama. Terdiri dari berbagai perbedaan. Tapi memiliki satu tujuan. Menampakkan keindahan.

Suatu ketika kalian bertengkar hebat. Salah satu dari kalian tak ingin lagi bersama. Ingin menjadi pemenang. Ingin terlihat lebih dari yang lain. Akhirnya, yang lain mengingatkan bahwa kalian adalah satu kesatuan. 
Yang hadirnya tak dapat dipisahkan. 
Yang hadirnya selalu dirindukan. 
Yang hadirnya memberikan keindahan. 
Penduduk bumi tak akan tau bagaimana sulitnya memperjuangkan kebersamaan. Menurunkan ego satu dengan yang lain. Menyamakan langkah untuk berjalan bersama. Namun, perjuangan besar itulah yang membuat kalian semakin indah dan dirindukan.

Hingga hari semakin senja, kalian mulai renta. Kalian kembali ke tempat kalian berasal. Menghilang dari pandangan mata.

Penduduk bumi pun merasa kehilangan. Dan berharap kalian datang kembali menampakkan keindahan.

Nov 27, 2017

Melembutkan Rindu

Ada saat dimana sebuah kebaikan itu datang dari lisan orang yang mungkin kamu membencinya, atau sedikit tidak suka padanya. Ada saat dimana rasa-rasanya hati ini menolak untaian nasehat, bersebabkan karena kita menutup sisi baik dari sang penyampai.

Jika seperti itu, bagaimana bisa engkau menyempurnakan rindumu dengan-Nya ? Bagaimana caramu mengutarakan rindu yang sudah merengkuh syahdu ingin bertemu baginda rosul ?

“Belajarlah menerima kebaikan dari manapun ia datang, meski dari lisan seorang pendosa. Karena menyempurnakan rindu tidak semudah mengatakan “tidak” pada ia yang engkau anggap bukan seorang yang baik dari kacamatamu, ia butuh keluasan hati bagi mereka yang paham dan menerima.”

Andai hati ini tidak meluas seperti samudra, lalu kapan rindu ini akan sempurna ? 

Untukmu dan untukku, semoga mata ini tidak menjadi penghalang nasehat kebaikan yang datang pada kita, semoga mata ini tidak hanya melihat keburukan hamba lainnya tapi juga baiknya. Agar rinduku dan rindumu bisa menyatu sempurna dengan semua nikmat dan ujian dari-Nya

Wahai hati, melembutlah..

Nov 26, 2017

Hidup Dengan Harapan

Kita hidup dengan harapan. Bahkan juga bertumbuh dengannya. Karena dengan harapan, kita dapat memiliki suatu energi tersendiri untuk menggapai harapan-harapan tersebut.

Bayangkan saja jika tidak ada harapan. Tidak akan ada orang sakit yang ingin sembuh. Tidak akan ada anak-anak kecil yang bermimpi. Tidak akan ada keluarga yang menunjukkan kasih sayang atas kekurangan anggota keluarganya. Tidak akan ada bentuk kepedulian sesama dengan harapan bentuk peduli tersebut dapat membawa dan menuntun pada sesuatu yang lebih, dan banyak lagi.

Namun, lucunya ada sebuah ungkapan mengatakan bahwa “Jangan terlalu berharap, nanti akan sakit jika harapan itu tidak terwujud”. Sedikit aneh menurutku, karena yang jelas harapan memang tidak akan semuanya terwujud. Bahkan jika ada orang yang salah mengartikan ungkapan tersebut, orang itu malah akan enggan untuk memiliki harapan. Padahal harapanlah yang dapat membuat perubahan-perubahan baik. Mungkin yang perlu sedikit di koreksi adalah pemahaman kita. Berharap itu perlu. Yang kadang banyak dilupakan adalah ikhlas dan tawakkal kita atas ketetapan. Berharaplah setinggi-tingginya namun juga siapkan ikhlasmu selapang-lapangnya. Dengan catatan bahwa harapan kita tentu saja disandarkan pada-Nya.

Jika harapan kita tidak terwujud saat kita sudah melakukan yang terbaik. Pasti ada hikmah dibalik semua itu. Entah itu adalah harapan yang kurang baik menurut-Nya dan dia memiliki suatu ketetapan yang lebih baik. Atau Dia ingin melihat kita berusaha lebih baik lagi atas harapan kita agar kita bisa mendapatkan ketetapan yang terbaik dari-Nya. Yang penting adalah kita mampu untuk bangkit kemudian berharap dan berusaha lebih baik lagi. Bukan malah jatuh kemudian tersungkur yang membuat kita akan makin sakit.

Sekali lagi.  Berharaplah setinggi-tingginya namun juga siapkan ikhlasmu selapang-lapangnya.

Nov 25, 2017

Saling Mendoakan

Jangan kau kira orang yang belum mendapatkan apa yang sudah kau capai adalah orang yang lebih rendah darimu. Hidup itu ujian, begitu juga manusia. Kita akan diuji dengan apapun.

Yang sudah menikah, akan diuji dengan pernikahannya. Pun yang belum menikah, akan diuji dengan kesendiriannya.

Yang sudah bekerja dan berpenghasilan, akan diuji dengan penghasilannya. Begitu juga dengan yang belum bekerja, akan diuji dengan keluangan waktunya.

Jangan saling meremehkan, apalagi sampai bertahta kalimat di dada : “sesungguhnya aku lebih baik darinya, hingga Allah anugerahkan ini itu dan itu padaku, sedangkan dia tidak”. Ingatlah ucapan Umar bin Khattab saat kaum muslimin dikaruniai harta Ghanimah (harta rampasan perang) dibawah kepemimpinannya :

“aku takut ini bencana, jika ini baik pastilah Allah menghadiahkan ini kepada Rasulullah dan Abu Bakar” maka dia beristighfar sambil menangis dan memohon perlindungan pada apa yang kaum muslimin dapatkan.

Bagaimana dengan kita yang telah diberi ini itu? Apakah sudah bermuhasabah jika apa yang diberikan baik? Jangan-jangan Allah beri dengan campakkan, bukan dengan mesranya uluran. Jangan-jangan Allah lebih ridho pada ia yang setiap saat dalam kesulitan hidup, namun amat dekat dengan Rabb nya. 

Lalu bagaimana dengan kita yang masih diuji dengan kekurangan? Apakah telah berputus asa dari rahmat NYa berupa kebaikan?, ketidak beratan hisab di akhirat karena memang tanggung jawab kita sedikit di dunia, bersyukurlah orang-orang yang ringan hisabnya di akhirat nanti. Jangan sesekali berputus asa dengan mengucapkan :”apa Allah tak sayang padaku?” Padahal Sang Nabi diuji hidup nya dalam kepayahan dan kepahitan. Bertahun-tahun lamanya.

Lebih baik saling mendoakan. Doakan (dan bantu) saudara kita yang masih diuji dengan kekurangan. Agar sabar dan syukur itu seperti dua kendaraan. Yang kita tak peduli kendaraan mana yang kita gunakan untuk menujuNya.

Nov 23, 2017

November

November adalah sebentuk keajaiban

yang menjadikan siang hangat untuk segala hal yang resah dan sibuk melerai segala ketidakmungkinan

langit sore yang meneduhkan senja di  pusara bersama kumandang syahdu berwarna nila

dan malam yang mengantarkan bingkisan imaji  para  perindu rintik dari langit 

aku akan ke sana

mengembalikan semua kenangan yang dieja hujan

merapikan mimpi yang  pingsan di antara daun daun ara yang meranggas sebagai tanda musim akan segera  pindah

sekadar bercanda dengan Tuhan untuk doa doa yang belum diiyakan
walau kau tak lagi  peduli

tolong beri aku detik detik bahagia yang masih kau simpan di almanak berdebu

karena hanya waktu, yang tidak tahu caranya menunggu…

Nov 22, 2017

Selamat Jalan Suamiku

Tulisan merinding banget dan belum tentu aku sekuat istrinya dan anaknya, gak bisa membayangkan, malah mewek bacanya...

“ SELAMAT JALAN SUAMIKU ”

“Mii, abbi sariawan nih lg g enak makan,,” sepulang kerja, suamiku menolak makan masakanku saat itu, padahal aku memasak ayam goreng kremes kesukaannya,, “besok2 masak sayur az ya mi ” aku hanya mengangguk tanda meng iyakan" ..

Setiap hari suami selalu mengeluhkan sariawan di lidah nya yang g sembuh2,, sudah 2 minggu lebih,, tapi aku tak terlalu menghiraukan keluhannya, aku pikir itu hanya sariawan biasa seperti pada umumnya.
“Mii, td di kantor ada medical chekup,, ini hasilnya.. ” sambil menyodorkan selembar kertas hasil pemeriksaan,, aku ingat betul saat itu bulan april 2016. “kesehatan abbi g ada masalah mi, cuman kata dokter, abbi kurang nutrisi, abbi kurang gizi nih g diperhatiin ummi, ummi nya sibuk terus sama zuma, hehe” canda suamiku saat itu. memang anakku baru usia 1 tahun, sebagai ibu, aku berasa jd orang yg paling repot karena anakku yang mulai aktif.

Aku memang terlalu sibuk,, sampai tak memperhatikan suami, aku diam saja ketika suami merokok terus2an, aku tak pernah marah ketika suami menolak sarapan pagi yg sudah disiapkan, aku tak pernah marah ketika suami begadang terus2an karena ngobrol di pos ronda dengan bapak2 komplek,, dan akupun tak pernah tau, makanan apa yang dia makan saat di kantor,, makanan sehat kah? Atau bukan… ya.. itulah kesalahan terbesarku…

“Abbi olahraga gih biar sehat,, jalan2 keliling komplek,,” “Enggak ah mi, abbi lg g enak badan, kepala sakit” saat itu memang weekend, dan suami lebih memilih tiduran seharian sambil nonton tv,,“huh pemalas banget nih suami, disuruh olahraga juga susah” Ucapku dalam hati.

3 minggu berselang tapi sariawan di lidah belum juga hilang. Malah katanya jadi ada sakit di kepala dan telinga. “abbi..besok periksa ke dokter ya, biar diobatin sariawannya..suamipun mengangguk..

Keesokan harinya, suami memeriksakan ke RS JAKARTA, RS yang tempatnya paling dekat dengan kantornya. Saat itu dokter bilang suamiku hanya kurang makan sayur dan buah, dokter hanya memberi salep untuk luka sariawan di lidahnya. “Kalo 2 minggu belum sembuh, periksa lagi ya” kata dokternya. 2 minggu kemudian suami periksa lagi, karena sariawan masih menetap, “dokternya hanya menambahkan antibiotik. Tapi sampai obatnya habis belum juga ada tanda-tanda kesembuhan.

Kembalilah lagi ke RS untuk memeriksakan, "mungkin bapak ada masalah di giginya, saya rujuk ke dr bedah mulut ya” Setelah diperiksa dr bedah mulut, dokter menyarankan di rontgen gigi, saat itu hasilnya memang terlihat ada gigi bungsu yang posisinya miring. “Ohh, sariawan bapak karena ada gigi bungsu yg mau tumbuh, tp posisinya abnormal, mungkin itu penyebab bapak sariawan dan sakit kepala terus menerus, giginya harus di oprasi, harus di ambil ya pak..

Bulan juni 2016, saat awal bulan ramadhan, suami tak puasa karena akan di operasi gigi, di cabutlah gigi yang selama ini mengganggu,, seminggu berlalu, sariawan masih menetap.. sakit di kepala makin menjadi. ” mi, abbi sakit nelen, sakit kepala makin sering, kenapa ya padahal giginya udah di cabut, terus lidah abbi jd g bisa digerakin ke kiri" “besok periksa ke dokter lagi ya bii, sekalian kontrol gigi”

“Giginya udah g ada masalah ya pak, kalo keluhan bapak sakit kepala, baiknya bapa periksakan ke dr syaraf ya” kata dr bedah mulut saat itu,, diperiksalah suami ke dr syaraf, hanya diberi obat anti sakit.. dokterpun menyarankan fisioterapi lidah karena lidah yang tak bisa di gerakan ke kiri, 6 kali pertemuan fisioterafi dan tak ada perubahan.. Dokter menyarankan pemeriksaan MRI, perkiraan pemeriksaan MRI saat itu sekitar 5-6 juta dan tak bisa dicover asuransi “periksa MRI nya nanti saja ya mii, bentar lagi kan kita mau mudik, lumayan uangnya buat bekal mudik ke tasik”.

Hari idul fitri… suami lebih memilih tiduran di kamar dan tak ikut bersilaturahmi ke rumah sanak saudara, sakit di kepala semakin sering,, hari raya hanya dihabiskan dengan beristirahat tiduran di kamar..

Liburan lebaran pun telah usai, bersiaplah kita kembali ke ibukota.. “Mii sebelum kita ke jakarta, ummi lepas KB nya ya, abbi pengen zuma punya ade”,,, “ duh bii, baru anak satu az ummi udah repot, gimana kalo nambah” .. “biarin, nambah anak nambah rezeki, abbi pengen punya banyak anak, hehehe” Kesal memang, tapi aku pun menurut, di lepas lah KB IUD yg setahun tertanam di rahimku..

“Mii, koq di lidah abbi jd ada benjolan, coba liat mii” Benar,, ada benjolan kecil sebesar biji jagung di lidah yang ada sariawannya, “besok ke dokter lagi ya bi”,, “Sejak kapan benjolannya ada pak” tanya dokter. “Baru 3 hari dok” “Sakit gak?” Sambil memencet benjolannya “Enggak dok enggak sakit, tp kalo sariawannya masih sakit dok, menelan jg jd sakit,kepala juga makin sering sakit” “Harusnya bapak di periksa MRI biar tau sakitnya dari mana, kalo benjolannya ini kemungkinan tumor jinak, bagaimana kalo di oprasi benjolannya terus nanti kita periksakan hasilnya” Suamiku hanya mengangguk, tanda setuju..

Awal agustus 2016, aku menemani suami di oprasi di RS JAKARTA,, zuma aku titipkan pada mamahku, ketika tau kabar suami mau di oprasi, mamah langsung berangkat ke jakarta.. Operasi berjalan lancar, 3 jam lamanya,, “Ini istrinya pak Andrie? Operasinya sudah beres, ini benjolan yg sudah diambil mau diPA-kan dulu ya, hasilnya nanti 10 hari lagi..

Tanggal 13 agustus 2016, kami kembali menemui dokter, dokterpun menyampaikan hasilnya dan juga hasil PA dari laboratorium.

“bapak usianya berapa tahun?” "28 dok” “Sudah punya anak?” “Sudah, baru usia setahun dok”. Dokterpun menghela napas panjang…ada perasaan tak enak saat itu. “Hasil pemeriksaannya kurang bagus, bapak positif terkena KANKER LIDAH,

Dek.. seolah detak jantungku berhenti “KANKER…Dok?”

Tiba-tiba mataku jadi gelap, sebuah beban berat serasa menindih badanku. Aku diam dan tak bisa berkata apa-apa, lama aku terdiam.

“Kanker..?” tanyaku,

tapi kalimat itu tak mampu terucap hanya bersarang di kepalaku. Sebuah penyakit yang selama ini hanya aku kenal lewat informasi dan berita-berita, kini penyakit itupun menghampiri orang terdekatku orang yang paling aku sayangi. Penyakit yang menakutkan itu menyerang suamiku.

Kutatap wajah suamiku, suamiku hanya terdiam, pucat…

bapak saya sarankan berobat ke RS DHARMAIS, karena disana rumah sakit khusus menangani penyakit seperti bapak, harus cepat ya pak, sebelum kankernya menyebar kemana-mana.

Segera kuambil surat pengantar dokter dan menuju RS DHARMAIS. Sungguh tak pernah terpikirkan sedikitpun sebelumnya, kini kami berada dalam deretan orang-orang penderita kanker di ruang tunggu pasien. Aroma kecemasan bahkan keputusasaan tergambar di wajah mereka. Sebenarnya ini juga saya rasakan, tapi saya harus menyembunyikan raut ini di hadapan suamiku. Aku harus tetap menyuguhkan energi penyemangat padanya.

Serangkaian pemeriksaan kami lakukan, lab, usg, rontgen, ct scan, bone scan. "Dari hasil pemeriksaan, ¾ lidah bapak sudah terkena kanker, bapak harus di oprasi di angkat lidah” kata dokter nya..

Ya Allah… apa lagi ini? Diangkat lidah? Kenapa harus suamiku yang mengalaminya? Kami pun pulang dengan perasaan yang tak tentu, nanti kita periksa ke RS SILOAM ya bii, kita cari second opinion"

Esoknya kita periksa ke RS SILOAM,, dokter melakukan endoskopi, memasukan kabel kecil yg ada kameranya melewati lubang hidungnya,, terlihat jelas kamera menangkap gambar di monitor. “Wahh, kanker nya sudah menyebar ke tenggorokan pak” Memang terlihat banyak benjolan merah di dekat pita suara.

“Kalo boleh tau sudah stadium berapa dok?” “Kalo ini sih sudah stadium 4” “Terus gimana dok? Tanyaku lirih,, “Nanti bapak harus menjalani pengobatan kemoterapi 3 kali, langsung radiasi selama 30 kali.”

Wajah suamiku putih pucat, dia hanya terdiam, terbayang beratnya derita dan kelelahan yang harus dialami suamiku. Belum lagi dengan kombinasi pengobatan kemoterapy yang melemahkan fisik. Keluar dari ruang dokter seolah semuanya jadi gelap, rasanya aku tak kuat menahan segala beban ini. Segera aku beri kabar keluarga dan teman-teman dekatku, aku kabarkan keadaan suamiku dan kumintakan do’a dari mereka. Tak terasa bulir-bulir bening air mata bermunculan disudut mataku.

dengan langkah lemas tak bertenaga seolah aku melayang, tulang-tulang terasa tak mampu menyangga badanku yang kecil ini, aku melihat anakku yang masih berusia 1 tahun, dia tersenyum ceria, ia tak mengerti beban berat yang menimpa orangtuanya, akupun memeluknya erat sambil menangis sejadinya.

Ketika kami di rumah, kami minta pendapat dari pihak keluarga tentang pengobatan yang akan kami lakukan. Dengan berbagai pertimbangan dan alasan pihak keluarga menyarankan agar kami tidak menempuh jalan kemo dan radiasi. Kami disarankan untuk menjalani pengobatan dengan cara alternatif dan pengobatan herbal.

Awal september 2016 kami berencana pulang kampung ke tasik, dikarenakan kondisi suami yang tak bisa lagi bekerja, untungnya dari pihak kantor memberi cuti izin sakit sampai sembuh.

Akhirnya sejak saat itu kami melakukan ikhtiar pegobatan dengan cara alternatif dan minum obat-obat herbal. Karena saat itu suamiku sudah susah untuk menelan maka obat herbal yang diberikan tidak berupa kapsul, melainkan berupa rebusan dan cairan. Setiap hari suamiku harus minum ramuan dan rebusan obat-obat herbal. Segala macam makanan buah2an dan sayuran dijus dan di saring, Tapi aku lihat ia dengan telaten dan sabar rutin minum semuanya.

"Bii, kayaknya ummi udah lama g haid, ” suamiku hanya tersenyum, coba periksain mii, tespek" katanya.. Aku terlalu sibuk mengurus suamiku yang sedang sakit, sampai tak sadar, 2 bulan lamanya aku tak datang bulan" “Positif bii…” “Alhamdulillah, zuma punya ade, mudah2an cwe ya miii, mudah2an pas bayinya lahir, abbi udah sehat,” “Abbi pasti sehat sayang…” Terlihat senyumnya yang mengembang dan bersemangat. Semangatnya untuk sembuh begitu besar. Doa pun tiada henti kupanjatkan siang dan malam. Dan malam-malamku selalu ku habiskan dengan bersujud padaNya. Aku mulai rajin mencari semua informasi yang berhubungan dengan kanker lidah, mulai dari makanan, cara pengobatan, bahkan alamat klinik pengobatan alternatif. Semua informasi aku cari melalui internet, koran dan dari rekan-rekan.

5 bulan pengobatan, tapi Allah sepertinya belum memberi jalan kesembuhan dengan cara ini, akhirnya obat herbal aku tinggalkan. Dan akupun mulai ragu, kondisi suami makin memburuk, kamipun mulai putus asa. Aku yakinkan suamiku bahwa ini adalah memang ujian dari Allah, “Bii.. semuanya atas kehendak Allah, bahkan jauh sebelum kita lahir sudah tertulis takdir ini, usia segini abbi sakit, berobat kesana-sini itu semua sudah ada dalam catatan Allah bii. Yang penting sekarang kita jangan lelah berikhtiar dan abbi tetap harus semangat untuk sembuh.” Ia mengangguk perlahan. “Utun lahir, abbi pasti udah sembuh kan mii? Tanya nya "Pasti bii, g ada yg g mungkin kalo Allah sudah berkehendak, utun lahir, abbi udah sehat”. Ia pun tersenyum

Berat badan suamiku mulai turun drastis karena tak ada asupan makanan, sebelum sakit beratnya 65 Kg kini tinggal 40 Kg. Kondisinya makin parah dan puncaknya ketika aku lihat setiap hari suami muntah darah terus menerus. Ia pun terlihat lemas dan sangat pucat.

Januari 2017, aku bawa ke dokter spesialis Onkologi yang ada di tasik. Dokter menganjurkan untuk segera dibawa ke rumah sakit karena hasil HB cuma 5, suamiku mengalami anemia berat. Kali ini aku membawanya ke RS Jasa Kartini tempat dokter itu praktek. 4 labu darah yang sudah masuk ke tubuh suamiku, dokter menyarankan kemoterapi" “Kanker itu pengobatannya 3 rangkaian bu, kemoterapy, radiasi sama oprasi, tanpa itu kanker susah ditangani, apalagi dengan pengobatan alternatif dan herbal yang belum jelas” kata dokternya

“Mii, abbi mau berobat medis az, mau nurut apa kata dokter, mungkin ini jalan kesembuhan abbi” kata suamiku Aku tak bisa berkata2,, baiklah kalo ini sudah keinginannya, aku hanya bisa mengiyakan, semoga Allah memberikan kesembuhan untuk suamiku dengan pengobatan medis.

Hari2 aku lewati, keluar masuk rumah sakit mengantar suami berobat, zuma aku titipkan ke rumah orangtuaku, karena waktuku habis dengan mengurus suamiku, penat rasanya,, hari2 dihabiskan dengan perjalanan dari rumah ke rumah sakit, rasanya melelahkan, apalagi dengan kondisi perutku yang semakin membesar.

dokter mengatakan, “kita hanya bisa memperlambat pertumbuhan kankernya bukan mengobati.” Seolah hitungan mundur kematian itu dimulai. Aku limbung dan hampir tak sadarkan diri, sekuat tenaga aku mencoba untuk tetap tegar “Ya Allah… begitu berat cobaan ini Kau timpakan pada kami” “Ma’afkan ummi, ummi tak mampu menjagamu selama ini…" Serangkaian pengobatan medis dilakukan 7 kali kemotherapi, sampai kemo ke 3, kondisi suami sempat membaik, kemo ke 4,5,6,7… selama itu kondisi suamiku semakin menurun..

“Aku ingin ketenangan aku butuh pertolonganMu ya Robb. Kutumpahkan segala permohonan ini dihadapanMu yaa Allah. Bisa saja dokter memfonis dengan analisanya, tapi Engkaulah yang maha kuasa atas segala sesuatunya. Engkau maha menggenggam semua takdir, sakit ini dariMu ya Allah dan padaMU juga aku mohon obat dan kesembuhannya.”

Segala ikhtiar dan do’a tiada lelah kulakukan tuk kesembuhan suamiku. Malam-malamku kulalui dengan solat tahajud. Kubenamkan wajahku diatas sajadah lebih dalam lagi, tiba-tiba aku merasa tak mimiliki kekuatan apapun, aku berada dalam kepasrahan dan penghambaan yang lemah.

“Robb…Engkau maha mengetahui, betapa segala ikhtiar telah kami lakukan. Tiada menyerah kami melawan penyakit ini, kini aku serahkan segalanya padaMu, tidak ada kekuatan yang sanggup mengalahkan kekuatannMu yaa…Robb, Tunjukkan pertolonganMu, beri kesembuhan pada suamiku Ya..Allah.”

Rangkaian kemoterapi sudah beres, suamiku disarankan melakukan pengobatan lanjutan, sinar radiasi di RS santosa bandung, saat itupun kehamilanku sudah masuk usia 9 bulan, “Bii, maaf ummi g bisa antar abbi ke bdg, abbi sama mamah az ya, takut brojol di jalan, nanti malah repot lagi”. Akhirnya suami pergi melakukan serangkaian pemeriksaan untuk radioterapi, 6 Juni 2017,, hari ke 11 bulan ramadhan, anak yang kedua ku lahir,, tanpa kehadiran abbi nya,, proses melahirkan yang kedua sangat lah mudah dan cepat, alhamdulillah Allah telah memberikan kemudahan dan kelancaran, segera aku vidio call suamiku, dia pun kaget karena tiba2 aku memperlihatkan bayi kecil padanya, “Ummi udah lahiran bii” “Abbi pulang ke tasik sekarang jg mii, pemeriksaan simulatornya udah beres abbi di jadwalin radiasi nya nanti udah lebaran” Pulang lah ia ke tasik, datang dengan raut wajah ceria, alhamdulillah perempuan, “mau abbi kasih nama "Zahabiya Assyifa farid” Emas permata yang menyembuhkan..insya allah dengan lahirnya biya, abbi diberi kesembuhan oleh Allah.

25 juni 2017, saat itu hari raya idul fitri,, tiba2 suami mengeluh sakit kepala, Dan esoknya mengeluh sulit menelan dan sesak nafas, dilarikanlah suamiku ke RS,, dan bayi ku yg baru 2 minggu aku bawa jg, menemani abbi nya di rawat di RS. Pihak RS sempat menolak krn aku membawa bayi, tp karena aku tak bisa meninggalkan keduanya, akhirnya diizinkan, walaupun dengan membuat surat pernyataan bahwa pihak RS tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu pada bayiku..

Saat itu suamiku masih bisa bicara meski dengan suara kurang jelas. Karena tenggorokannya pun sudah menyempit tersumbat kanker, ia sangat kesulitan dalam bernafas. Masuk minumanpun kesulitan, Untuk memasukan nutrisi ke tubuhnya, dokter menyarankan oprasi gastrostomi, oprasi pasang selang dari perutnya, dan mengantisipasi agar tidak tersumbat saluran nafasnya, dokter menyarankan oprasi tracheostomy dileher suamiku. Akupun menyetujuinya meskipun aku tak tega, tapi hanya ini cara yang bisa diambil.

Suamiku pasrah, dia minta aku menemaninya terus menerus, dan aku mengerti.. aku selalu mendampinginya. Tak pernah jauh darinya…“Sebenarnya aku tak tega melihatmu seperti ini bii, leher di bolongin,perut juga bolong, tapi inilah yang terbaik untukmu saat ini.”
Selesai oprasi, bicaranya sudah tak bersuara lagi. Sejak saat itu praktis komunikasi kami hanya dengan isyarat atau terkadang suamiku menulisnya di hp, mengirimkan lewat WA,, Tentu saja hal ini terasa capek baginya. Namun sekali lagi ia terlihat tegar tak pernah aku mendengar ia mengeluh.

Sepanjang proses pengobatan tak hentinya kupanjatkan do’a dan dzikir dibantu dengan beberapa anggota keluarga. Saat itu kondisinya sudah sangat menurun, sakit kepala hebat makin sering terjadi,, hasil pemeriksaan ct scan didapatkan, kankernya sudah menyebar ke otak,, “Ya Allah beri kekuatan pada suamiku…!” Beri kesembuhan melalui ikhtiar selama ini ya Allah..”

Dokter yang menangani nya sudah angkat tangan, ia menyarankan suamiku untuk secepatnya pergi ke bandung untuk melakukan tindakan radiasi, tp karena kondisinya yang semakin menurun, rencana itu kami undur karena menunggu kondisinya membaik dulu..

Namun ternyata seminggu setelah operasi, selang di perutnya mengalami kebocoran, keluar cairan hitam pekat dari lubang di perut bekas oprasi,, “Kenapa lagi ini?…” “Mii abbi mau minta dirujuk az ke RSCM jakarta, disini abbi g sembuh2” kata suamiku.. Saat itupun aku meminta dokter untuk membuatkan surat rujukan ke RSCM Jakarta,, dokter mengizinkan… jam 1 tengah malam mobil ambulan mengantar kan kami berdua menuju Jakarta, ya.. hanya aku sendiri yang mengantar suamiku.. hari mulai terang saat kami tiba disana..

Serangkaian pemeriksaan dilakukan.. kondisinya semakin menurun, tapi masih bisa diajak komunikasi,, diapun mengambil hp dan mengetik sesuatu “Mii, c juve meninggal di rscm kan?” “Iya” “Terus c yana zain jg meninggal mii, nanti giliran abbi ya mii” “Abbi pasti sembuh sayang,” “Mii, kalo abbi meninggal, abbi pengen dikuburin dekat anak2” “Apaan sih bi, jangan ngomong yg enggak2” .. Tak kama kondisinya semakin menurun, memegang hp pun ia tak mampu.. Dia hanya bisa menahan kesakitan yg dirasa,, sambil melirik sesekali ke arahku, sambil berkata,, “sakit mi…” “Sabar sayang.. coba abbi dzikir dalam hati” ..lailahailallah…

Kuhampiri suamiku yang tergolek lemah. Perawat memasang semua peralatan pada tubuh suamiku, entah alat apa saja ini. Kuusap perlahan keningnya, dingin sekali. Tangan dan kakinyapun sangat dingin. Hingga menjelang asar, aku tak diperbolehkan beranjak dari sampingnya, tanganku ia genggam erat. Tak hentinya mulut ini memanjatkan doa.
Tekanan darahnya sangat tinggi, nadi nya pun cepat, menunjukan angka 200 di layar monitornya. Berkali-kali dokter menyuntikkan obat anti sakit namun hasilnya tetap sama tak berubah, suamiku masih mengeluh kesakitan. Dokter memanggilku, perasaanku gelisah tak menentu, campur aduk antara cemas, bimbang dan ketakutan yang amat sangat. Dugaanku benar Dokterpun menyerah.

Melihat kondisinya yang terus menurun dokter memberitahu bahwa kondisi suamiku sudah sangat melemah, secara medis kondisi suami sudah tidak dapat ditolong lagi, lebih baik kita do’akan saja.” Aku benar-benar lemas mendengarnya seluruh badanku gemetar merinding. “benarkah tak ada lagi harapan.” Tiba-tiba aku merasakan ketakutan yang luar biasa. Aku tak mau menyerah, aku tetap membisikan ke telinga suamiku, bahwa ia jangan menyerah, ia pasti sembuh.

“Aku tak mau kehilanganmu bii.” Ku pegang kuat jemarinya, “buka matamu bii kubisikan lembut ditelinganya. Ia hanya tersenyum lemah…
Pukul 16.00, aku disodori surat pernyataan,, kata dokter ini adalah Surat persetujuan untuk tidak dilakukan tindakan apapun jika terjadi apa2 sama suamiku. Akupun pasrah “tak sanggup rasanya hati ini kehilanganmu, aku ingin tetap menatap wajahmu, aku ingin tetap mendampingimu meski dalam ketidakberdayaanmu.”

“Abbi…..inilah yang terbaik yang diberikan Allah buat kita, maafkan ummi, tak bisa menjagamu selama ini. Ummi ikhlas abbi pergi, ummi terima semua dengan ihklas..

Jangan khawatir bii, ummi akan menjaga dan merawat anak-anak kita,” kubisikan lirih ditelinga suamiku.

Dalam setiap rangkaian doaku tak pernah aku mengucapkan kata-kata menyerah “kalo memang hendak Engkau ambil maka mudahkan,” tak pernah aku menyebut kata-kata itu. Aku selalu minta kesembuhan, kesembuhan karena aku memang menginginkan suamiku benar-benar sembuh.

Sepertinya kini aku harus menyerah dan pasrah “Ya.. Robb jika memang Engkau menentukan jalan lain aku ikhlas ya Allah…., mudahkan jalan suamiku untuk menghadapmu dengan khusnul khotimah.”

Kubimbing suamiku menyebut kalimat “LAAILAHA ILLALLAH MUHAMMADUR ROSULULLAH.. Kuulang hingga berkali-kali.. Dua bulir bening tersembul dari sudut matanya. Aku merasakan ia sanggup mengikuti kalimat ini..

Pukul 16.40 ia menghembuskan nafasnya yg terakhir.. “bu, bapak sudah tidak ada.” ujar dokternya. aku tau maksudnya tapi aku masih tak percaya. Kutengok layar monitor yang terhubung ketubuh suamiku. Tak ada lagi yang bergerak disana.

kudekap tubuh lemas suamiku.. ku kecup bibirnya, dan ku usap matanya… “INNA LILLAAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN.” Aku termenung disampingnya tapi tak ada lagi air mata yang keluar. “ummi ikhlas melepasmu bii, Allah telah memilihkan jalan terbaik buat kita.”

Selamat Jalan suamiku Andrie K Farid …… jemput aku dan anak-anak nanti di pintu SurgaNya...

Aku Rindu