Sampaikanlah Kepada Wanita
Keteduhannya dapat menenangkan dalam dahsyatnya hati yang
bergolak. Dia adalah cerminan dari sebuah kebijaksanaan, yang bahkan
lebih dalam dari pada kewibawaan seorang laki- laki.
Keteduhan
itu bisa hadir dari kesabarannya. Jika wanita bisa bersabar menghadapi
dirinya sendiri dan semua cobaan yang datang kepadanya, maka dunia ini
akan tetap baik- baik saja.
Keteduhan itu
bisa hadir dalam lisannya. Lisan mereka adalah ibarat pisau bermata
dua, dia bisa jadi penegak atau penghancur suaminya. Semua tergantung
kepada pilihan yang berakar dari kebijakan hatinya sendiri.
Keteduhan
juga dapat hadir dalam semangatnya. Semangat wanita adalah penguat.
Walaupun dengan kelemahan fisik, namun keteguhan jiwa wanita dapat
mengubah dunia dari kegelapan menjadi penuh cahaya, meleburkan
keputusasaan menjadi niat yang tangguh, bahkan mampu untuk memindahkan
gunung sekalipun.
Keteduhan juga hadir
pula dalam kelembutannya. Lembutnya wanita adalah refleksi dari
keagungan dan kasih sayang Allah, yang muncul di dunia. Ya, dimana lagi
tempat berteduh yang lebih hangat di dunia ini, selain dalam dekapan
ibu?
Keteduhan itu hadir dalam
ketaatannya. Taatnya dia kepada Allah, mengantarkannya menuju tempat
yang indah, namun akan sangat masih asing bagi mata manusia, yaitu
surga. Taatnya kepada sang suami akan menjauhkan cacat harga diri
seorang laki- laki, dan menjadikan wanita sebuah simpanan yang terbaik,
bahkan dari yang pernah ada.