Nov 10, 2015

Pembohong Itu Takut Dibohongi

Seorang pembohong sangat takut dibohongi dan mencurigai semua orang di sekitarnya akan membohonginya. Sedangkan seorang yang jujur akan selalu merasa semua di sekitarnya jujur padanya. Seorang yang jahat paling takut dijahati dan mencurigai semua orang di sekitarnya akan berbuat jahat padanya, sedangkan orang baik selalu beranggapan semua orang akan selalu berbuat baik padanya.

Lalu, dari kalimat di atas bagaimana Anda bisa mendeteksi pembohong dan orang Jujur? Mari kita lihat. Saat Anda berinteraksi dengan seseorang, Ketika Anda mengatakan sesuatu maka dia mengatakan “Kamu bohong ya, aku gak percaya ” Karena dia takut dibohongi sedangkan orang jujur akan selalu percaya dengan apa yang Anda katakan, jikapun kelak dia tahu berbohong maka dia akan memaafkan dengan menganggap orang itu khilaf.

Cara ini bisa dilakukan para jomblo yang ingin menemukan pasangan hidup TERBAIK, Ketika Anda berbicara dengan calon pasangan Anda dan kemudian dia tidak mempercayai Anda padahal Anda sudah mengatakan apa adanya maka sesungguhnya calon Anda yang tidak bisa dipercaya atau cendrung berbohong. Jadi, sebaiknya jangan diteruskan proses perkenalan (ta’aruf) Anda. Kalimat yang paling mudah diterka dari seorang yang nanti akan berkhianat kepada Anda adalah “Kamu jangan macam-macam saat aku gak bersamamu” maka sesungguhnya yang berpesan seperti inilah yang akan bermacam-macam ketika Anda sudah menjaga diri untuk tidak berkhianat.

Apa faktor penyebabnya? Karena setiap manusia memiliki egoisme dan perlawanan terbaik dalam hidup adalah melawan egoisme (hawa nafsu) hanya saya yang boleh orang lain tidak boleh. Coba Anda perhatikan ilustrasi berikut ini, ketika Anda membuka foto yang beramai-ramai dan di sana ada Anda salah satunya maka saya pastikan maka Anda akan mencari dan menemukan Anda terlebih dahulu daripada orang lain. Itulah egoisme yang paling sederhana dapat dilihat.

Penulis hanya ingin memperlihatkan bagaimana “Egoisme” itu berproses. Maka Nabi SAW berpesan bahwa perang yang paling besar adalah perang melawan hawa nafsu. Dikisahkan di Bali terjadi pembunuhan, seorang suami membunuh istrinya padahal sedang “Honeymoon”. Ketika itu pasangan ini datang dari Jakarta menuju Bali untuk berbulan madu, mereka merencanakan menetap di Bali selama tiga bulan lamanya untuk menikmati masa-masa indah. Tiba-tiba sang suami mendapatkan pesan penting dari kantornya dan harus masuk kerja untuk menyelesaikan urusannya. Sang suami meminta istrinya untuk tetap tinggal di Bali menunggu kedatangannya, karena dia hanya dua hari di Jakarta.

Pagi itu Sang Istri berpesan “Mas.. Jangan macem-macem ya di Jakarta, jangan tergoda dengan cewek lain, awas Lho….”, Sang Suami pun pergi karena tugas kantor yang mendesak walaupun sedikit mengganggu bulan madunya. Dia mengecup kening istrinya dan berangkat.

Entahlah, Apa yang membuatnya ingin kembali ke Villa yang disewanya itu, setelah dia sampai di Bandara dan sebentar lagi berangkat. Sang suami memutuskan kembali untuk ke Villa di mana sang istrinya berada. Alangkah terkejutnya sang suami saat mendapatkan sang istri sedang “bercinta” dengan pria lain yang sangat dimungkinkan selingkuhannya. Dia mendengar desahan-desahan aneh dan darahnya memuncak, padahal baru pagi tadi Istrinya berpesan “Mas.. Jangan macem-macem ya di sana, Mas jangan tergoda cewek lain…” Tetapi justru istrinya yang melakukannya, istri yang baru dinikahinya beberapa hari itu.

Pembunuhan itu pun terjadi.

Jadi, Anda mulai memahami bagaimana Psikologi Komunikasi. Semoga bermanfaat dan jadilah orang jujur dan baik hati dengan mengalahkan egoisme diri, karena kehebatan Anda terdapat pada bagaimana Anda mampu mengalahkan hawa nafsu yang selalu menggoda Anda untuk berbuat salah.


Kisah Seorang Suami yang Begitu Setia Kepada Istrinya

Suami adalah pemimpin kepada keluarganya dan isteri pula adalah penasihat terbaik bagi suaminya. Selain itu isteri juga memberikan ketenangan dan tempat mengadu kasih, mengadu masalah, bermanja-manja dan keperluan-keperluan emosi lain oleh suami.

Dari Ibnu Umar r.a : Rasulullah saw bersabda, “Dunia ialah kesenangan. 
Sebaik-baik kesenangan dunia ialah perempuan yang solehah.” [1410] Sahih Muslim

Berikut adalah kisah tentang Suami yang begitu setia terhadap istrinya yang begitu dia cintai,

Perkawinan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum juga dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak. Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran.

Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai sang suami- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Betapa besar hati sang suami,  sifatnya menggambarkan teladan yang sebagaimana hadist:

Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Seorang mukmin yang paling sempurna imannya adalah orang yang paling baik budi pekertinya, dan sebaik-baik kalian adalah yang paling baik pada isterinya.” [1162] Hasan Sahih. Riwayat Al-Tirmidzi

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai suamiku, saya telah bersabar selama Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”.

Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”.Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Sang suami tidak pernah marah ataupun memukul sang istri, karena seperti hadist dibawah ini:

Dari Muawiyah Al-Qusyairi r.a : “Saya mendatangi Rasulullah saw, aku bertanya, ‘Nasihat apa yang akan engkau katakan (yang harus kami lakukan) terhadap isteri-isteri kami?’ Rasulullah saw menjawab, “Berilah mereka makan dari apa-apa yang kalian makan, dan berilah mereka pakaian dari apa yang kalian pakai. Janganlah kalian memukul mereka dan jangan pula mencaci mereka…” [2144] Sahih Abu Daud

Dari Aisyah r.ha, ia berkata : “Rasulullah saw tidak pernah memukul seorang pun dari pembantu beliau dan tidak juga isteri dan Beliau tidak pernah memukul apa pun dengan tangan Beliau.” [1627] Sahih Ibnu Majah

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal.Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”.Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”.“Haah, pergi?”. Kata sang istri.“Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri.

Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Begitu besar cintanya dia kepada istrinya, sebagaimana hadist yang diterangkan ini:

Dari Ibnu Abbas r.a : Nabi saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada isterinya, dan aku (Nabi saw) adalah orang yang paling baik di antara kalian kepada isteri ku.” [1621] Sahih Ibnu Majah

Dan subhanallah …Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan.

Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.Hamper saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

Semoga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita, terimakasih. Wassalam

Nov 9, 2015

Pekerja Pagi Menginspirasi

Ayam belum tersadar untuk bernyanyi

Sang mentari masih sibuk di bagian lain Bumi

Sebagian manusia masih terlelap keindahan mimpi

Kabut dan embun masih elok menari

Pekerja-pekerja pagi memulai hari

Melawan kantuk yang melingkari

Melupakan kegalauan sementara

Yang dituju pada kenikmatan Hidup yang setara

Kehidupan baru dimulai sebelum yang lain memulai

Mengais rezeki dalam dengan cara yang gemulai

Meski kadang ada yang sumbing berujar

Tetap bekerja daripada membalas dengan menampar

Pekerja-pekerja Pagi menerobos kemalasan

Kemalasan dalam aktivitas memuliakan diri

Diri yang terbaik hingga dikenal saat jadi batu nisan

Batu nisan yang tak hanya diam membisu sendiri

Pekerja-pekerja pagi memang tak seelok pekerja siang

Melawan gelisah pagi dengan lantang

Bukan hanya berkutat dalam rantang

Namun semangat menyambut tiba siang

Untuk mereka Pekerja Pagi yang semangatnya menginspirasi

Selamat bekerja semua...

Setetes Embun Cinta Mas Paijo

"Semalam tadi aku tidur lebih awal dari malam-malam sebelumnya, yaa karena rasa lelah yang mendera ragaku terasa semua tuluang tulang mau lepas''

''Berharap tidur lelap dan mimpi indah bersamamu sehingga bangun pagi badanku terasa bugar dan lebih fresh''

''Yaa aku memang terlalu lelap tidur,tapi seperti biasanya sebelum mata terpejam pikiranku melayang,anganku berterbangan bagai kunang kunang''

''Terlintas Jingga yang terburu-buru pergi senja tadi, Sunyi membuncah kesemua ruang di hatiku''

''Dan seperti biasanya dini hari aku terbangun dan cukup lama menikmati'sunyi dipertigaan malam, karena aku merasa tadi malam aku sudah menikmati tidur cukup lama, dan akirnya aku bisa berlama-lama mesra dalam sujudku"

''Sampai pada waktu adzan subhuh aku hirup udara pagi yang segar dalam-dalam dan menembus jantung dan paru-paruku, embun pagi begitu sejuk''

''Dan aku berharap cintamu padaku sesejuk tetesan embun pagi yang akan membasuh seluruh kepekatan hati ini''

''Aku'berharap setetes embun cintamu mampu membangkitkan kerapuhan jiwaku''

''Semoga sunyi selamanya jadi milik Jingga hingga mata ini terpejam selamanya''

''Aku kan tetap mengharapi tetesan embun cintamu setiap pagi setiap hari di sisa hidupku''

''Saat orang orang bergelimang kemewahan, bagiku kemewahan ku adalah saat kebersamaan kita dalam berbagi segala rasa, dan cintamu adalah kekayaan' bagi jiwaku, keindahan yang membuatku bahagia''

''Setetes embun bening itu adalah cinta mas paijo"

Selamat pagi mas paijoku sayang....

Nov 8, 2015

Saya Ingin Sampai Tua Bersamamu

Semua rumah tangga memiliki medan juangnya masing-masing. Memiliki problematika dan ujiannya sendiri-sendiri. Sesuatu yang tak tampak dari luar, tapi mereka hadapi dengan susah payah.
 
Kehidupan pernikahan setelah memiliki anak, mengalami banyak sekali perubahan. Suka atau tidak , hal itu memengaruhi hubungan kita dengan pasangan kita.
Anak sakit, rewel, bertingkah ini itu. 

Seorang konselor perkawinan berkata,
“Anak adalah alasan nomor satu bagi para orang tua untuk menomorduakan perkawinan,” Ia juga menambahkan, “Padahal kalau punya anak, Anda harus mengutamakan perkawinan lebih dulu, karena memiliki hubungan yang baik adalah hadiah seumur hidup yang bisa Anda berikan kepada anak-anak.”
Pasti akan ada saat-saat di mana kita dan juga pasangan merasa lelah, merasa berbeda, merasa jenuh dan perasaan-perasaan negatif lainnya yang dapat mempengaruhi apa yang kita rasakan terhadap pasangan.

Akan ada saat-saat di mana kita merasa bahwa pasangan kita bukan lagi dirinya yang dulu kita kenal ketika janji itu terucap. Di mata kita, dia berubah menjadi orang yang sama sekali asing bagi kita.

Di titik ini, cinta bisa mulai meredup hingga akhirnya sirna dan menghilang begitu saja. Namun apa yang membuat pernikahan tetap kuat menghadapi terjangan badai ujian kehidupan?
Komitmen.

Komitmen adalah landasan sebuah hubungan. Janji yang disepakati ketika kita memutuskan untuk menikah dulu. Karena cinta bisa pudar seiring berlalunya waktu, namun komitmen menjaganya tetap solid dan utuh, insya Allah.
Apa komitmen kita saat bersedia menyatu dalam ikatan perkawinan dengan seseorang itu? Kembali kepada tujuan awal kita menikah.

Jika kita menikah hanya untuk meraih tujuan-tujuan dunia, maka tidak heran jika kita mudah lelah dalam menggapai tujuan pernikahan. Takkan mungkin habis dunia dikejar. Dunia adalah tempat berlelah-lelah, bukan tempat peristirahatan yang sebenarnya.

Maka ketika tujuan itu tidak kunjung tercapai, pelariannya adalah dengan menabrak larangan-larangan Allah. Selingkuh, korupsi, kekerasan dalam rumah tangga, maksiat demi maksiat.. yang mungkin akan berujung pada perpisahan, perceraian.

Lain halnya jika kebersamaan di akhirat adalah tujuan utamanya. Saling bersinergi untuk mewujudkan sakinah dalam rumah tangga. Saling mengingatkan jika ada yang khilaf dan terlupa. Saling melengkapi, bukan saling menuntut dan mencari perbedaan satu sama lain.

Family is A Teamwork
Keluarga, idealnya adalah satu tim yang kompak. Jika yang satu marah, yang lain meredakan. Jika yang satu goyah, yang lain menguatkan. Jika yang satu mulai kehilangan arah, yang lain mengingatkan. Jika yang satu sedang susah, yang lain mengulurkan tangan, bukan malah pergi meninggalkan.
Jika yang satu sedih dan menangis, yang lain merengkuhnya dalam dekapan sayang.

Menikah juga tentang penerimaan. Menerima hal-hal yang tidak bisa diubah. Menerima pasangan seutuhnya, satu paket dengan kelebihan dan kekurangannya, sambil terus saling berusaha memperbaiki diri.

Menikah.. bukan hanya soal menyatukan dua hati dalam satu ikatan yang halal. Menikah bukan hanya tentang punya anak, membesarkan mereka, menyekolahkan dan mengantarkan mereka ke gerbang pernikahan. Menikah bukan sekadar impian untuk memiliki rumah, mengembangkan usaha bersama atau menabung untuk hari tua.

Pernikahan adalah perjalanan. Perjalanan menuju bahagia yang lebih kekal. Karena kebersamaan di dunia ini sangatlah sebentar. Tak banyak waktu tersisa untuk berbagi bahagia dengan ia yang kita cinta.

Kita Akan Terus Bersama

Melalui lembar daun talas
Setetes air itu membasahi bumi
Memeluk erat dan terserap
Terus kedalam
Bergabung dengan perkumpulan dalam dasar
Itulah cinta yang kuterima darimu
Berawal dari sekedip mata
Hingga sampai lautan asmara
Biarlah cinta ini terus mengalir
melewati derasnya sungai
atau tenanng sebuah embung
Abaikan seonggok buih
yang menutup kebersamaan
Karena ia akan terhapus oleh kerinduan
Acuhkan karang pemisah kebersamaan
karena ia pun akan terhapus waktu
Dan selama cinta terus mengalir
Kita akan terus bersama.

Selamat pagi mas paijo...

Cintailah Pasangan Anda


Sepasang suami istri adalah dua jiwa yang terbelah kemudian menyatu. Hal itu menandakan jika salah satunya hilang, maka diibaratkan jiwanya sudah tidak lagi utuh. Sepasang suami istri diibaratkan tempat bercocok tanam dan penanamnya, diharapkan adanya benih yang kelak tumbuh menjadi generasi. Kaitannya dengan hal itu, terdapat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 223 berikut ini:

”Istri-istrimu adalah ( seperti ) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah ( amal yang baik ) untuk dirimu sendiri, dan bertakwalah kepada Alloh, dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemuiNya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman”.

Setiap tindakan baik suami istri untuk saling menyenangkan dihitung ibadah. Selain dampak baiknya adalah keluarga menjadi harmonis. Subhanallah, betapa agama Islam sungguh indah, menjadikan sebuah aktivitas yang menyenangkan sebagai ibadah. Ibadah yang nantinya sebagai investasi akhirat kita.

Jika anda seorang istri, kapan terakhir kali anda jatuh cinta pada suami? Jika anda seorang suami, kapan terakhir kali anda jatuh cinta pada istri? Kalau kita hanya jatuh cinta pada awal pernikahan saja, hal itu masih sangat kurang. Jatuh cintalah yang berulang kali dan setiap waktu padanya. Jadikan hari-hari yang dilalui dalam keluarga dengan penuh cinta. Tak masalah jika pagi berpisah karena sama-sama kerja, kemudian siangnya bilang kangen. Kadangkala menggombal yang sesuai kadar juga diperlukan, namun jangan terlalu sering menggombal.

Seperti mas paijoku sayang tidak mengenal waktu, kapan saja selalu bilang i love you dan kangen. Kata-kata pujian buat saya selalu ditulis di pesan bbm, meskipun gombal dikit tapi saya suka haha..., gombalnya mas paijo gak lebay kalee. 

Dan ketika saya dan mas paijo sudah beraktifitas di luar rumah dari pagi sampai sore, kita pasti menyempatkan untuk tlp dan ngobrol, seakan kita masih pacaran dan tidak bertemu lama, waktu senggang kita ngobrol ngalor ngidul, sebenarnya obrolanya gak penting-penting banget sih, di obrolin waktu bertemu di rumahpun bisa, tapi asyiknya emang di situ, tetap ada komunikasi dan apapun bisa jadi obrolan dengan pasangan tersayang.

Saya dan mas paijo tipe apapun di obrolkan, orang bilang gak penting sekalipun tapi bagi saya dan mas paijo tetap penting, apa yang saya lakukan saya pasti cerita ke mas paijo, tidak ada yang saya simpan sedikitpun, masalah baik dan tidak saya tetap sampaikan dan menjadi obrolan dengan pasangan saya mas paijo, karena disitulah keterbukaan menjadi suatu hal yang utama dan menjadi terbiasa di kehidupan saya dan mas paijo.

Nah sekarang coba anda agendakan waktu misalnya hanya setahun sekali, sehari saja berdua untuk mengulang masa bulan madu, tanpa anak-anak tentunya. Walaupun usia pernikahan sudah tua, namun bumbu-bumbu cinta itu harus terus tetap muda agar keluarga bahagia. Jadi, cintailah pasangan Anda, karena pasangan anda yang terbaik.

Aku Rindu