Nov 19, 2016

Perasaan Orang Tua Banyak Yang Mengkristal Menjadi Doa

“Terberat dari orang tua adalah melepas anak untuk menjadi dirinya sendiri. Makin membesar anak, makin menipis lucunya, makin menebal persoalannya. Aku rela pada penderitaanku tapi tak rela pada penderitaan mereka. Itulah kelemahanku. Di dalam diri anak terdapat harapanku. Inilah yang memberatkan hidupnya karena harapanku, bukan harapannya.

Anak-anak selalu menjadi anak kecil di mata orang tuanya, dan inilah yang membuat anak tak sabar ingin segera menjadi dewasa. Orang tua ingin anaknya bahagia dengan cara mengganggu kebahagiaannya.

Anak-anak sering menolak diajak diskusi orang tua. Maka diskusi sering kuganti doa. Anak sibuk kuliah saja sudah membuatku sepi. Apalagi kelak ia bekerja dan berkeluarga. Aku lepas dari keluarga, anakku lepas dariku. Orang tua sering meminta anaknya terbang tinggi sekaligus memintanya untuk terbang dekat-dekat saja.” [@Prie_GS]
Pernahkah engkau membaca gurat kecemasan dalam raut wajah orang tua? Empty nest. Kecemasan yang timbul dari diri orang tua ketika anak-anaknya sudah beranjak dewasa dan perlahan satu persatu meninggalkan rumah. Entahlah. Isi hati orang tua memang seringkali sulit diterjemahkan.

Takut jauh. Mungkin memang sudah isyarat naluri jika Ayah dan Ibu selalu dirundung sindrom takut jauh. Bisa jadi, karena mereka khawatir dilupakan. Sebab, bukankah kita terus sibuk merapal bilangan usia, mengejar mimpi-mimpi, dan merindukan jodoh yang-entah-siapa-dan-dimana.


Bersamaan dengan itu pula, ayah dan ibu pun diam-diam menyimpan kecemasan. Bagaimana jika sang mimpi besar telah berhasil menelan memori tentang keluarga, tentang rumah kecil pemiliknya. Bagaimana jika karir anak-anak yang telah setinggi langit, membuat mereka merasa berat kembali ke Bumi, tempat kerinduan Ayah dan Ibu bersemayam.

Bersamaan dengan itu pula, ayah dan ibu pun menyimpan ketakutan. Bagaimana jika si jodoh yang terus kita pertanyakan, akan benar-benar membawa kita pergi jauh dari sisi mereka. Bagaimana jika sang belahan jiwa membuat nama mereka tak lagi disebut-sebut, tiada lagi diingat. Bagaimana jika ayah dan ibu tak lagi sehati dan sejiwa dengan anak-anak yang seumur hidup telah menjadi belahan jiwanya.

Pernahkah Ayah dan Ibu meminta kita tetap berada di dekatnya. Pergilah, tapi jangan jauh-jauh, Nak. Katanya. Atau justru sebaliknya. Dengan sengaja Ayah dan Ibu membiarkan kita melanglang jauh. Jangan khawatir, Nak. Doa Ibu telah menjadi payung teduhnya. Bagaimanapun mereka merelakanmu pergi, menjaga jarak untuk tetap berdekatan denganmu ibarat suplemen masa tua. Agar mereka tetap kuat dari balik tubuh ringkihnya yang termakan usia. Biar bisa meyakinkan diri jika dirimu baik-baik saja, dalihnya. Biar dekat dengan cucu, elaknya.

Bukankah kita seringkali terjebak paradoks? Apa yang sebenarnya dekat, rasanya seperti amat jauh, sebab kita tidak pernah benar-benar menghargai kedekatan itu. Sedangkan mereka yang ditimpa keterpisahan jarak, justru terus merasa dekat, sebab mereka mampu memahami bahwa jarak adalah cara lain untuk menjaga. Perasaan orang tua terlalu banyak yang mengkristal menjadi doa, daripada mengudara bersama kata. Sayangnya, kita masih tergagap menerjemahkannya.

Jauh tidak selalu berarti terpisah jarak. Dekat tidak selalu berarti terus bersama. Ini hanyalah soal rindu yang ingin terus dijaga nyalanya. Dan tahukah, yang menjaga rindu itu tetap menyala adalah doa. Sebab, bukankah doa anak-anak yang shalih ibarat cahaya yang tak pernah padam?

Nov 18, 2016

Virus Bohong Yang Bisa Menular

Bohong adalah sifat yang ada pada manusia yang ditemui ketika di tengah kehidupan. Keberadaannya sering disejajarkan letak dengan kejujuran  karena jujur adalah kebalikan bohong. Mengenalkan konsep bohong lebih mengerti dengan mengenalkan jujur atau kebalikannya.

Sebenarnya apakah itu kebohongan? Apakah penyebabnya? Apakah kebohongan merupakan suatu penyakit? apakah dia menular?
Mungkin pertanyaan itu akan muncul bagi mereka yang cenderung memiliki perasaan yang lebih sensitif, namun dilain pihak hal diatas pastilah menjadi pertanyaan semua orang.
Intinya kebohongan itu adalah perilaku yang tidak jujur, baik itu perlakukan, perkataan maupun tindakan yang tidak sesuai anda hati dan juga ucapan, antara pikiran dan juga lisan semua tak saling memiliki keterkaitan dan juga alasan. saya kira anda semua sudah tau apa itu kebohongan.

Dan selain daripada itu, kebohongan yang selalu sering dilakukan pun dapat menimbulkan suatu kebiasaan yang disebut dengan Mythomania. Mythomania itu sendiri adalah kecenderungan berbohong yang dimaksudkan bukan untuk menipu/mengelabuhi orang lain, tetapi justru untuk membantu dirinya sendiri mempercayai/meyakini kebohongannya sendiri. Mythomaniac memiliki pesona yang mampu memanipulasi orang lain, ia pandai menemukan kalimat dan sikap yang tepat dengan tujuan supaya dicintai, demi mencapai tujuannya. Jelaslah kiranya kebohongan itu dapat menyebabkan penyakit jiwa yang cukup mengerikan. bukankah kita tidak mau seperti demikian ?!!

Lantas.. Apakah kebohongan dapat menular?
Pertanyaan seperti ini mudah saja kita terima, sebab seperti yang kita ketahui, setiap manusia/individu itu akan terbentuk kepribadiannya melalui berbagai media perantara salah satu diantaranya adalah keluarga dan lingkungan. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa jika seseorang hidup dalam lingkungan yang suka berbohong maka pribadi yang lain pun akan melakukan hal yang sama, karena ia mengira dan menyakini bahwa hal itu merupakan hal yang lumrah bagi diri dan kelompoknya. MENGERIKAN sekali.

Menurut saya yang namanya kebohongan itu bisa menular, lah menularnya kenapa? koq bisa? Karena ada kejadian, seseorang merasa di bohongi oleh teman baiknya, pasti kecewa donk yang namanya di bohongi, lah secara tidak sadar akirnya suatu ketika dia berbalik berbohong kepada teman baiknya, karena ingin membalas kekecewaanya, bagaimana rasanya di bohongi, lah akirnya menjadi suatu kebiasaan juga kan, dan hal itu tanpa di sadari oleh manusianya itu sendiri, jika di tegurpun dia tidak akan pernah merasa berbohong, karena sudah menjadi suatu kebiasaan, baginya bohong sedikit tidak menjadi masalah, dan tidak merasa beban, jadi dalam hal apapun pasti ada embel-embelnya kebohongan.

Suatu ketika ada cerita nih, saya kan lagi jalan berdua dengan teman saya, ceritanya mau belanja, awalnya bareng jalanya, ehh tiba-tiba ditengah perjalanan aku jalanya lebih cepat karena biar nyampe tujuan, akirnya pisah donk, lah temanku masih di belakang, masih lihat-lihat kanan kiri sambil pelan-pelan jalanya, nah sesampai temanku di tempat bertemulah dengan saya dan tiba-tiba dia berkata begini pada saya, "Eh..aku tadi masih minggirin kendaraan, tiba-tiba di panggil tukang parkirnya tuch". Lahdalah..ya spontan donk aku jawab, "Loh bukanya tadi jalan pelan karen masih lihat kanan kiri, lagian posisi kita waktu berpisah kan sudah di lantai dua. Helloooo..., lah dengan seperti itu kalau menurut saya gak perlu juga kan di embel-embeli dengan bohong, lagian aku juga gak nanya, mau telat mau lambat, awalnya saya sih santai aja, jadi jengkel karena di bohongi dengan kata-kata gak penting. Nah itu dia, sesuatu yang terbiasa menjadi kebiasaan dan tidak merasa beban, seandainya mau jujurpun juga gak masalah, malah enak, tapi karena sudah terbiasa bohong, mau ngomong apapun kalau gak ada bohong sedikit gak asik keless.

Sebenarnya bukan hanya kebohongan saja yang bisa menular namun sifat buruk lainya. sadar atau tidak sadar terkadang kita selalu mengikuti apa yang dilakuakn orang lain tanpa melalui proses penyaringan, bahkan dengan jangka waktu yang tidak pernah di sangka-sangka. maka berhati-hatilah dalam bersikap, terkadang kita tidak mengetahui dan tidak menyadari prilaku buruk orang lain yang kita lihat dan kita dengar suatu saat dengan waktu yang tidak bisa diperkirakan akan menjadi sikap kita. maka dari itu ingat, "bila kamu berteman dengan penjual parfum tubuhmu akan wangi, namun bila kamu bergaul dengan penjual ikan asin maka tubuhmu akan bau asin".

Nov 15, 2016

Menjadi Perempuan Harus Pintar

Sesuai kodratnya, perempuan akan menjadi ibu bagi anak-anaknya. Ini juga sekaligus menjadikan perempuan sebagai guru pertama bagi anak yang akan mengajarkan banyak hal, salah satunya sopan santun. Sebelum menginjak bangku sekolah, ibulah yang akan mendidik anak-anak. Nah, jika perempuan memiliki pendidikan dan pengetahuan (wawasan umum dan juga dasar agama) yang cukup baik, maka ia akan mampu memberi pendidikan dasar yang baik pula bagi anak-anaknya.

Bukan hanya ketika masih lajang, bahkan setelah menikah pun, perempuan sebaiknya tetap memiliki kemandirian. Setidaknya dalam mengurus segala pekerjaan rumah tangga, perempuan yang mandiri dan pintar tidak akan banyak bergantung pada suaminya. Perempuan yang pintar akan memahami pembagian tugas suami dan istri meskipun sama-sama bertanggung jawab terhadap kehidupan rumah tangga.

Sebagian perempuan menganggap bahwa pendidikan tinggi tidak penting karena perempuan seharusnya hanya menjadi ibu rumah tangga. Memang perempuan tidak wajib menempuh pendidikan setinggi-tingginya lalu bekerja di luar, terutama jika harus mengabaikan keluarga. Namun pendidikan tinggi dan pengalaman bekerja akan membuat perempuan memiliki pemikiran yang lebih terbuka dan wawasan yang lebih luas. Jadi gak cuma pemikiran perempuan yang ecek-ecek.

Perempuan yang pintar akan mampu berdiskusi dengan baik dalam hal apapun, bukan hanya soal rumah tangga. Meski kemudian tidak lagi bekerja alias menjadi ibu rumah tangga, perempuan yang pintar akan menjadi sahabat diskusi yang baik bagi suaminya.

Selain itu, dengan pengetahuan dan pendidikan yang baik, perempuan memiliki kesempatan besar untuk mengembangkan potensi dirinya dan sekaligus menerima serta mempelajari hal-hal baru (yang biasanya akan menjadi peluang bisnis). Menjadi ibu rumah tangga bukanlah halangan bagi perempuan pintar untuk tetap mengembangkan ketrampilan dan minatnya.
 
Perempuan yang pintar cenderung lebih percaya diri dan mampu membuka dirinya untuk beradaptasi dengan lingkungan sosial, setidaknya lingkungan sekitar tempat tinggalnya.

Nov 11, 2016

Bersyukurlah

Sesekali bandingkan hidupmu dengan orang-orang yang broken-home, atau yang harus memulung sampah panas-panasan di bawah terik matahari, atau yang harus mengamen desak-desakan berpindah dari bus ke bus.

Atau tidak perlu terlalu jauh, bandingkan saja hidupmu dengan tetangga-tetanggamu yang hidupnya lebih susah.

Bersyukurlah kalian yang sudah menemukan cara untuk diri bermanfaat bagi orang lain.

Bersyukurlah kalian yang sudah menemukan cara menebar kebaikan tanpa menyinggung.

Bersyukurlah kalian yang telah menemukan jalan mewujudkan visi dan misi dalam hidup karenaNya.

Bersyukurlah. Karena ada yang ingin tapi belum menemukan cara yang tepat atau belum diberi petunjuk.

Terkadang kita sering tertukar untuk menentukan sebuah batas. Menggunakan batas maksimal nikmat untuk bersyukur, dan menggunakan batas minimal musibah untuk bersabar. Kita baru bersyukur ketika mendapatkan nikmat yang sangat besar, tapi sudah mengeluh dengan musibah yang begitu kecil. Padahal seharusnya, kita harus tetap bersyukur atas nikmat sekecil apapun dan berusaha sesabar mungkin untuk musibah sebesar apapun.
 
Orang-orang yang lebih banyak bersyukur, yang lebih sering berbagi meski kadang masih kekurangan, akan selalu merasa hidupnya berkecukupan dan penuh berkah. Rezekinya pun pasti akan Allah tambah.

Kecantikan Wanita

Menjadi cantik dan mempesona merupakan fitrah dari seorang wanita. Pujian akan pesona yang mereka miliki seolah uangkapan yang akan membangkitkan kebahagiaan mereka. Bahkan, terkadang mereka begitu khawatir jika diri mereka tidak menarik bagi pasangan mereka atau bagi lelaki yang akan “mungkin” meminang mereka.

Wajar, karena semua lelaki juga menyukai kecantikan. Siapa yang tidak inginkan wanita sholeha, berparas cantik, bertutur kata lembut dan selalu menyenangkan suaminya. Lelaki yang normal juga ingin melihat pasangannya selalu tampil menyenangkan pandangannya dan membuatnya bangga memilikinya.

Namun, tahukah kita bahwa lelaki normal yang sholeh memiliki kadar cemburu yang lebih tinggi dari lelaki lainnya. Ini dikarenakan mereka sendiri selalu menjaga pandangan dan diri mereka dari lawan jenis dan kemaksiatan. Maka normalnya, layaklah mereka memiliki rasa cemburu yang lebih tinggi. Ini jugalah yang akan menjadikan mereka selektif dalam memilih pasangan hidup mereka.

Pernah seorang pemuda meminta bantuan ketika diminta memilih antara beberapa wanita untuk dijadikan istri. Saat membantu beliau mempertimbangkan, menurut saya semua wanita tersebut memiliki kualitas tinggi baik dari pendidikan dan akhlaknya. Saat itu beliau mantap memilih salah satu yang menurut saya tidak begitu cantik dan pendidikannya juga tidak terlalu wah.

Namun, alasan pemuda tersebut sangat sederhana, “saya sudah cek medsos mereka dan hanya yang satu ini menjaga dirinya. Sedangkan yang lain memang lebih cantik tetapi mereka memamerkan kecantikan mereka di tempat umum. Mereka biarkan kecantikan mereka dinikmati banyak orang, dan si pemuda sangat khawatir akan cemburu dengan hal itu.” .

Ini adalah fenomena yang sering kita temui di lapangan, banyak sekali wanita yang memamerkan kecantikannya di media sosial.

Nov 8, 2016

Dadhi Menungso Ojo Mung Nyacat Wong Liyo, Ngilo Githo'e Dewe (Mawas Diri)

" Dadhi menungso ojo mung Nyacat wong liyo, Ngilo githo'e Dewe" atau bila di bahasa Indonesiakan menjadi, " Jadi orang jangan senang Mencela Orang lain, berkacalah pada tengkuk sendiri". Tengkuk atau Githok (jawa) adalah bagian leher paling belakang, bagian ini sangat sulit terlihat, meski kita berkaca pakek Kaca lemari segede apapun, bagian ini tetep sulit untuk dilihat.

Apalagi kalau cara melihatnya tanpa pakek kaca..lak yo mubeng, muser-muser sampek njungkir walik ndak akan dapat dilihat, kecuali kalau kita ke Salon atau tukang potong rambut, pasti bisa melihat, sebab di depan dan belakang kita ada kaca terpasang.

"Dadhi menungso ojo mung Nyacat wong liyo, Ngilo githo'e Dewe" disini mengajarkan untuk kita mawas diri, jangan senang membicarakan keburukan orang lain yang belum tentu buruk menurut orang lain pula, sebab takaran kita dalam mencacat orang itu bila berdasarkan diri sendiri mangka takaran itu amatlah kecil, belum tentu orang lain sependapat dengan kita, malahan bisa jadi senjata makan tuan bila yang kita cacat itu tidak benar adanya, dan orang lain akan menganggap kita Menebar Fitnah, lah porak tambah runyem urusane, lak njeh tow, "Maksud hati ngebruki gunung, malah kebrukan dewe"...haha..

Ada sedikit cerita di kehidupan saya, ada emak-emak muda, norak dan rempong yang selalu kepo dengan hidupku, aku mah biasa-biasa aja selama kagak nyenggol body gue haha..., aku cuma heran aja sih, sebegitu amatnya ngoreksi, mencela dan nyacat sampe detile hidupku, kalau aku narsis romantis sama mas paijo, di bilang aku lagi tidak bahagia, narsisku hanya kamuflase belaka, alias pura-pura biar di lihat orang aku lagi mesra-mesrahnya, kalau aku narsis sendiri, dibilang aku lagi ribut ada masalah sama bojoku mas paijo, kalau aku pasang foto sama para cowok dibilang aku gak punya teman cewek (para cowok termasuk bojoku loh yo), dan aku di benci atau gak di sukai sama teman cewek disini, katanya sih gitooh..., emang kalau kita punya teman siapa saja, wajib di pamerin di medsos ta? hellooo...guys, saya bukan artis juga bukan seleb, kenapa sebegitu terganggunya kamu yah? Eh mak lampir, kite gak tetanggaan loh, teman juga bukan, ngobrol juga kagak pernah, kenapa kamu sewot amat yah, pas lihat mantengin foto-foto saya, kalau kagak sukak kenapa dilihatin terus, saya mah sudah hafal, kerjaanmu kan mencontoh gaya saya haha....ketahuan kan? Hemm..parah dan sadis kelakuanmu yoo..

Tau gak sih kalau ada tipe orang yang suka mencela terus ngata-ngatain orang yang jelek, itu tandanya pengen alias kagak kesampekan, ati karep bondo cupet, (hati ingin tapi modal kagak ada) aduhh kasian amat sih hidupmu mak lampir rempong.

Kebencian adalah pelarut jahat yang mengikis setiap hal yang baik. Dengan demikian setidaknya saya menjadi lebih semangat dengan kekepoanmu, dan semangat semakin cinta, mesra dan romantis bersama mas paijo tersayang, ahayy...

"Jika seseorang menyakiti perasaan saya atau menyakiti saya dengan cara apapun, saya pikir, ‘ini bodoh, itu saja yang harus ia tahu,’ dan aku tidak akan membawa kebencian ini bersamaku. Aku tidak akan mencobanya mengendap. Aku tidak akan memberikan tempat untuk tinggal di hati dan pikiran saya karena saya tahu itu berbahaya. Melebihi penyakit ganas yang mematikan, So berhati-hatilah dengan penyakit ini karena 'sakit hati' bisa membuat kita menjadi monster. Ihh..ngeri atuh..

Selamat pagi guys, tetaplah selalu berpikir positif, itu akan mampu membuat orang awet muda dan tetaplah berpandangan untuk berpikir jernih, Pikiran-pikiran yang positif akan membuat hidup Anda semakin mudah.

Nov 6, 2016

Rowo Cangak Pantai Perawan Dan Tersembunyi


Pesona pantai laut selatan di Kabupaten Jember memang tak ada habisnya. Dari sebelah barat dimulai dari Pantai Paseban, pantai Getem, pantai Puger, pantai Pasir Putih Malikan (Papuma), pantai Watu Ulo, pantai Payangan, pantai Rowo Cangak, pantai Nanggelan sampai ke Bandealit di ujung timur berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi.
Dari sekian kawasan pantai nan mempesona itu, terbetiklah pantai Rowo Cangak yang bersembunyi dibalik rimbunnya hutan karet. Untuk mencapainya, harus menerobos jalan tanah yang membelah hutan karet. Tak sampai di situ. Menyeberang jembatan kecil yang membelah dua sungai pun harus dilalui. 


Baru kali ini saya melihat pantai yang bener-bener bersih tanpa sampah, pantai kuta yang ada di bali saja sudah kotor, sudah tidak bisa di nikmati dengan nyaman, banyak manusia dan sampah, nah  kalau pantai Rowo Cangak serasa milik pribadi sepi sekaleee..., indah, asri ,nyaman dan ombaknya wuss... mengelegar, ini Sebuah pantai yang masih perawan dan tersembunyi.

Rowo Cangak berlokasi di kota Jember bagian selatan. Akses yang kurang memadai menjadikan peminat suasana pantai enggan datang. Tapi keuntungannya kebersihan pantai yang masih terjaga. Tidak satupun plastik atau sampah yang ditemui dilokasi. Di sini, sepanjang garis pantai terlihat bersih tanpa sampah dan hanya suara ombak yang kita dengar lengkap dengan suasana eksotis khas pantai selatan dengan deburan ombak menimpa pantai. Sebuah pantai yang bisa memberi suasana hangat untuk bercengkerama bersama kawan sepermainan hehe...
 
Pantai Rowo Cangak adalah salah satu dari sekian pantai yang belum dikembangkan secara optimal untuk berwisata. Dari segi sarana dan fasilitas jelas kurang memadai, namun kita bisa menikmati panorama pantai yang sesungguhnya. Sebuah kawasan pantai yang benar benar menyajikan suasana harmoni alam.


Sesungguhnya, kawasan pantai Rowo Cangak berdekatan dengan pantai wisata Watu Ulo. Hanya hanya saja alat tranportasi ke Rowo Cangak sangat sulit. Dari arah Ambulu berjarak 10 Km dan hanya bisa ditempuh motor roda dua. Namun, kalau perjalanan diawali arah Kota Blatter bisa ditempuh dengan roda empat. Tapi jika kalau mau kesini nich ya, gak sembarangan mobil bisa masuk loh, paling gak naik mobil trooper, karena ini mobil anti jurang, kalau kamu mau naik mobil yang biasa bagus di jalan raya, wahh...jangan harap bisa sampe ketempat tujuan bisa-bisa malah nyungsep ke jurang kecil, nyampe kagak pulang jugak kagak hahaha..., pokoknya menuju Rowo Cangak  mampu menaikkan adrenalin petualang dech, dan di dalam mobil sepanjang perjalanan ke Rowo Cangak bisa ke jedok berkali-kali ini kepala, badan gak berhenti bergoyang hahaha....., pokoknya asyikk banget dah, boleh di coba guys serunya gimana, hemm.... dasyat.


Nah ketika hampir mendekati, kedua sungai itu membelah Desa Sumber Rejo dan Desa Ungkalan, Kecamatan Ambulu. Lepas jembatan kedua, perjalanan mirip off road masih bisa dinikmati hingga pintu masuk pantai Rowo Cangak yang sekaligus dimanfaatkan sebagai area parkir motor roda dua. Di sini, kita bisa menitipkan sepeda motor dan melanjutkan jalan kaki menerobos jalan setapak diantara semak belukar berduri. Tapi kalau kita naik trooper, mobil bisa di bawa ke bibir pantai.
Sesampai di bibir pantai, maka terbelah sebuah panorama pantai perawan bernama Rowo Cangak. "Alhamdulillah, kita sudah sampai Rowo Cangak. Coba hirup udaranya, segar memenuhi paru-paru. Udara yang bersih ini baik untuk kesehatan. Dan sebuah pemandangan alam yang bisa menterapi suasana batin nan tenang.


Deburan ombak ditingkah semilir angin pantai, menyuguhkan panorama alam yang bisa mengingatkan kita, betapa hebatnya potensi wisata alam Indonesia. Sebuah potensi yang jika digali secara komersial, maka bakal memberi pendapatan devisia bagi bangsa ini. Ujungnya, warga sekitar kawasan wisata bakal terdorong menaikkan perekonomian keluarganya dengan menjual jasa bagi wisatawan yang berkunjung. Jasa kuliner ataupun jasa souvenir.

Rowo Cangak, sebuah nama pantai yang masih perawan di selatan Kabupaten Jember. Rowo Cangak asik untuk para off roader menikmati kolaborasi wisata hutan dan pantai. Rowo Cangak, sebuah tempat wisata yang bersembunyi di balik hutan karet bisa dijadikan alternatif berkunjung ke wisata pantai di Kabupaten Jember.
 



Dan yang paling indah adalah menikmati indahnya sore dengan bersantai dipinggir pantai atau menghirup udara sore yang begitu segar, tempat ini keren untuk menikmati matahari terbenam, yang selalu menghiasi langit sore, dan suasana angin sepoi-sepoi juga menambah nyaman suasana senja untuk bersantai menikmati matahari terbenam diufuk barat.

Aku Rindu