Jan 25, 2014

Luka Abadi Itu Bernama Selingkuh


Kebahagiaan dan kedamaian hati adalah cita- cita utama yang ingin didapatkan setiap pasangan menikah. Disana pula terjalin hubungan emosional yang halal dan menyejukkan. Namun seiring dengan berlalunya waktu, tak jarang kebiasaan nakal perselingkuhan pun muncul dan ikut menyemarakkan lika- likunya. Dan sangat disayangkan ketika hal itu pula lah yang akhirnya banyak membawa seseorang pada titik nadir kehancuran mahligai pernikahannya.

Selingkuh. Sebuah kata yang sebetulnya tidak enak didengar dan tidak sedap dibayangkan karena konotasinya yang buruk. Tidak perlu menutup mata, karena memang kegiatan yang satu ini semakin lama semakin banyak peminatnya dan tentu saja, dilakukan dengan 1001 alasan di baliknya.

Dan terinspirasi dari pengalaman seorang teman yang baru-baru ini terlibat dalam kasus perselingkuhan, Sebenarnya pertanyaannya sederhana, “Kenapa sih harus sampai berselingkuh ? Entahlah siapa yang memulai -saya pun tidak ingin tau-, namun yang pasti seperti kata pepatah lama, ‘Tidak akan ada asap kalau tidak ada api.
 
Tidak perlu melihat dari sisi umur si pelaku perselingkuhan,ya mungkin sedang mengalami puber kedua. Juga tidak perlu melihat dari sisi relationship yang mungkin saja kedua belah pihak sedang bermasalah dengan pasangan masing-masing. Selingkuh ya selingkuh. Apapun pembenaran yang disampaikan, tetaplah itu adalah sebuah pengkhianatan yang sangat menyakitkan.

Jadi, alasan apa yang benar-benar pas untuk melakukan perselingkuhan? Ada atau tidaknya alasan, atau hanya sekadar berusaha mencari pembenaran, hati Anda yang paling dalamlah yang bisa menjawabnya

Ada yang bilang,
jika pasangan anda selingkuh, jangan salahkan pasangan anda atau selingkuhannya, tapi salahkan diri anda yang tidak bisa menjaga pasangan anda.

Saya kok kurang setuju ya dengan statement itu. Memang ada yang seperti itu. Tapi tidak semua. Ada  kok yang udah bener-bener jaga tapi dasar pasangannya aja yang kurang ajar dan penyakitan. Gak bisa kalo cuma satu, atau selalu merasa kurang.  Bisa juga karena merasa ke PD'an sok kecakepan atau sok kecantikan karena merasa masih laku kale ya, Ada juga yang berdalih untuk selingan biar gak bosen. WHAT THE…?!

Terus ada juga yang penyakitannya dari si selingkuhan. Udah tau orang ada yang punya, udah tau sudah sama-sama berkeluarga, tapi masih aja dideketin. Atau emeng sama-sama maun ya...? Kalau bahasa kerenya kok ya sama-sama gragasnya. Sebegitu bangganya pamer di dunia maya, Amit amit jabang baby Apa itu namanya kalau bukan sakit...? 

Bukankah pernikahan adalah tentang melengkapi dan kerjasama?. Disinilah kemudian kesungguhan kita dalam memegang komitmen pernikahan teruji. Apakah anda ingin tahu tentang kualitas diri anda sendiri?... tentu saja anda tidak ingin kelihatan sebagai pecundang, bukan?

Pernikahan adalah tentang melengkapi ketidaksempurnaan. Jikalaulah seorang manusia berselingkuh dengan seribu orang, maka tetaplah hanya satu orang yang dibutuhkannya dan yang dapat mengisi relung hatinya. Hanya satu saja. Maka jalan teraman dan satu- satunya adalah bersyukur. Allah memasangkan kita dengan pasangan kita sekarang, pastilah mengandung maksud yang mungkin pikiran manusia masih sangat dangkal untuk mengertinya. Namun satu hal yang pasti, bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita, pun demikian dengan pernikahan. Allah menganugrahkan pasangan adalah sebagai yang terbaik bagi hidup kita, InsyaAllah.

Dan bagi anda diluar sana yang ternyata sedang dalam ujian Allah untuk sebuah kenyataan dimana jalan hidup membawa anda pada seseorang yang tidak mengerti kata bersyukur, maka tetap tersenyumlah. Bahkan setiap detik yang anda miliki lebih berharga untuk dihabiskan dalam air mata. Percayalah bahwa Allah maha adil, siapa yang menanam, dia pasti akan menuai. dan satu lagi, sadarilah, bahwa anda telah tercipta dengan sangat istimewa. Anda sangat istimewa. Menangislah sampai gemetar, setelah itu tegakkan kepala dan hati anda, dan lanjutkan hidup dengan lebih bahagia dan tetap lakukan yang terbaik. Karena siapapun diri anda, anda adalah yang terbaik.


“Berlayar di laut dalam memang membosankan, tapi nggak ada orang yang pergi jauh pakai arung jeram” - anonim

 
By Indrajied’

 
 

Jan 15, 2014

Belahan Jiwa



“Belahan jiwa adalah seseorang yang, ketika kita menemukannya, ada sesuatu semacam ‘kesamaan’ yang tidak bisa dijelaskan.

Maksud saya bukan sekedar kesamaan hobi, kesamaan musik favorit, kesamaan tempat piknik favorit, kesamaan aliran, dan lain-lain, sama sekali bukan. Tapi lebih dari itu. Seperti menemukan satu bagian yang telah lama hilang dari diri kita. Yang entah kenapa ‘bagian yang hilang’ itu baru kita sadari ketika bertemu dia.

Seperti menemukan sesuatu yang telah lama dicari. Yang kemudian membuat kita berkata, “Astaga, ini dia orangnya. Pasti dia. Bukan yang lain.”

Sesungguhnya tidak semua pecinta merasakan hal tersebut pada pasangannya. Maka beruntunglah bagi yang bisa merasakan sensasi ‘menemukan sesuatu yang telah lama hilang’ itu.

Kualitas yang terpenting bukan pada orang yang kau harapkan menjadi belahan jiwamu, tapi padamu yang akan jatuh cinta kepadanya. Jika engkau tidak membeningkan hati, pikiran dan perilaku, engkau akan mudah jatuh cinta kepada pribadi yang akan mengecewakanmu.

Dalam kisahku, engkau adalah bagian yang tak terpisahkan dari hatiku. Dalam hidupku, 


By Indrajied'

Dec 29, 2013

Sisi lain dari iri dan dendam

Apa itu dendam ?
Apa itu iri ?

Sebenarnya banyak sekali suatu pertanyaan tentang kedua kata tersebut, bukan pertanyaan tentang definisi dari dendam dan iri tersebut, melainkan pertanyaan "mengapa harus dendam dan mengapa harus iri”. Karena yang kita sudah ketahui  secara umum, ketika kedua kata itu muncul dalam benak kita, yang terbesit adalah suatu bentuk dari sifat buruk manusia yang harus kita hindari setiap harinya.

Lalu, sebenarnya apakah dendam itu, dan apakah iri itu,
Setahuku, iri merupakan perasaan dimana seseorang tidak ingin merasa kalah, apalagi sampai mengalami kekalahan dari orang lain, tak ingin dilampaui oleh oranglain, dan ingin selalu berada lebih dari pada orang lain. Ataupun dapat diartikan sebagai suatu pikiran, ingin seperti sesuatu yang lebih dulu melakukan hal yang seharusnya kita lakukan. Iri tersebut bisa dalam berbagai macam bentuk, entah iri yang berhubungan dengan prestasi, fisik seseorang , maupun materi yang dimiliki oleh orang lain.

Ya, menurutku rasa iri dan dendam adalah suatu sifat dasar manusia yang tak mungkin bisa lepas dari setiap kehidupan sehari-hari manusia di dunia ini. Iri pun menurutku adalah suatu sifat yang tak pandang bulu dalam menyerang perasaan manusia, iri tak mengenal lokasi tempat tinggal manusia tersebut, tak mengenal usia, dan juga iri tak mengenal entah itu rakyat kecil atau seorang konglomerat sekalipun. Dan, dari semua yang itu, entah lokasi, profesi dan usia, iri yang melanda sebagian manusia adalah iri akan materi.

Meskipun iri sendiri pada hakikatnya dapat kita tekan dengan suatu sikap syukur terhadap apapun yang telah kita peroleh.
Dendam pun sama seperti iri, ia tak mengenal siapa, dimana dan apa dari manusia tersebut, karena dendam merupakan perasaan yang juga sudah kita bawa dari lahir, sudah mengalir dalam darah setiap manusia yang menjalani hidup didunia ini. Dendam biasanya diakibatkan karena perbuatan buruk orang lain yang dilakukan kepada kita, entah itu berupa perbuatan fisik maupun non-fisik. Dan, pada hakikatnya dendam akan dapat dihilangkan dengan suatu rasa ikhlas.

Disini aku akan mengajak  untuk melihat dari bagian lain suatu fenomena ataupun suatu bentuk. Sebab, ada kalanya kita harus melihat dari segi positif suatu ciptaan Tuhan, dan disini aku akan memperlihatkan bahwa setiap ciptaan-Nya pasti memiliki fungsinya masing-masing.

Mulai dari dendam itu sendiri, suatu perasaan ingin memberikan balasan kepada orang yang terlebih dahulu melakukan sesuatu kepada kita, dan apa sisi positif dari dendam itu adalah, balas budi. Jadi, dendamlah kepada orang-orang yang telah memberikanmu kebaikan selama ini, dendamlah karena jika kita dendam, kita tidak akan dengan mudah melupakan apa yang sudah orang lain lakukan kepada kita. Orang tua kita contohnya, dendamlah kepada mereka yang telah merawat dan membesarkan kita dengan sepenuh hati tanpa meminta imbalan sepeserpun dari kita, jika pembalasan memang lebih kejam, maka kita harus lebih kejam kepada mereka dalam memberikan kasih saying, sayangilah mereka selayaknya kalian memendam rasa dendam yang sangat mendalam.

Sedangkan iri, perasaan tak ingin kalah terhadap orang lain, perasaan ingin melampaui satu sama lain. Dan sisi baik daripada rasa iri tersebut adalah suatu proses kerja keras untuk bisa menyamai atau bahkan melebihi orang lain, maka irilah kepada mereka yang telah terlebih dahulu sukses, irilah terhadap mereka yang bisa mendapatkan apapun dengan keringat mereka sendiri. Lampauilah mereka yang sudah selangkah maju didepan kita. Karena iri akan membantu mental kita agar terus berjuang untuk melampaui orang lain dalam segala hal, mendorong kita agar menjadi lebih keras dalam berusaha mencapai apa yang kita inginkan.

Pada akhirnya, kita memang harus melihat dan memahami apa itu ciptaan Tuhan, karena setiap creation itu pasti memiliki sifat positif disamping bentuk negatifnya. Jangan menilai sesuatu hanya dari buruknya, hanya dari kulit luarnya, ibarat anjing, jangan hanya dianggap sebagai binatang rendahan, karena kita tahu bahwa kesetiaan dan rasa cinta seekor anjing terhadap majikannya, melebihi rasa cinta dan setia dari manusia itu sendiri.


By Indrajied'

Dec 27, 2013

Meraih Pintu Hidayah



HIDAYAH HANYALAH MILIK ALLAH
Pernahkah kamu merubah seseorang..??
Bagaimanakah cara merubah seseorang agar orang tersebut menjadi baik..??

Mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar kita dapat merubah seseorang?

Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, bahwa hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah.

Yang diwajibkan dan diperintahkan ke kita adalah terus menyampaikan seruan kebaikan kepada semua manusia. Sedangkan hasilnya, apakah orang tersebut akan berubah dan akan mendapatkan hidayah, semua itu serahkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan bertawakallah hanya kepada-Nya.

Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”.

Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, “Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.”

sangat jelaslah bagi kita, hidayah hanyalah milik Allah, dan Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendakinya. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Allah berfirman yang artinya “Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (QS. Az-zumar:23).

Apabila kita ingin memberikan hidayah kepada seseorang dan kita kumpulkan seluruh manusia untuk membantu usaha kita, niscaya tidak lah akan ada gunanya karena memang hak hidayah sepenuhnya di tangan Alla ‘Azza wajalla. Namun kita hanya di seru dan diperintah untuk menyampaikan kebenaran secara terus menerus maka laksanakanlah dengan ikhlas dan iringilah dengan doa, semoga hidayah Allah untuk kita semua dan untuk semua orang yang kita serukan kebaikan.

Cara Menggapai Hidayah
Setelah mengetahui hal ini, lantas bagaimana upaya kita untuk mendapatkan hidayah? Bagaimana caranya membuat orang lain mendapatkan hidayah?
Di antara sebab-sebab seseorang mendapatkan hidayah adalah:

1. Bertauhid
Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Allah berfirman yang artinya “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-an’am:82).

2. Taubat kepada Allah
Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”.

3. Belajar Agama
Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya “Jika Allah menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan memahamkannya agama” (HR Bukhori)

4. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang.
Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah berfirman yang artinya “Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (An-nisa: 66-68).

5. Membaca Al-qur’an, memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya.
Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS. Al-Isra:9)

6. Berpegang teguh kepada agama Allah
Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imron:101).

7. Mengerjakan sholat.
Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah berfirman pada surat Al-Baqoroh yang artinya “Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”
Siapa mereka itu, dilanjutkan pada ayat setelahnya “yaitu mereka yang beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkah sebagian rizki yang diberikan kepadanya” (QS. Al-baqoroh:3).

8. Berkumpul dengan orang-orang sholeh
Allah berfirman yang artinya “Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami.” Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am:71).
Ibnu katsir menafsiri ayat ini,“Ayat ini adalah permisalan yang Allah berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek. “

Maka carilah sahabat yang mengajakmu ke pintu hidayah, carilah mereka yang mengajakmu ke syurga dan jauhilah mereka yang mengajakmu ke neraka.
Dengan mengetahui hal tersebut, marilah kita berupaya untuk mengerjakannya dan mengajak orang lain untuk melakukan sebab-sebab ini, semoga dengan jerih payah dan usaha kita dalam menjalankannya dan mendakwahkannya menjadi sebab kita mendapatkan hidayah Allah.

Syaikh Abdullah Al-bukhori mengatakan dalam khutbah jum'atnya
" Semakin seorang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, niscaya bertambah hidayah padanya. Seorang hamba akan senantiasa ditambah hidayahnya selama dia senantiasa menambah ketaqwaannya. Semakin dia bertaqwa, maka semakin bertambahlah hidayahnya, sebaliknya semakin ia mendapat hidayah/petunjuk, dia semakin menambah ketaqwaannya. Sehingga dia senantiasa ditambah hidayahnya selama ia menambah ketaqwaannya.”
Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita, aamiin.

Dikutip dari berbagai sumber.

Semoga ada manfaatnya,
Allahu Ta’ala A’lam


By Indrajied’

Aku Rindu