Jul 10, 2015

Mas Paijo Jatuh Cinta Yang Ke Sepuluh

Ceritanya nich semalam saya lagi sendirian dan asik menulis seperti biasa, mas paijo lagi diluar kota, tiba-tiba saya dikejutkan dengan bunyi bbm, langsung aku lihat dan aku buka ehh... dari mas paijoku sayang, langsung saya baca.

"cintaku, sayangku, pujaanku aku kangennnn..., hatiku kangen banget nich, kangen sama cintaku yang ayu, duhh kenapa sih koq begini amat hatiku"

Saya yang lagi konsen menulis menjawab sekedarnya, dan masih lempeng didepan laptop.

"duhh kenapa juga sih mas, baru sehari saja sudah rempong amat dech ahh..." Saya jadi bingung sendiri.

Pada akirnya saya masih saja melanjutkan menulis, saya masih tidak mengerti, balasnya beberapa saat kemudian. 

Mas paijo bbm lagi, "aku jatuh cinta sama ning, gimana nich ning, aku jatuh cinta banget malam ini" 

Sepontan dengan membaca pesan dari mas paijo saya ketawa sendiri, kaget, lucu, serasa baru jadian gitu sih.. 

"Duh mas malam-malam jangan bikin ketawa dech ahh"..., sambil ketawa saya balas pesan mas paijo, "Ya udah mas paijo bobo aja biar cepet ganti besok harinya yaa..."

Mas paijo masih balas lagi pesan dari saya "rasanya aku jatuh cinta sama ning yang ke sepuluh nich" 

Saya baca kaget dan membalas "koq ke sepuluh? yang ke sembilan, delapan tujuh dan selanjutnya siapa loh? 

Saya bertanya dengan penasaran, mas paijo menjawab lagi.

"Yang ke sembilan sama ning, yang ke delapan sama ning, yang ke tujuh jg sama ning dan selanjutnya juga sama ning, pokoknya semua sama ning dech..hehe..." 

Ihh mas paijoku sayang so sweet dech ahhh....I love you mas paijoku sayang...hehe...

Ya begitulah mas paijo, tiada hari selalu mengucapkan kata I love you, dan selalu mengatakan, jatuh cintalah dengan orang yang sama setiap hari, itu akan membuat hati kita bahagia dan rasa syukur yang tak terhingga..., I love you Indrajied.....

Bagi saya, jadilah wanita yang selalu di sayang dan di cintai pasangan. Pancarkan kecantikan fisik dan kecantikan hati hanya untuk pasangan tersayang, biarkan dia mengetahui betapa istimewanya anda.

Dirimu Adalah Cerminan Jodohmu

Banyak diantara kita yang sebelum menikah, menginginkan pasangan yang kriterianya seperti ini dan seperti itu. Bagi yang telah menikahpun, pasti masih menyimpan sebuah harapan pada pasangannya. Harapan agar pasangannya seperti yang ia idamkan. 

Salahkah jika kita menetapkan kriteria atau berharap pasangan saat ini sesuai dengan apa yang kita inginkan? Tentu tidak, selama hal itu masih dalam koridor syari’at dan apa yang ia harapkan mampu di penuhi oleh pasangannya. Bagaimana jika harapan itu terlalu tinggi hingga sulit dipenuhi? 


Seandainya kita tahu, tidaklah Allah memasangkan kita melainkan dengan yang sekufu juga. Bukankah Allah telah berjanji dalam firman-Nya?
“ Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula) .” (An Nuur: 26)
Jika kita mengharapkan pasangan yang rajin menuntut ilmu, sudahkah kita aktif mendatangi majelis-majelis ilmu? Jika kita mengidamkan pasangan yang halus tutur kata dan perangainya, sudahkah kita sendiri santun dalam berucap dan berbuat? 

Jika kita mengharapkan pasangan yang rapat menjaga hijab dan kehormatannya serta menundukkan pandangannya dari lawan jenisnya, sudahkah kita menerapkan hal yang sama pada lawan jenis kita? 

Sungguh jika kita sadar, ketika mengharapkan pasangan dengan segudang kriteria dan kelebihan.. Cobalah bertanya pada diri sendiri, “Sudahkah saya cukup baik untuk mendapatkan yang demikian?”. 
 
Ketika kita memimpikan pasangan yang 100% sesuai dengan harapan kita.. Jujurlah pada diri sendiri, “Sudahkah saya memenuhi harapannya akan kriteria pasangan ideal, sempurna 100%?” 
 
Bukan berarti mengharap mendapat pasangan yang lebih baik itu terlarang. Yang jadi ganjalan adalah ketika kita muluk-muluk memimpikan si dia yang serba sempurna tanpa cela.. sudahkah kita berkaca? Sudahkah kita melihat pada diri sendiri. Mengukur dan menakar. Pantaskah kita mendapatkan si serba sempurna sementara kita sendiri.. jauh dari kata sempurna? 

Tidak ada yang salah dengan bermimpi. Asal tetap menjejak pada realita. Jangan sampai mimpi kita justru menghalangi kita untuk bersegera menikah. Karena terlalu sibuk mengejar yang sempurna sehingga melupakan yang biasa namun lebih mampu menjaga kita dari fitnah. 

Atau bagi yang telah menikah, harapan itu menghalangi kita dari rasa syukur akan hadirnya pasangan yang Allah anugerahkan dalam hidup kita. Terus menuntut pasangan sesuai dengan keinginannya. 

Jadi, teruslah berusaha, memperbaiki diri dan tak putus berdo’a.. Agar diberikan yang shalih/ah dan menentramkan. Yang terbaik untuk menemani menjalani hari-hari, mewujudkan rumah tangga penuh sakinah di bawah limpahan rahmat-Nya.
“ Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya ”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)
Karena sesungguhnya jodohmu… adalah cerminan dirimu.

Jul 9, 2015

Belajar Diam

Menurut saya, “mendengar” di zaman sekarang adalah sebuah keahlian yang keren. Mengapa? Ya karena tidak semua orang bisa melakukannya dengan baik.

Dimana-mana orang lebih suka berlomba-lomba untuk pintar bicara, bukan pintar mendengar. Orang lebih senang berkoar-koar mengutarakan pendapatnya yang ia pikir lebih benar , dibanding duduk tenang dan mencoba mendengar satu demi satu masukan yang mungkin saja bisa bermanfaat bagi dirinya.

Orang sekarang lebih senang berbicara panjang lebar dibanding diam sejenak, memberi ruang pada orang lain untuk berkata. Sibuk mengeluarkan rentetan kalimat-kalimat pamungkas miliknya, tapi tuli dengan jeritan hati orang-orang di sekitar mereka.

Jumlah orang pintar sekarang semakin banyak. Membuat saya kemudian berpikir keras. Apakah mereka benar-benar pintar? Atau cuma mau terlihat pintar dengan sibuk bicara banyak ? Entah.

Bicara seperlunya, mendengarlah lebih banyak. Dengan mendengar, hati bisa lebih baik bekerja. Ketika lidah tak banyak berkata-kata, pikiran jauh lebih mampu menangkap situasi, hati jauh lebih peka membaca hikmah.

Sebab diam adalah emas. Maka jika memang bicara, usahakan yang keluar adalah permata, bukan racun - apalagi hanya sebagai pemuasan ego diri untuk terlihat ‘pintar’

Seandainya Saja

Mari berandai-andai, perihal sesuatu tentang hidup yang apabila manusia miliki pastilah akan sangat menguntungkan sekali. Banyak hal yang sebetulnya manusia butuhkan tetapi ketersediaannya memang berbatas. Mungkin yang tepat bukan berbatas, tetapi memang sudah ada bagian masing-masing.

Kekayaan, materi, tak semua orang memiliki. Sebagai bukti, adanya sebutan miskin dan kaya. Sebagaimana yang kita tahu bahwa Sang Pencipta menganugerahkan masing-masing rezeki pada umatnya sesuai dengan “porsi”.

Banyak hal yang sering terlupa. Banyak hal yang terkadang dianggap tak berlaku. Banyak hal yang terkadang dipandang sebelah mata.

Perkataan, perbutan tak bisa ditarik. Apabila sudah dikeluarkan maka tak akan bisa dikembalikan. Itu sebab manusia harus berhati-hati. Bahwa sakit hati adalah penyakit yang penyembuhannya memakan waktu. Ketika salah berbuat, salah berkata, maka akan membekas.

Meresahkan sesuatu, hal itu merupakan yang akrab dengan sehari-hari manusia. Dalam keadaan bagaimanapun, selalu akan ada sebuah keresahan yang seperti membayang di dalam ingatan. Sebaiknya resahlah untuk sesuatu yang memang perlu.

Sebuah keresahan yang menghuni pikiran ialah justru yang seharusnya membuat manusia lebih bersyukur. Sebab masih akan ada rencana, yang setidaknya bisa membuat manusia masih fokus dengan diri. Yang bahaya adalah ketika sudah tidak ada keresahan dalam diri, menjalani hidup tanpa tujuan, luntang-lantung tanpa ambisi apapun.

Seandainya manusia mampu merasa cukup, mampu bahagia tanpa merasa kurang, apakah semesta masih akan berputar?
Seandainya saja.

Untukmu Mas Paijo Lelaki Paling Hangat..

Mas paijoku sayang, kau yang paling tahu aku benci bangun pagi.
Sesaat sebelum terang itu waktu paling menyenangkan untuk meneruskan mimpi.
 
Dingin embun semakin membuatku tak ingin terusik burung-burung yang kadang teralu berisik.
Tapi, pagi di sampingmu aku suka banget. 
Aku tak rela kau bangun mendahuluiku dan membuatku kehilangan pemandangan pagi favoritku.
 
Iya, wajah tidurmu mas paijo.
Ihh..., gemes dech lihatnya..., wajah penuh kasih sayang.
Pagiku yang ada di sampingmu seperti membawa mimpi masuk ke alam nyata. 
Memaksa harapan-harapan lahir kembali setelah hitam malam mematikan mereka satu persatu. 
Pagiku yang bersamamu, memberiku kekuatan untuk menerjang gersang siang yang kadang lebih garang dari preman. 
Aku siap menaklukkan hari ini.

Terima kasih mas paijoku sayang, kau, matahariku.
Aku, penikmat pagi, penikmatmu.

Jul 8, 2015

Bertahan

Arus kehidupan yang mengalir deras, kadang membuat kita tak dapat menahan emosi dan keinginan

Ingin mengambil semua, ingin mendapatkan semuanya. Tak dapat menahan nafsu akan sesuatu. Tak dapat menahan emosi yang sedang mengalir maupun keinginan yang begitu ingin untuk diraih

Namun kadang tak semua harus diperoleh saat itu juga kan?
Kadang kita diminta untuk menahannya, karena butuh waktu yang tepat untuk meraihnya ataupun mendapatkanya


Seberapa kuat kita menahannya?
Seberapa bisa kita bertahan dari derasnya godaan-godaan di luar sana yang mungkin akan menganggu tujuan awal ?


Bertahanlah jika arus tersebut akan mengantarmu pada gelap
Bertahanlah dari godaan-godaan yang akan menghancurkanmu


Buatlah benteng yang kokoh untukmu bertahan agar kuatnya arus kegelapan tak membuatmu goyah dan ikut terbawa arus yang salah

Bahagianya Di Cintai Mas Paijo

Bahagianya dicintai mas paijo, aku adalah perempuan yang paling beruntung. Dicintai dan mencintaimu. Bahagialah, sebab bahagiamu adalah sebagian dari doaku.

"Aduhh..., kenapa semakin hari aku semakin mencintaimu ya ning..., setiap hari aku selalu jatuh cinta denganmu",ucapan mas paijo sambil menghela nafas dalam dan panjang, seperti habis di kejar setan, aku yang mendengarnya serasa melayang-layang gitu sih, didalam hati serasa ada gempa, sambil senyam-senyum ala cuek pura-pura tidak memperhatikan, "Ihh ning pasti kalau aku ngomong gitu gak di respon dech,"kata mas paijo serasa kesel gitu, "Lah yo piye to mas, aku opo yo ngerti, aku dudu malaikat sampeyan takoni, terus piye nek aku jawab," (lah gimana sih mas, aku juga gak tau, aku juga bukan malaikat koq ditanyain, terus bagaimana aku menjawabnya) dengan jawabanku begitu, mas paijo hanya senyum dan terlihat wajah merona bahagia dan memelukku dengan mesra, seolah tidak ingin aku pergi dari dekapanya.

Sebenarnya bahagia atau tidaknya hidup seseorang itu, bukan ditentukan oleh seberapa kayanya, seberapa banyak uang yang dimilikinya, tenarnya, cantiknya, gantengnya, kuasanya, sehatnya atau sesukses apapun hidupnya. 
Tetapi yang bisa membuat seseorang itu bahagia adalah dirinya sendiri.
 
Mampukah ia mau mensyukuri semua yang sudah dimilikinya dalam segala hal… “Kalau kebahagiaan bisa dibeli, pasti orang-orang kaya akan membeli kebahagiaan itu. Dan kita akan sulit mendapatkan kebahagiaan karena sudah diborong oleh mereka.” . “Kalau kebahagiaan itu ada di suatu tempat, pasti di belahan lain di bumi ini akan kosong karena semua orang akan ke sana berkumpul di mana kebahagiaan itu berada .” Untungnya kebahagiaan itu berada di dalam hati setiap manusia. Jadi kita tidak perlu membeli atau pergi mencari kebahagiaan itu.

Yang kita butuhkan adalah Hati yang Bersih dan Ikhlas serta Pikiran yang Jernih, maka kita bisa menciptakan rasa “Bahagia” itu kapan pun, di manapun dan dengan kondisi apapun.” Ternyata Kebahagiaan itu milik orang orang yang pandai bersyukur ☺ .

Aku Rindu