Sep 13, 2016

Jalan Hidup

Jalan berliku. Memang sudah seharusnya begitu.

Jalan banyak duri. Memang akan selalu begitu.

Jalan tak selalu mulus. Memang hidup akan terus begitu.

Jalan hidup akan terus tawarkan cobaan. Membuatmu mau tak mau, suka tak suka, dengan ikhlas atau terpaksa mencicipi rasa pahit.

Yang kau butuhkan adalah percaya. Bahwa takkan ada manis sebelum kita tahu pahit. Bahwa takkan ada bahagia sebelum kita mengerti sedih. Bahwa pencapaian adalah tentang pemahaman. Sukses bukan soal penilaian fisik, materi, harta. Sukses ketika kamu mulai menyadari bahwa hal-hal tak kasat mata lainnya yang Tuhan taburkan di setiap langkahmu adalah rezeki yang sebenarnya padamu. Berupa pelajaran, hikmah, inspirasi. Juga teman yang setia menemani.

Ini bukan soal sejauh dan seberat apa jalan yang kau tuju. Tapi juga tentang tangan yang tak jenuh pegangimu erat, dan doa yang tak pernah lalai temani tiap tarikan nafasmu. Jangan bersyukur untuk hal-hal hebat, cukup sadari hal-hal sederhana yang jika tak ada mungkin saja kau tak berdaya. Kemudian, syukuri sebanyak-banyaknya, balaslah pula dengan doa dalam diam, sedalam-dalamnya.

Sep 10, 2016

Kalau Saja..

Bolehkah kita sedih ketika apa yang kita terima adalah rezeki kata orang lain. Bolehkah kita bersedih disaat semua orang menginginkan apa yang telah kita dapatkan dengan begitu mudah?

Kalau saja hidup bisa ditukar dan dapat memilih, akankah kita bahagia dengan keputusan kita? Akankah kita terlalu berani untuk memutuskan sendiri? Akankah kita dapat menghindari resiko-resiko yang akan terjadi karena keputusan yang telah kita ambil?

Padahal hidup seperti bermain ular tangga. Pemainnya tidak pernah tahu pada angka berapa dadu itu akan berhenti, dan hingga mana dadu itu mengantarkan pemainnya. Apakah pada tangga yang dapat memberikan jalan pintas atau pada ular yang mendorongnya terjun ke bawah.

Padahal perjudian hidup seperti menebak apakah matahari akan terbit dari timur atau barat esok hari.

Dalam Hidup Harus Memilih

Hidup itu pilihan.
Pilih yang mana?
Mau yang seperti apa?
Memang… Yang kita inginkan memang banyak,
Tapi… tidak semuanya kita butuhkan.


Kenapa?
Karena yang kita inginkan belum tentu bermanfaat.


Begitu pula dengan cinta,
Ada kalanya kita gundah,
Ketika kita menganggap dia yang terbaik, ternyata masih ada yang lebih baik.
 

Tanpa kita sadari…. Cinta itu silih berganti,
Allah tak pernah lupa selalu mengganti dan mengantarkan yang jauh lebih baik.


Dalam hati kau mencintainya, tapi kau juga tau bahwa ada orang yang lebih mencintai dan menghargaimu.

Dengan penuh harap berserah diri hanya kepada Allah,
Lewat istikharah dan setiap doaku, tak hentinya memohon agar Allah memberikan keputusan terbaik,
Keputusan terbaik tanpa harus saling menyakiti.


Pikirkan baik-baik, luruskan niat, jernihkan pikiran, lapangkan hati sambil terus berikhtiar dan bertawakal kepada Allah.

Kenapa? Karena memilih bukan hanya untuk saat ini,
Tetapi… Untuk esok dan seterusnya dunia akhirat.


Maka… Ketika hati sedang memilih,
Selalu letakkan Allah di hati.
Adukan semua pada-Nya, selalu minta pertolongan-Nya tanpa lelah.
Yakinlah… Semua tak ada yang sia-sia.


Semoga… Allah memberikan yang terbaik sesuai idaman hati.

Aamiin aallahumma aamiin

Pendendam

Aku ini seorang pendendam. Maka bila saatnya tiba, aku akan mencakar-cakar awan yang ada di langit dan akan ku biarkan langit membiru seutuhnya.

Aku ini seorang pendendam. Aku bisa saja menginjak-injak dengan kasar tanah yang sedang ku pijak.

Aku ini seorang pendendam. Akan ku maki siapa saja yang berani mengganggu kebebasanku. Termasuk gemerisik pohon yang terdengar memekakkan telinga.

Tetapi siapalah aku? Aku hanyalah pendendam yang baik. Jadi ku biarkan saja siapapun itu yang mengusik.

Hanya jangan pernah menggangguku. Jangan pernah mengusik kehidupanku. Karena dibalik diamku, tersembunyi doa-doa yang ku lantunkan setiap harinya untuk membalas setiap rasa sakitku.

Sep 5, 2016

Setiap Hubungan, Mantan Adalah Hal Paling Sensitif

Bagi sebagian orang yang kehidupannya relatif mapan, terkadang muncul saat-saat membosankan, monoton, terlalu rutin dalam hidup mereka. Maka, saat mereka bertemu bekas pacar lama, misalnya, hidup terasa mendapatkan gairah baru. Pada saat demikian, mereka perlu waspada.
 
Sensasi yang dirasakan seseorang ketika berjumpa dengan orang yang cocok dengannya, atau mempunyai tempat khusus di hati, tak ubahnya seperti remaja yang tengah jatuh cinta. Orang itu bisa tak lagi merasakan indahnya kehidupan berkeluarga yang telah sekian tahun dijalani bersama istri atau suami.

Rumput tetangga terasa lebih hijau dari rumput di halaman sendiri. Suasana dan hal baru yang muncul begitu menarik perhatian seseorang hingga dia seakan tak bisa merasakan nikmatnya kehidupan berkeluarga yang dijalaninya selama ini.

Kalau itu berlangsung sesaat saja, meskipun masih wajar tapi jangan sampai di biarkan. Setiap individu pasti punya kehidupan masa lalu, kini, dan masa depan. Kehidupan yang tak seluruhnya bisa dia bagi dengan pasangannya. Meski wajar, tetapi sebaiknya seseorang harus tetap hati-hati dan punya pengendalian diri yang kuat. Ini agar dia tidak sampai keterusan atau tergelincir.

Kalau sudah terjadi yang namanya hubungan intens sesaat atau selingan itu seperti barang baru yang menyita perhatian orang. Situasi baru yang dihadapi, apalagi kalau dibarengi dengan sensasi yang menyenangkan, akan membuat orang tertarik menikmatinya.
 
Seperti kalau kita beli tas atau sepatu baru. Kan, pengin terus-menerus memakainya, sementara tas yang lama rasanya kok usang dan gak menarik lagi. Ini karena orang sudah melihat kekurangan pada pasangannya, hal yang tak muncul pada hubungan dengan orang baru atau saat bertemu lagi dengan pacar lama.

Karena dalam setiap hubungan, mantan adalah salah satu hal paling sensitif. Salah satu hal yang pertama kali dikepoin pas pertama kali punya pasangan adalah ya mantan-mantan itu, bahkan sebelum jadian aja biasanya udah dikepoin duluan siapa aja mantannya dan gimana pas pacarannya, hal yang berhubungan sama mantan itu sensitif banget dalam sebuah hubungan.

Dan ini kejadian dalam hidup saya, beberapa hari yang lalu tiba-tiba saya di invite bbm sama teman SMA, bisa di bilang teman cinta monyet waktu SMA duluuu haha.., dia menginvite saya berkali-kali, sampe berjejer-jejer ada sepuluh dengan menulis pesan, sebenarnya saya sudah males lihat namanya, dan saya bilang ke suami saya mas paijo, kalau saya males banget menerima ini orang menjadi teman kontak bbm saya, tapi kata mas paijo malah sebaliknya di suruh terima apa maunya, akirnya saya terima menjadi kontak pertemanan bbm saya. Selang beberpa detik setelah diterima langsung dia kirim bbm ke saya mengomentari foto yang menghiasi di bbm saya dengan kata-kata pujian yang lebay bombay gak ada angin gak ada hujan dan petir. saya cuma menjawab, "hehe.." cuma gitu aja menandakan kalau saya males jawab. Dia kirim bbm lagi yang mengomentari foto mas paijo, kebetulan fotonya lagi narsis berduaan, "Hay itu suamimu ya, ganteng ya, tapi masih gantengan aku kan?". Dengan pedenya dia bbm itu, dan saya menjawab serasa pengen muntah bacanya, "Iya ganteng kamu tapi sayang gantengmu koq editan yoo.., dan mas paijo bisa beli kegantenganmu loh haha...", dan bukanya dia berhenti bbm aku karena kata-kataku yang ketus tapi malah menjadi-jadi kirim bbm dengan kata-kata rayuan setinggi langit, setinggi gunung dan setinggi angkasa, pokoknya rayuan lebay, mautt.., yang bilang kangen, yang pengen ketemuan, yang pengen makan bareng dan kepengen jalan katanya.

Saya membaca bbm'nya serasa mual, pengen mules, geli dech pokoknya, dan saya menjawab, "Kamu itu katanya ganteng tapi koq norak yo, kampungan, ndeso markeso, ganteng rupomu, tapi sdm ecek-ecek, malah seperti orang gak berpendidikan dech, hedeh payah, jangan kamu kira aku seneng kamu rayu dengan rayuan norak, malah nggilani, mas paijo ikut baca malah ngakak loh, wes kamu gak usah aneh-aneh kalau kepengen hidup damai, gak usah ngrusui kehidupan orang lain, wes ndang di toto kehidupanmu sama anak bojomu cek ayem, perlu kamu ketahui kalau hidupku sama mas paijo tidak kekurangan secuilpun, bahagia lahir bathin". Dan dia cuma menjawab bbm'nya hanya, "kamu Sombongggg", dan saya langsung di delcon dari pertemanan, dan saya langsung ucap syukur Alhamdulillah, hemm..rasakno kon yo, emang enak loh...hahaha...

Saya bukanya sombong sih ya, jujur saya jijay kalau tiba-tiba di bbm dengan rayuan kampungan dan norak, kayak perempuan murahan saja, mungkin dia terbiasa mengumbar rayuan pada perempuan-perempuan murahan sampai klepek-klepek, untung itu orang tidak di depan saya, kalau sudah di depan saya bisa saya gampar, pakai tendangan bebas haha...
"Jangan sampai masa lalumu membuat masa sekarang dan masa depanmu lepas berlalu dan menjadi penyesalan selamanya hanya karena orang yang ada di masa lalumu yang gak jelas."
Karena masa lalu dan masa depan seringkali bertabrakan di masa sekarang. Jadi, coba dech pikir-pikir dulu. Kalau mau tetep temenan sama mantan, kalau menurut saya jangannnn..., mending gak usah sama sekali dech dekat-dekat mantan, karena itu bahaya, akan menyakiti satu sama lain, dan buntutnya malah akan lebih panjang gak ada untungnya dan akan menambah beban masalah dalam hidupmu sendiri, mungkin awalnya biasa-biasa aja, tapi yang namanya biasa, pada akirnya bisa menjadi kebiasaan, terbiasa dan luar biasa menyakitkan hati.

Sep 1, 2016

Cinta Ditolak Dukun Bertindak

Meskipun zaman sudah berubah, masih ada juga yang menggunakan kekuatan supranatural alias bantuan kekuatan dukun. Memang atas nama cinta, segala cara dihalalkan. Tapi apakah cara seperti ini berhasil? Belum tentu. Malah justru sebaliknya.

“Cinta ditolak, dukun bertindak” sudah cukup terkenal, maksudnya cinta ditolak maka pakai dukun atau paranormal untuk mengatasi masalah cinta.

Jelas dukun atau paranormal menggunakan sihir, sedangkan melakukan sihir bisa menjadi kafir, karena hakekat sihir adalah pelakunya melakukan kesyirikan sebagai syarat setan mau membantu untuk meyengsarakan dan menyakiti manusia yang tidak bersalah.

Ada suatu kejadian hal ini nyata dirasakan oleh seorang kawan lama bernama ponidi (nama samaran). Dia mengaku menjadi korban guna-guna dari istrinya, watini (nama samaran). Awalnya sedikit pun tidak suka dengan watini, karena watini ini seorang purel, cantik juga gak wajah buluk, kulit hitam, pendidikan gak jelas. Kalau dibandingkan dengan wanita-wanita yang pernah dekat dengan ponidi jauh banget, wanita berkelas, wanita cantik, berpendidikan dan elegan, beda jauh dibanding dengan watini ini yang kebalikanya kata ponidi.

Tapi entah kenapa, rasa suka itu datang dengan tiba-tiba. Dan ketika melihat watini ini jadi berubah seperti yuni shara. (kataku, iya yuni shara nyungsep di got haha..). Dan tiba-tiba ponidi mengebu-gebu ingin menikahi watini yang hanya bertemu beberapa saja dan tidak ada proses rasa cinta sebelumnya, dan akirnya ponidi menikahi watini, dengan rasa hambar dan tidak jelas perasaanya waktu itu kata ponidi. Saya berbalik bertanya, "Dengan perasaan yang tidak jelas, apa niat menikahi watini", dan ponidi menjawab "Untuk menikahi watini niatnya ingin agar watini tidak menjadi purel lagi, terangkat dari lebah hitam dan tidak menjadi wanita di dunia malam jadi bukan cinta."

Dan ketika mau menikahpun watini juga masih menyempatkan diri untuk bertemu mantanya dan melakukan hubungan intim, sex bebas untuk yang terakir kalinya, katanya itu sebagai tanda perpisahan. Dan sepontan saya berbicara dengan ketus, "yang namanya pelacur tetap aja pelacur diii..ponidii.., karena sudah terbiasa sex bebas, cihh amit-amit." (Tapi aku yo gak maedo, wes keno huwus-huwuse watini, ponidi ya yo ya yo ae, koyok kebo ompong, klepek-klepek nyawang yuni shara sing nyungsep nang got hahaha...).
 

Kata ponidi selama perkawinanya berjalan, ponidi merasa sudah tidak ada rasa dan cinta, dengan sadar ponidi merasa koq istrinya jelek banget, rasanya jijay alias jijik mau mendekati, tetapi meskipun disakitinya berkali-kali, sampai memiliki dua anak, tapi bagi ponidi tetap harus mempertahankan pernikahanya, karena sebernanya ponidi tipe orang setia, selingkuh baginya dosa apa lagi menyakiti wanita. Tidak pernah dilakukan sedikitpun oleh ponidi.

Dan akirnya aku bertanya lagi ke ponidi, "Kalau selama pernikahan tidak ada rasa cinta dan rasa sayang kenapa sampai punya anak dua? Dan kenapa juga wajah dari anak yang kedua beda, koq seperti ambon manise hehe..., dan ponidipun menjawab, "Kalau anak yang kedua itu bukan anak saya, karena watini waktu sebelum anak kedua lahir, watini selingkuh dengan orang lain." itu pengakuan dari watini setelah terbongkar semuanya, kata ponidi anaknya cuma satu, yang pertama.

Dan pada suatu waktu Tuhan membukakan mata hati ponidi akhirnya tahu diguna-guna berkat seorang teman baik dari ponidi yang ternyata kenal dengan sang dukun. Teman baiknya ponidi juga kenal siapa-siapa yang menjadi selingkuhanya dari watini, semenjak menikah dengan ponidi, watini berkali-kali selingkuh dan bebas melakukan sex tanpa sepengetahuan ponidi. Watini melakukanya ketika ponidi sedang bekerja, dan anak-anaknya di titipkan kepada seorang teman watini. Dasar wanita pelacur, bejat yang menyalah gunakan kepercayaan suaminya. Suami kerja mencari nafkah pergi pagi pulang sore, sedangkan istri enak-enakan sex bebas dengan lelaki lain, nauzubillahiminzalik. Dan yang lebih parahnya lagi watini mau diajak sex bebas dengan seorang tiongkok yang ponidi kenal betul orang itu memang PK, dan watini mau sex bebas juga hanya karena uang.

Dan akirnya di usirlah watini dari kehidupan ponidi, karena saking sakit hatinya, jijik, mangkel, jengkel, menyesal dan dendam campur jadi satu, tapi nasi sudah menjadi bubur, hidup harus terus berjalan, waktu akan terus berputar. Jika mungkin kalau ponidi itu aku, sudah aku cincang kale ya sampe aku puas, tak kremes-kremes jadi mie remes, ihh gemes aja sih dengan kelakuanya. Tapi yang namanya paijo orang baik tetap ngopeni anak-anaknya meskipun yang satunya anak gak jelas, bagi ponidi anak tidak berdosa dan tidak bersalah, lebih baik ponidi ngopeni sendiri biar hidupnya jelas dan baik, biarlah emaknya gak jelas tapi anak-anaknya masih di dalam pelukan keluarga jelas. Dan di didiklah anak-anaknya sampai tumbuh ABG. Dan ponidi rela menjadi orang tua tunggal tanpa mengabaikan hidup ponidi, hanya demi anak-anaknya, yang ingin anak-anaknya hidup layak dan dilingkungan yang baik.

Sumpah, mendengar cerita ponidi , bagi aku itu sudah wanita parah, wanita gak bermoral, wanita sudah tidak ada harga dirinya, wanita tidak tau di untung, kalau gak pakai pelet gak masalah sih ya. Parahnya sudah pakai pelet, selingkuh, sex bebas, tapi wes dasarnya pelacur, yo wes susah di atur, sdm rendah. Yang pernah aku dengar ada seorang teman bercerita, memang ada orang berniat menikahi dan benar-benar mencintai wanita pujaanya, akirnya pakai doa-doa biar awet dan tidak saling menyakiti apa lagi selingkuh. Lah ini pelet main dukun hanya untuk sebuah pertandingan, siapa dapat berarti dia yang berhak menikahinya, wow dasar wong edan, wong kentir gak waras, sedeng sudah.

Saya yakin di agama manapun yang namanya selingkuh dan sex bebas itu dosa, dan di agama saya mengatakan, pendapat yang kuat di antara pendapat ulama, bahwa wanita pezina, tidak boleh dinikahi kecuali setelah dia bertaubat. Demikian pula ketika seorang istri berzina, sex bebas dan selingkuh, tidak boleh bagi sang suami untuk tetap mempertahankannya, selama dia belum bertaubat dari zina, dan dia harus menceraikannya. Jika tidak, dia termasuk dayuts.” (Majmu’ Fatawa, 32/141).

Secara syariah suami mempunyai hak untuk menceraikan sang istri kapan saja dia mau. Baik karena istri selingkuh (berzina) atau tidak. Suami cukup mengatakan "Aku ceraikan kamu" maka terjadilah perceraian itu secara agama.

Istri juga harus sadar bahwa ketika berselingkuh dia tidak hanya mengkhianati suaminya dan Allah, tapi juga telah menghancurkan martabat rendah harga dirinya, muruah dan harga diri suaminya.
 

Semoga wanita-wanita yang suka selingkuh, sex bebas dan yang durhaka kepada suaminya mau kembali berbakti, dan bertaubat sebelum ajal menjemput. Pada hari itulah penyesalan tak lagi bermanfaat baginya

Semoga Allah melindungi kita semua, dan keluarga kita yang tercinta dari tipuan Iblis-iblis yang membinasakan. Amin...

Aug 31, 2016

Rasa Syukur

Kalau saja aku bisa mengulang waktu, kemudian membuat keputusan-keputusan yang berbeda dengan yang pernah kubuat, akankah aku lebih bersyukur daripada aku yang sekarang?

Kalau saja aku dilahirkan dalam keluarga yang sama sekali berbeda, bertemu dan berteman dengan orang-orang yang sama sekali berbeda, memiliki pasangan yang lain, akankah aku lebih bersyukur daripada aku yang sekarang?

Kalau saja aku memiliki pekerjaan yang lain, tinggal di tempat (dan dalam keadaan) yang lain, hidup dengan taraf yang lain, memakan makanan yang lain, akankah aku lebih bersyukur daripada aku yang sekarang?

Apakah rasa syukur itu datang karena yang aku miliki ataukah karena yang tidak aku miliki? apakah karena hidup yang aku jalani ataukah karena yang tidak aku jalani? apakah karena ketetapan yang tergaris untukku ataukah karena yang tidak tergaris untukku?

Aku menghitung rasa syukurku dan sepertinya itu tidak cukup untuk membeli surga–bahkan tidak cukup untuk membeli nikmat apapun yang kuterima sekarang. ketika Allah telah begitu baik memberikan segalanya, mengapa aku masih suka berandai-andai tentang hidup yang berbeda?

Aku Rindu