Jun 11, 2015

Semua Wanita Memang Cantik

Pada dasarnya semua wanita cantik, tergantung selera dan cara pandang lelakinya.

Sesuatu yang menurut saya cantik, tapi menurut teman saya mungkin biasa saja. Bagitu pula saat teman saya menceritakan kecantikan seseorang, bisa saja menurut saya biasa saja.

Cantik rupa memang nyata tapi cantik hati lebih terasa.

Ada pula seorang wanita yang mungkin kalau dilihat dari rupa biasa saja. Tapi dengan kecantikan hati, ketaatan pada Pencipta, kelembutan tuturnya, membuat dirinya jadi istimewa.

Dan perlu diingat, yang istimewa bisa saja mengalahkan yang sekedar cantik rupa. Karena yang istimewa pastilah dipilihkan juga yang istimewa.

Suatu hari kau pasti akan menemukan seorang lelaki yang terus memujamu, setiap waktu, bahkan saat kau sendiri merasa dirimu biasa saja.

Yang saya pahami sampai saat ini, jika cinta hanya mementingkan rupa itulah tanda betapa dangkalnya ia memaknai cinta. Penampilan itu memang penting, tapi bukan serta merta yang terlihat wah pasti memikat, tidak. Justru yang tetap terlihat cantik dalam kesederhanaan bisa jadi lebih melekat di sini, di hati. Buat dijadikan istri, menemani langkah menuju Ridho Ilahi.

Karena yang cantik, tidak semua dibarengi dengan paket menarik.

Jun 10, 2015

Kehidupan

Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa.

Pilihan Sederhana

Bila dihadapkan pada pilihan, apakah anda memiliki untuk sehat, makmur, punya banyak teman, dan bahagia, ataukah anda memilih hidup miskin, sakit-sakitan, dibenci, dan sengsara…? Pilihan ini tentu gampang. Semua orang tentu akan mengambil pilihan pertama tanpa pikir panjang.

Tapi mengapa yang ada dalam pilihan pertama tidak seluruhnya hadir dalam kehidupan anda…? Adalah kenyataan, bahwa sebenarnya anda punya pilihan, tetapi tidak diberikan sekaligus seperti yang ada di awal tulisan ini. Pilihan itu melainkan diberikan secara bagian per bagian dalam setiap sisi kehidupan anda. Hari demi hari, saat demi saat – semua yang anda pilih dalam hidup sebenarnya adalah bagian dari pilihan di atas. Dan pilihan andalah yang menjadi kenyataan hidup anda.

Pilihan-pilihan sederhana yang anda buat, yang mungkin anda anggap sepele, akan membentuk jawaban besar. Pilihan-pilihan sederhana ini yang mempengaruhi hidup anda. Di sepanjang jalan kehidupan, anda akan terus berhadapan dengan pilihan-pilihan sederhana, untuk itu tetaplah fokus pada arah mana tujuan hidup anda bergulir. Buatlah pilihan yang tepat – sekalipun sederhana – karena hidup anda akan ditentukan oleh pilihan-pilihan yang anda buat…

Apa yang Istimewa Dari Seorang Wanita?

Seorang anak yang sudah remaja bertanya pada ayahnya.
 
Anak : “Ayah, mengapa seorang wanita itu sangat mudah menangis?”

Ayah : “Seorang wanita itu mudah menangis karena Allah menciptakan bahu yang cukup kuat untuk menopang dunia, namun harus cukup lembut untuk memberi kenyamanan!”

Anak : “Menopang dunia?”

Ayah : “Iya, karena wanita memiliki peranan sangat penting di dunia ini!”

Anak : “Bisa ayah jelaskan apa yang istimewa dari seorang wanita?”
Ayah : “Allah memberikan kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak, dan menerima penolakan yang sering datang dari anak-anaknya. Allah memberi kekerasan untuk membuatnya tegar saat orang lain menyerah, namun dia mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh.”


Anak : “Seistimewa itu yah.?”

Ayah : “Bukan hanya itu, Allah juga memberikan kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan. Bahkan ketika anak-anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya.”

Anak : “Ternyata wanita itu sungguh luar biasa ya, ayah?!”

Ayah : “Masih ada lagi keistimewaan yang dimilik seorang wanita.”

Anak : “Apa itu yah?”

Ayah : “Allah memberinya kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalan dan melengkapi tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya. Allah memberi kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa suami yang baik tak akan pernah menyakiti istrinya. Tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada di sisi suaminya tanpa ragu.”

Anak : “Lalu bagaimana dengan lelaki?”

Ayah : “Lelaki harus membuat wanita merasa nyaman dan terlindungi saat berada disampingnya. Jangan pernah membuat hati wanita terluka, jika lelaki berniat mempermainkan wanita, ingatlah pengorbanan wanita yang telah melahirkannya.”

Kisah Pria dan Wanita

Ada sebuah kisah tentang penciptaan pria dan wanita. Pada saat Sang Pencipta telah selesai menciptakan pria. Ia baru menyadari bahwa Ia juga harus menciptakan wanita.

Padahal semua bahan untuk menciptakan manusia sudah habis dipakai untuk menciptakan pria. Kemudian Sang Pencipta merenung sejenak, dan kemudian Ia mengambil lingkaran bulan purnama, kelenturan ranting pohon anggur, goyang rumput yang tertiup angin, mekarnya bunga, kelangsingan dari buluh galah, sinar dari matahari, tetes embun dan tiupan angin.

Ia juga mengambil rasa takut dari kelinci dan rasa sombong dari merak,
kelembutan dari dada burung dan kekerasan dari intan, rasa manis dari madu dan kekejaman dari harimau, panas dari api dan dingin dari salju, keaktifan bicara dari burung kutilang dan nyanyian dari burung bul-bul, kepalsuan dari burung bangau dan kesetiaan dari induk singa.


Dengan mencampurkannya bahan semua itu, maka Sang Pencipta membentuk wanita dan memberikannya kepada pria. Pria itu merasa senang sekali karena hidupnya tidak merana dan kesepian seorang diri.

Setelah satu minggu, pria itu datang kepada Tuhan, katanya: ‘Tuhan,
ciptaan-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku membuat hidupku tidak bahagia. Ia bicara tiada henti sehingga aku tidak dapat beristirahat. Ia minta selalu untuk diperhatikan. Ia mudah menangis karena hal-hal sepele. Aku datang untuk mengembalikan wanita itu kepada-Mu, karena aku tidak bisa hidup dengannya’.


‘Baiklah’, kata Sang Pencipta. Dan Ia mengambilnya kembali. Beberapa minggu kemudian, pria itu datang lagi kepada Tuhan, dan berkata, ‘Tuhan, sejak aku memberikan kembali wanita ciptaan-Mu, kini aku merana kesepian.

Tiada lagi yang memperhatikanku, tiada lagi yang menyayangiku. Aku selalu memikirkan dia, ke mana pun aku pergi, aku selalu ingat dia. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak. Aku rindu kepadanya. Di kala aku sendirian, kubayangkan wajahnya yang cantik, kubayangkan bagaimana ia menari dan menyanyi. Bagaimana ia melirik aku. Bagaimana ia bercakap-cakap dan manja kepadaku. Ia sangat cantik untuk dipandang, dan sedemikian lembut untuk disentuh. Aku suka akan senyumannya.

Tuhan, kembalikan lagi wanita itu kepadaku!’.

Sang Pencipta berkata, ‘Baiklah’. Ia memberikan wanita itu kembali
kepadanya. Tetapi, tiga hari kemudian pria itu datang lagi kepada Tuhan dan berkata, ‘Tuhan, aku tidak mengerti. Mengapa dia memberikan lebih banyak lagi kesusahan dari pada kegembiraan. Dia semakin menyebalkan. Aku tidak tahan lagi dengan sikap dan tingkah lakunya. Aku berdoa kepada-Mu.


Ambillah kembali wanita itu. Aku tidak dapat lagi hidup dengannya’.

Sang Pencipta balik bertanya, ‘Kamu tidak dapat hidup lagi dengannya?’.

Pria itu tertunduk malu, ia merasa putus asa. Dalam hatinya ia berkata, ‘Apa yang harus aku perbuat? Aku tidak dapat hidup dengannya, tetapi aku juga tidak dapat hidup tanpa dia. Tuhan, ajarilah aku untuk mengerti apa arti hidup ini?’.

‘Belajarlah untuk memahami perbedaan dan belajarlah untuk berani menerima perbedaan dalam hidupmu! Pahamilah dan usahakanlah apa yang menjadi kebutuhan mendasar dari pasangan hidupmu!’, jawab Tuhan.

Dan inilah enam kebutuhan mendasar pria dan wanita:
1. Wanita membutuhkan perhatian, dan pria membutuhkan kepercayaan.
2. Wanita membutuhkan pengertian, dan pria membutuhkan penerimaan.
3. Wanita membutuhkan rasa hormat, dan pria membutuhkan penghargaan.
4. Wanita membutuhkan kesetiaan, dan pria membutuhkan kekaguman.
5. Wanita membutuhkan penegasan, dan pria membutuhkan persetujuan.
6. Wanita membutuhkan jaminan, dan pria membutuhkan dorongan

Cinta Dalam Diam

Cinta dalam diam itu menarik sekali. Berirama bagai musik, syahdu layaknya puisi, kebat-kebit seirama jantung. Hati siapalah yang tidak menggeliat ketika setiap detik bertanya, dia sedang apa? Sedang memikirkanku kah? Punya rasa yang sama kah? Atau hanya aku saja kah?

Cinta dalam diam itu sulit. Siapalah yang bisa duduk tenang. Ketika satu menit saja berlalu sudah kepikiran. Takut-takut jika si dia diambil orang, membuat semua harapan yang diam-diam tersimpan menjadi ambu radul tidak karuan. Ingin sekali mengatakan kalau namanya telah tersimpan rapi dihati paling dalam pojok sebelah kanan. Malah sekarang hampir menyebar diseluruh permukaan.

Cinta dalam diam itu mirip sakit gigi. Ada sedikit getaran, sakitnya tak tertahankan. Kalau cinta dalam diam, si dia mendekat sedikit saja, senangnya tidak karuan. Ditahan-tahan biar tidak ketahuan, tapi mata tetap berbinar.

Cinta dalam diam itu ya sudah. Biarkan saja. Namanya cinta dalam diam, jadi diam-diam saja. Dia tidak perlu tau. Diam. Hanya hati dan Allah yang tau bagaimana perasaan yang sedang menghujam dalam. Membuat malam semakin berbintang, pagi tidak terlalu dingin, siang menjadi hangat, sore berubah gerimis dan kalimat-kalimat doa sudah seperti lantunan puisi romantis. Biarkan Langit sendiri yang mengatur jalan cerita menabjubkan yang sudah dipilihkan.

Jika bukan dengan dia yang selalu kita doakan, mungkin akan bersama dia yang selalu mendoakan kita.
Semoga dengan yang saya doakan ya..

Itulah cinta dalam diam, ya... kurang lebih seperti itulah rasa yang dirasakan mas paijo waktu itu, tapi pada akirnya sekarang terwujud dan menjadi kenyataan...
Amin....

Jun 9, 2015

Selalu Cinta Dan Rindu Mas Paijo

Indah suasana fajar yang syahdu…
Nyaman bayu yang berhembus sayu…
Kicauan burung seakan berlagu..
Seindah waktu yang lalu…
Seindah saat aku bersamamu…

Kini aku sendiri..
Berdiri sepi digigian hari…
Menatap warna didada langit pagi…
Menyambut sang suria menyapa mimpi…

Indah warna semburatnya…
Menyentuh pelangi cinta kita…
Membuat rindu ini semakin meraja..
Membangkitkan benih-benih asa…
Menyirami rasa diladang jiwa..

Aku merindui dirimu…
Sampai detik ini tak pernah jemu…

Aku mencintai dirimu…
Hingga saat ini tak berubah semu…

Usah kau tanya…
Kenapa aku masih menyinta…
Karena jawaban ku tetap sama…
Cinta itu dahaga yang sempurna…

Bukan terpaksa atau dipaksa…
Bukan memiliki atau dimiliki…
Tetapi cinta untuk dimaknai…
Bukan sendiri…
Tapi bersama…

Usah kau tanyakan aku..
Kenapa aku masih merindu…
Karena jawaban ku sama seperti selalu…
Cinta dan rindu umpama irama dan lagu..

Andai dipisah lagu dan irama..
Lemah tiada berjiwa..
Lumpuh tiada berdaya…
Hidup jadi hampa…

Dalam kesendirian...
Dalam langkah dikeheningan..
Dikala pagi yang sudah mengusikku..
Kau tetap ada didalam pikiran..
Karena hati dan jiwa selalu cinta dan rindu mas paijo...

Aku Rindu