Jul 4, 2015

Ujian Cinta Yang Sesungguhnya

Sesukses apapun..

Setampan apapun..

Setinggi apapun titel yang disandang oleh seorang lelaki..

Tak ada artinya bila tidak dihiasi dengan akhlak yang baik.

Karena lelaki shalih itu.. adalah lelaki yang baik akhlaknya, santun perangainya, lembut tutur katanya.. terutama kepada istrinya. Sahabatnya yang paling dekat dalam hidupnya.

Sungguh, memiliki pasangan yang berakhlak mulia dengan perilaku yang selalu menyejukkan mata adalah satu di antara kenikmatan-kenikmatan dunia yang tidak ternilai oleh materi.

Bila ia menyukai sesuatu dari dirimu, akan bertambahlah cinta dan kasih sayangnya terhadapmu..

Bila suatu saat ia tidak menyukai sesuatu pada dirimu, maka ia akan bersabar, tetap memuliakan dan memberi pemakluman atas dirimu.

Ketika hiruk pikuk dunia begitu melelahkanmu, ia selalu ada di sisimu untuk bersandar. Meneduhkan hatimu dengan kesabaran dan keluasan hatinya.

Ketika ujian dan rintangan hidup datang menghampiri, ia selalu menguatkanmu dalam genggam tangannya. Meyakinkanmu untuk terus melangkah dan pantang menyerah.

Ketika engkau khilaf atau terlupa, ia selalu mengingatkanmu dengan nasehat yang penuh hikmah. Ia tidak rela engkau terperosok dalam jurang kesalahan, karena ia begitu mencintaimu.

Ketika engkau berada dalam kondisi terburukmu, ia selalu setia mendampingi, apapun yang terjadi. Karena ia ingin bersamamu tidak hanya di saat-saat terbaikmu, tapi juga di titik-titik kritis dalam hidupmu.

Dan itulah ujian cinta yang sesungguhnya..

Karena sesungguhnya ia adalah bagian dari dirimu, seperti engkau juga adalah bagian dari dirinya. Baginya, engkau adalah separuh dirinya yang lain.

Untuk engkau yang telah dikaruniai seorang suami yang shalih lagi bertaqwa…

Bersyukurlah dan berusahalah menunaikan hak-haknya dengan sebaik-baiknya. Karena tidak semua wanita seberuntung dirimu..

Untuk engkau yang masih menanti..

Cermatlah memperhatikan siapa laki-laki yang datang kepadamu. Berdo’alah.. Memohonlah kepada Dzat yang Maha Mengabulkan permohonan.

Selalu pantaskan diri untuk mendapatkan salah satu perhiasan dunia paling indah bagi seorang wanita, yaitu suami yang baik dan selalu memuliakannya..

Karena layaknya istri shalihah.. Suami yang shalih itu kenikmatan yang tak ternilai harganya bagi seorang muslimah.

Cinta yang Membutakan Hati, Bukanlah Cinta Namanya

Cinta sejatinya adalah keindahan dan kesucian bila itu berasal dari hakekat hati yang apa adanya. Cinta pada tempat dan yang seharusnya tanpa kepentingan nafsu dan keinginan macam-macam. Pada hakekatnya bukan cinta itu buta. Tapi manusia yang buta memaknai sejatinya cinta. 

Menyalahgunakan cinta demi memenuhi nafsu dan keegoaannya. Bila seseorang katanya atas nama cinta melakukan segala cara yang tidak sesuai norma dan melanggar etika. Itu karena hatinya yang buta. Ia justru telah kehilangan cinta. 

Manakala ada yang membawa-bawa cinta demi sebuah perselingkuhan. Bukankah pada saat bersamaan ia telah mengabaikan cinta pada istri atau suami dan anak-anaknya? Sebab tidak mengerti cinta sesungguhnya telah banyak menyebabkan anak manusia kehilangan nyawa. 

Cinta hanya dimaknai untuk saling memiliki dan nafsu belaka. Begitulah jadinya. Membutakan mata hati. Karena atas nama cinta pula tidak sedikit orang tua yang mencelakakan hidup anak-anaknya. Cinta yang berupa untuk menguasai dan intervensi bukanlah cinta lagi namanya. Tapi demi untuk membesarkan ego dan membebaskan ketakutan. Ketika cinta dipahami dengan kebutaan hati, maka banyak bencana dan ketidak-benaran. Cinta yang menjadi sumber keindahan, kedamaian, dan kebahagiaan hanya menjadi omong kosong belaka.

Rumah, Ladang Pahala Bagi Kaum Wanita

Bagi seorang istri…

Segala keletihan dan kepayahan dalam mengurus rumah, mengasuh anak, melayani suami, memasak, mencuci baju, menyetrika dan selainnya.. Betapa ruginya jika semua itu hanya diniatkan karena kewajiban semata. Bahkan ada sebagian wanita yang menganggapnya sebagai beban. Padahal, jihadnya seorang wanita adalah di dalam rumahnya.

Di rumahnya, banyak ladang pahala terbentang. Tugas-tugas rumahtangga yang ketika semuanya itu diniatkan sebagai ibadah dan dilakukan dengan ikhlas mengharap wajah Allah, maka ganjarannya adalah surga.


Sekecil apapun hal yang kita lakukan, niatkan sebagai ibadah dan bentuk pengabdian terhadap keluarga. Maka ia akan terasa ringan, tidak memberatkan. Kita pun akan enjoy menjalankannya, karena kita melakukannya bukan semata hanya karena kewajiban, apalagi sebagai beban.

Selain itu, mengurus rumah dan segala kerepotannya dengan tangan sendiri, memberikan rasa yang berbeda di hati ini. Ada kepuasan tersendiri. Capek.. tapi happy, alhamdulillah. Dan bukankah dunia ini memang tempat untuk berjuang dan bersusah payah?

Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah pernah ditanya:
“Wahai imam, kapankah waktu istirahat itu?”
Beliau menjawab: “(Istirahat yang sesungguhnya ialah) Pada saat engkau pertama kali menginjakkan kakimu di dalam Surga.”

Pilihlah Karena Agama Dan Akhlaknya

Bersanding dengan pasangan yang tidak memiliki rasa takut kepada Allah adalah satu dari sekian banyak siksaan hati dalam hidup ini.

Dia tak peduli harta yang kita makan dari hasil halal atau haram..

Dia tidak menghargai kesetiaan dalam perkawinan..

Dia tidak merasa bersalah ketika dengan sadar tidak menunaikan kewajiban-kewajibannya, mengabaikan hak-hak pasangannya yang harus dipenuhinya…

Kebanyakan pelaku KDRT adalah mereka yang jauh dari agama, tak takut akan dosa.


Rasa takutnya pada Allah dapat tercermin dari bagaimana ia memperlakukanmu sebelum kalian menikah.
 
Apakah ia mengajakmu untuk mengikat cinta kalian dalam ikatan yang halal, yaitu perkawinan.. atau justru sebaliknya?
Apakah ia suka mengumbar kata-kata cintanya padamu yang bukan siapa-siapanya?

Ataukah ia teguh menjaga dirinya dari hal-hal yang dapat mengotori hati?

Engkaulah yang lebih mengetahui. 

Maka benarlah pesan Rasulullaah,
Pilihlah karena agamanya: taribat yadak.. maka engkau akan beruntung.
“Siapa yang menikah karena menginginkan kehormatan maka dia akan hina. Siapa yang menikah karena mencari harta maka dia akan menjadi miskin. Namun siapa yang menikah karena agamanya maka akan Allah kumpulkan untuknya harta dan kehormatan di samping agama.” ~Sufyan ibn Uyainah

Jul 3, 2015

Privacy

Sejak awal bersama mas paijo, saya dan dengan mas paijo sepakat untuk selalu terbuka masalah gadget dan socmed. Nggak ada yang ditutup-tutupi, kapan saja mau buka, monggo.. Gadget pasangan bisa kami akses kapanpun, tanpa ada rasa keberatan dari salah satu pihak.

Prinsip kami, kalau nggak ada sesuatu yang salah, yang nggak benar.. buat apa dilock, dipassword, etc etc. Apalagi terhadap pasangan sendiri, partner hidup paling dekat selama ini. Kecuali percakapan khusus ummahat, misalnya bbm, itupun mas paijo tetap saya kasih lihat, apapun yang aku alami selalu aku cerita ke mas paijo, sekalipun saya digoda, dirayu orang rempong yang tidak jelas selalu aku sampaikan ke mas paijo, karena bagi saya menyampaikan semuanya akan lebih tenang dan tidak beban dipikiran, tentu mas paijo menghormati dengan segala yang saya sampaikan.

“Hormati dong privacy saya!”

Bukan privacy namanya, ketika kita mengatasnamakan kata itu untuk menutupi kemaksiatan yang kita lakukan secara sembunyi-sembunyi. Hanya agar tidak ada orang lain yang tahu, terlebih-lebih pasangan sendiri.

Kadang sebagai manusia, suatu waktu kita bisa terjerumus, mungkin tergelincir.. Nggak selamanya kita selalu benar, selalu aman dari godaan lawan jenis dan harta yang tidak halal.

Betapa banyak kasus suami istri yang berselingkuh lewat BBM, inbox FB, DM Twitter, dan lain lain. Betapa banyak suami yang tiba-tiba terjerat kasus korupsi.. Betapa banyak istri yang terlibat hutang ratusan juta.. Tanpa sepengetahuan pasangannya.

Di antara fungsi pasangan adalah peka membaca tanda, tak ragu saling mengingatkan, tanpa diminta. Bukan karena kepo atau cemburu buta, tapi semata karena sayang dan cinta.
Karena rumah tangga ibarat perahu, ada nakhoda dan awak kapal. Ketika sang nakhoda salah arah atau mengambil satu keputusan yang salah, bukan hanya nakhoda yang tersesat, tapi awak kapal juga akan terkena imbasnya. Di sini keutuhan rumah tangga dan individu-individu yang ada di dalamnya, dipertaruhkan.

And that’s my point :)
Laki-laki yang baik dan senantiasa menjaga kehormatan dirinya, diperuntukkan bagi perempuan baik yang juga teguh menjaga kesucian dan rasa malunya. Demikian juga sebaliknya.

Jangan sampai Allah memisahkan kita, karena satu dosa yang dilakukan oleh salah seorang di antara kita.
Rasulullaah bersabda,

“Tidaklah dua orang yang saling mencintai, kemudian dipisahkan antara keduanya, kecuali karena satu dosa yang dilakukan oleh salah seorang dari keduanya.” (HR Ahmad).

Bangun Cinta

Katanya mencintai baru menikah itu BIASA, tapi yang LUAR BIASA itu menikah baru membangun cinta…..jatuh cinta itu 10 menit juga bisa, tapi membangun cinta perlu waktu seumur hidup. Mengapa jatuh cinta gampang? Karena saat itu kita buta, bisu dan tuli terhadap keburukan pasangan kita. 

Tapi saat memasuki pernikahan, tak ada yang bisa ditutupi lagi. Dengan interaksi 24 jam per hari 7 hari dalam seminggu, semua belang tersingkap. Di sini letak perbedaan jatuh cinta dan bangun cinta. Jatuh cinta dalam keadaan menyukai. 

Namun bangun cinta diperlukan dalam keadaan jengkel. Dalam keadaan jengkel, cinta bukan lagi berwujud pelukan, melainkan berbentuk etikad baik memahami konflik dan bersama-sama mencari solusi yang dapat diterima semua pihak. Menikahi orang yang kita cintai adalah pilihan ….
mencintai orang yang kita nikahi adalah kewajiban…

Jul 2, 2015

Merindukan Senja Bersama Mas Paijo

Senja adalah perpaduan.
Merah, oranye, dan ke'emasan.
Akan lebih sempurna jika laut menjadi tempat peraduan.

Senja adalah cerminan.
Bahwa yang sempurna pun ada masanya. Ia berganti. Dikalahkan gelap malam bertabur kerlip bintang.

Senja adalah kerinduan.
Padamu mas paijo, pada pintalan kenangan.

Senja adalah harapan.
Tentang pertemuan, tentang menghabiskan kerinduan.

Mas paijoku sayang, jika bisa ku pinta.
Bersedia kah kau, meluangkan Senjamu itu? Aku hanya ingin mengulang kenangan. Cerita tentang kita yang kemarin, yang disaksikan ombak tenang kebiruan, dan disinari seberkas cahaya merah, oranye, dan ke’emasan.

Betapa indah dan bahagianya setiap senja selalu bersama, saling menggenggam tangan kita berdua, dengan penuh kasih dan sayang...
I Love You mas paijoku sayang.....

Aku Rindu