Apr 12, 2017

Bahagiaku

Aku bahagia karena memilih untuk bahagia
Bahagia adalah pilihan bukan keharusan
Akulah penentunya, dan bukan Mereka

Akulah penentu jalan hidupku
Allahlah pembimbing dan pelindungku

Jadi untuk apa aku harus memperdulikan Mereka?
Karena Mereka hanya bisa berceloteh tanpa bisa memberi satu pilihan apapun
Berbahagia dengan cara kita sendiri akan lebih sangat membahagiakan

(Alhamdulilah)

Apr 11, 2017

Malamku

Malam mulai larut,
tapi mata sulit untuk terpejam,
entah apa yang ada dalam pikirku
semua bagai sekelebatan cahaya yang berpendar bak kunang kunang, menembus gelapnya malam.

Pikirku mulai mengembara lagi
mencari titik akhir dari perjalanan yang terlampaui.

Siapa diriku?
dimana diriku?
semua silih berganti datang dalam imajinasi tak terbendung lagi.

Inilah saatnya kubebaskan imajinasi
melintasi cakrawala hati.

Ada awal dan ada akhir
membayang jelas dalam ingatan diri.

Malam bertambah larut
tapi pengembaraan imajinasiku seakan enggan berakhir.

Melompat riang tiada arah lagi
karena ini saatnya membebaskan diri dan mencari terang diantara gelapnya malam.

Malam, andai engkau tahu arah imajinasiku
ingin kuajak bersenda gurau tanpa hirau waktu.

Ini saatnya kuberimajinasi secara mauku
tanpa sekat dan batas
semua bebas berkelana tanpa arah
tapi berbatas akhir yang kutahu.

Berceloteh lewat kata
walau kadang melompat tanpa arah
membuat diri merdeka.

Menangkap pesan malam
lewat nuraniku dan Jari jemariku terus menari
membebaskan imajinasi
hingga malam mulai larut dan pendar cahaya mulai redup.

Inilah akhir perjalanan imajinasiku
tiba saatnya kembali dalam nyata
yang memberi pertanda lewat benar dan salah.

Selamat malam
selamat kembali kedunia nyata

( Intermezzo sebelum terlelap )

Apr 10, 2017

Jangan Asal Mengkritik Dan Komen Di Media Sosial

Kamu pasti pernah menemui orang-orang yang hobinya memberi kritikan dan komentar kepada hal-hal yang dikerjakan orang. Entah itu langsung dengan kalimat kasar, mencaci dengan sindiran, atau bahkan menghina secara terang-terangan. Mungkin maksudnya baik agar kamu sadar akan kesalahan yang kamu lakukan. Tapi bukannya malah sadar, kamu malah jadi makin kesal.

Nah, daripada kritikan yang dilemparkan malah bikin orang lain kesal dan balik membenci, yuk kita introspeksi lagi cara kita mengkritik dan berkomentar. Jangan-jangan selama ini memang sikap kita yang kelewatan.

Saat mengkritisi sesuatu, sudahkah dipikirkan sebelumnya apakah tindakan kritik ini adalah murni sebuah tindakan korektif atau sekedar memenuhi ego anda. Pertanyaan ini sering melintas dalam benak saya setiap timbul rasa ingin mengomentari sesuatu yang bernada kritik, entah melalui ucapan verbal atau dalam bentuk kata-kata seperti yang sering kita lakukan di sosial media.

Dari berbagai literatur yang saya baca, hampir semua mengatakan bahwa tak seorang pun suka dikritik. Apalagi kritik tersebut dilontarkan hanya untuk memenuhi ego diri. Banyak dari kita yang terkadang tanpa sadar karena tidak menyukai seseorang atau sesuatu hal, kritik kita sesungguhnya bukanlah sebuah tindakan korektif namun sebuah pelampiasan kekesalan atau amarah.

Dalam kritik yang seperti ini bisa bermacam-macam kandungannya, ada yang mengandung perintah, peringatan, bahkan merupakan sebuah hukuman. Kritik yang seperti ini juga terkadang adalah sebuah upaya memaksakan ide atau keinginan pada pihak lain. Sungguh sebuah tindakan yang hanya melahirkan kepuasan ego belaka.

Lalu pertanyaannya, kalau memang ada yang harus dikritik bagaimana? Ya sampaikan saja, namun pastikan dulu niat anda benar-benar sebuah tindak korektif, bukan seperti yang saya gambarkan pada paragraf di atas. Dan itupun, ada caranya lho, supaya esensi dari kritik kita sampai atau dipahami oleh pihak yang kita kritik.

Saya suka dengan uraian tentang cara terampil mengkritik yang ditulis oleh Les Giblin di bukunya yang berjudul Skill with People. Saya mencoba menguraikannya dalam tulisan di bawah ini. Mudah-mudahan bermanfaat ya.
  1. Jangan Pernah Mengkritik di Depan Umum. Mengkritik seseorang di depan umum sama saja dengan mempermalukan seseorang. Lakukanlah kritik secara pribadi lamgsung ke orangnya tanpa perlu orang banyak tahu.
  2.  Mulailah Kritik dengan Kata dan Pujian yang Baik. Menciptakan suasana yang bersahabat akan membuat kritik kita lebih mudah diterima. Ingat bahwa bagaimanapun kritik itu tidak menyenangkan bagi yang dikritik, lakukan sehalus mungkin agar “cubitan” anda tidak terlalu menyakitkan.
  3. Kritik Perbuatannya, Bukan Orangnya. Ini paling sering terjadi dalam persoalan mengkritik. Sering ditemukan kasus kita tidak dapat membedakan apakah yang kita kritik itu perbuatannya atau orangnya. Ingat bahwa setiap orang adalah unik, dan punya cara yang berbeda dalam setiap perilakunya. Ada beda yang jelas di antara dua kalimat ini. “Kamu tuh harusnya begini bukan begitu” dengan “menurutku, sepertinya hal ini bisa dilakukan dengan cara begini, bagaimana menurutmu?”
  4. Beri Solusi atau Jawaban. Mengkritik tanpa memberi solusi sungguh adalah perbuatan yang tidak bijaksana dan tidak berganggungjawab. Pikir dua kali sebelum mengkritik, apakah kita bisa melakukan lebih baik, apakah kita punya cara yang lebih baik. Kalau iya, silahkan sampaikan kritik lengkap dengan solusi dan jawaban yang benar.
  5. Tidak Menuntut, Mari Bekerja Sama. Dalam sebuah tim atau sekelompok orang, sikap seperti ini mutlak diperlukan. Seorang good team player tidak akan menuntut orang lain melakukan apa yang ia inginkan. Sebagaimana pada poin 4 di atas, seorang good team player yang baik sudah siap dengan solusi dan jawaban saat mengkritik dan siap melakukan perbaikan atau tindaka  korektif bersama-sama. Bukan hanya membebankan permasalahan pada pihak lain dan menuntut orang lain yang melakukan tindakan korektif.
  6. Satu Kritikan untuk Satu Pelanggaran. Cukup sekali saja melakukan kritik. Kalau kritik anda tidak menghasilkan perubahan atau tidak dapat ditangkap inti permasalahannya, coba koreksi diri apakah kita sudah melakukan kritik dengan cara yang benar. Mungkin ada cara kita yang salah dalam mengkritik.
  7. Akhiri Kritikan dengan kalimat yang bersahabat. Bagaimanapun, membina hubungan yang baik dengan lebih banyak orang secara berkesinambungan itu penting. Biasakan setelah mengkritik, akhiri dengan kalimat yang bersahabat dan menyenangkan. Ingat bahwa kritikan yang telah anda lakukan mungkin telah menyentuh harga diri seseorang. Kalau perlu tepuk pundaknya, atau bersalaman bahkan kalau hubungan anda dekat, peluklah agar yang dikritik merasa lebih nyaman.
Nah kalau tentang komen, apalagi sekarang tuch, di media sosial online itu hampir sama dengan kehidupan sosial offline. Keduanya terikat oleh norma-norma yang berlaku di masyarakat, terutama norma-norma etika. Bahkan, semua media sosial punya aturan (terms and conditions) yang harus dipatuhi para anggotanya. Norma etika, ada yang tertulis dan ada yang tidak tertulis tetapi sudah diketahui banyak orang.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diketahui di dalam membuat komen:

Kenali dulu siapa pembuat status
Apakah Anda sudah mengenalnya secara pribadi dan secara langsung? Kalau sudah mengenalnya secara pribadi dan langsung, apalagi itu sahabat baik Anda, kalau kata teman saya (bolo kentel),  bolehlah membuat komen bebas asal sopan. Jika Anda belum mengenalnya secara pribadi dan langsung, maka komen–komen Anda harus beretika.

Jangan mudah menyalahkan
Semua orang tidak ingin dianggap salah. Oleh karena itu jangan mudah menyalahkan status orang lain. Apalagi secara frontal. Jika status di media sosial benar-benar salah, maka Anda bisa melakukan koreksi dengan cara yang baik. Jangan sampai menyinggung perasaan atau si pembuat status merasa kehilangan muka. Dan koreksi Anda sebaiknya ditulis di inbox media sosial tersebut.

Pahami maksud status di media sosial
Jangan terburu-buru memberi komen. Baca dengan benar. Sesudah Anda yakin memahami maksud status tersebut, silahkan menulis sebuah komen.

Jangan menyerang pribadi
Satu hal yang tidak disukai adalah adanya pengguna media sosial atau semisal Facebooker yang tidak mengomentari tulisan, tetapi mengomenttri penulisnya. Menyerang pribadinya. Mencela. Menggurui. Bersikap snob (sok tahu, sok mengerti dan sok pintar). Bersikap sinis. Komentar yang demikian merupakan komentar tak cerdas dan hanya bisa ditulis Facebooker yang tidak cerdas pula. Juga, jangan “gede rasa” (GR) membaca status yang bersifat umum (tidak menyebut nama, inisial, identitas atau ciri-ciri Anda).

Kalau tidak tahu lebih baik bertanya
Kalau Anda tidak memahami maksud dari sebuah status, lebih baik bertanya atau bahkan tidak usah memberi komen. Sebab, tidak mengerti tetapi memberi komen, biasanya komennya tidak nyambung alias salah.

Pahami caranya berbeda pendapat
Berbeeda pendapat boleh saja, tetapi harus tahu caranya. Antara lain, sopan, tidak bersikap frontal, tidak langsung menyalahkan, dahului dengan kata “ma’af” dan akhiri dengan kata “ma’af” juga. Jangan menulis kata “salah” atau “keliru”. Sertakan data yang benar.

Hargai pendapat orang lain
Semua orang ingin dihargai, termasuk Anda. Oleh karena itu, belajarlah menghargai pendapat orang lain walaupun pendapat orang lain belum tentu benar. Mungkin ada baiknya Anda membuat status sendiri yang berbeda tanpa menyebut nama Facebooker lain.

Mengkritik boleh saja
Mengkritik boleh saja. Tetapi harus sesuai dengan kompetensi Anda. Kalau Anda pakar hukum, boleh mengkritik status yang berhubungan dengan hukum. Kalau Anda sarjana ekonomi, boleh mengkritik status yang berhubungan dengan ekonomi dan seterusnya. Namun , kritik haruslah berkualitas. Jangan asal mengritik. Apalagi, kalau Facebooker yang Anda kritik belum Anda kenal secara pribadi dan belum Anda ketahui prestasi dan kemampuannya.

Beri komentar yang netral
Komentar yang aman adalah komentar yang netral. Tidak menyalahkan dan tidak membenarkan. Bersifat biasa-biasa saja. Boleh saja memberi “Like” atau “Suka”. Tidak memuji dan tidak mencela.Komen yang datar-datar saja. Lebih baik, buat komen yang sifatnya bercanda atau yang lucu-lucu.

Jangan menyinggung perasaan
Kadang-kadang, kita menerima komen yang menyinggung perasaan. Dari sudut psikologi, komen seperti itu pasti ditulis Facebooker pengidap psikopat. Oleh karena itu, buatlah kalimat secermat mungkin. Jangan sampai komen Anda terkesan tidak menghargai pendapat pembuat status. Jangan sampai terkesan Anda bersifat menggurui.

Daripada mengubah seseorang dengan kritik, lebih baik miliki kredibilitas dan kemampuan yang layak dicontoh, menyentuh hidup orang lain dengan tindakan nyata, menginspirasi orang lain dengan prestasi dan dari situ seringkali terjadi, begitu banyak hidup orang lain yang menjadi lebih baik dan berubah karenanya tanpa perlu dikritik.

Sikap saling menghargai sesama Facebook adalah sikap yang mencerminkan persahabatan yang baik. Komen Anda yang berkonotasi negatif, biasanya akan ditanggapi secara negatif juga. Oleh karena itu, buatlah komen yang berkonotasi positif dan konstruktif. Kalau ada status,komen atau tanggapan tidak enak dibaca sebaiknya dihapus saja atau tidak perlu ditanggapi. 

Selamat bertambah bijak guys….

Apr 9, 2017

Kamu Dan Waktu

Jangan khawatir mengenai apa yang orang lain pikirkan tentang kamu pun dengan jalan yang kamu pilih. Jika benar seseorang berniat melihatmu sebagai orang baik tentu mereka akan melakukannya. Tapi jika seseorang memang berniat melihatmu sebagai orang yang buruk, kamu pun tidak akan bisa menyalahkannya.

Sedang yang lebih menyedihkan adalah ketika kamu tengah berusaha melakukan hal baik, mereka justru memiliki alasan lebih untuk menjatuhkanmu. Karena mereka tidak begitu saja perduli terhadap proses baik yang ada padamu.

Tetaplah menjadi dirimu dan membaik, Membaiklah bersama pikiran dan tindakan yang bisa kamu lakukan tanpa harus membuang waktu untuk memperdulikan mereka yang bahkan mengutuk jalan yang tengah kamu pilih tanpa pernah berani membenarkan.

Karena kamu tidak akan bisa merubah pandangan orang lain, kamu hanya harus percaya berubahmu menjadi lebih baik adalah untuk dirimu dan berasal dari dalam dirimu sendiri, bukan dari orang lain.

Waktu akan berbaik hati membersamai dan menyembuhkan luka dalam setiap prosesnya. Dan karena membaik adalah hak bagi setiap orang yang memiliki Tuhan.

Apr 8, 2017

Sebuah Kisah

Tanpa kita sadari, embun pagi sudah beranjak dari dedaunan
ia beranjak ke angkasa, ke tempat di mana mimpi menari - nari
di seluruh waktu yang ia miliki di dedaunan
ia menerjang tentramnya jagat raya
sampai di satu titik di mana ia menyadari
tempatnya bukan di situ.
Salju tidak memiliki tempat di gurun sahara
seberapa kuat dia mencoba, realitas akan mengoyaknya
dan mimpi hanyalah mimpi
jika mimpi adalah zat, maka ia adalah gas
dan gas hanya dapat melihat bagaimana cairan dan padatan bermadu
karena gas; ia hanya setengah realitas

Di suatu titik, aku mencoba untuk menelaah realitas
benarkan ini yang aku inginkan?
apakah aku benar - benar ingin menjadi mimpi yang nyata?
benarkah aku ingin mengubah gas menjadi sebuah cairan dan akhirnya memadat?
karena terkadang, menjadi gas berarti bebas, itukah yang aku inginkan?

Tetapi waktu berlari, aku merangkak
alam sudah menarik embun pagi bersama matahari, 
mau suka ataupun tidak
dan euforia, langit malam, atap semuanya beranjak, menjadi histori

Inilah akhir dari sebuah kisah.
Sebuah kisah yang diangankan semenjak dua mata bertemu untuk pertama kalinya.
Sebuah kisah yang dimulai ketika tidak tahu menjadi tahu
Sebuah kisah yang dimulai karena sebuah permainan
Sebuah kisah yang dijadikan oleh hasrat dua orang brengsek
Sebuah kisah yang adalah buah terlarang taman Firdaus–salah, tapi nikmat
Apakah ada yang mencanangkan segalanya akan berjalan seperti ini?

Inilah awal dari sebuah kisah.
Sebuah kisah yang siapa tahu bagaimana jalannya
Sebuah kisah yang perlahan berjalan tanpa angan
Sebuah kisah yang belum dimulai.
Sebuah kisah yang sekarang akan dimulai.

Apr 6, 2017

Kebahagiaan Itu...

Kebahagiaan itu ada dihati mu, dihatimu, dihatimu.
Sebanyak apapun definisi bahagia yang orang lain katakan, bahagia tetap dalam definisi diri kita sendiri.
Orang lain yang bahagia karena harta, berkumpul atau hal lain.
Itu orang lain, kita tak perlu bahagia yang sama.
Tapi islam telah mengatur segala macam cerita menarik didalamnya.


Kita hanya perlu menjadi pemeran utama terbaik dalam hidup kita, meski pernah menjadi antagonist. 

Beneran, kebahagiaan itu sederhana.

Kita yang sering merumitkan hanya karena definisi orang lain yang kita terima mentah ke pikiran bawah sadar kita.
Hingga mengakibatkan hati kita resah, tak merasa bahagia


Sebagian dari kita mengejar pundi pundi uang, sedang disana ada yang berbahagia hanya dengan rumah kayu dan menjadikan rumahnya syurga dunia.
Karena, sederhana saja kebahagiaan itu.

Apr 5, 2017

Pandai Menjaga Jarak

Sebab seseorang bisa move on, bangkit setelah terjatuh, mereka yang melanjutkan hidup setelah dipatahkan hatinya, dan si penerima atas segala kehilangannya, adalah karena mereka mampu menjaga jarak dengan persoalan hidupnya. Termasuk berpisah atau ditinggalakan orang yang dicintai.

Bentang jarak yang mereka ciptakan
menyelamatkan diri dari berbagai penyakit atau masalah hati dan rasa. Seperti mendendam, bersedih, gelisah, menggalau, serta berbagai beban hati dan pikiran.


Orang yang pandai menjaga jarak dengan masalah dunianya adalah mereka yang tak berjarak dengan Tuhannya. Dia begitu dekat. Dekat sekali. Bahkan menyatu dalam diri. Mereka mampu mengendalikan emosi dan bersegera menghadirkan ketentraman internal.

Kemampuan mengendalikan diri itu lahir dari pemahaman bahwa semua persoalan punya jawaban, segala kehilangan akan tergantikan dan berbagai ujian ujungnya adalah bahagia.

Mereka tidak menggugat atau mengutuk hak prerogatif Nya. Seluruh masalah hidup dikembalikan kepadaNya. Mereka hanya bergerak sebatas pada ranah ikhtiar atau usaha. Lalu menjaga jarak dengan apapun yang menghambat laju langkah.

Aku Rindu