Di dunia ini, kita akan selalu banyak menemukan kekecewaan
bahkan dengan mereka yang kita anggap paling berarti dalam hidup kita.
Pernah tidak kita mendengar, justru orang terdekat kitalah
yang paling dalam menyakiti perasaan kita dengan begitu.
Pada titik ini kita akan menyadari. Bahwasanya cukuplah
Allah saja kita menggantungkan segala perasaan. Menyampaikan segala peluh dan
kesakitan.
Berkata Ya'qub, “Sesungguhnya hanya kepada Allah kuadukan
susah dan sedihku, aku tahu dari Allah apa yang kalian tidak mengetahuinya.”
(QS. 12: 86)
Ayat ini benar-benar mengajarkan kita tentang banyak hal.
Tentang penyerahan kita, perasaan kita. Hanya Allah yang pertama dan terakhir
dalam menggantungkan segala asa. Dan tentang betapa baiknya Allah ketika
mendapati keadaan hambanya bahkan dalam keadaan sedih sekalipun.
Setelah ini, ketika kita merasakan kecewa oleh mereka yang
kita anggap sangat berarti. Maka kebalikan kembali pada-Nya. Adukan segalanya.
Kecewalah, tidak apa-apa. wajar. Sebab kecewa juga bahagian dari fitrah
manusia.
Tapi setelahnya, beranjaklah kembali. Maafkan. Maafkan
mereka-mereka yang telah demikian kepada kita. Cukuplah Allah saja yang akan
mengganti kesakitan kita dengan ganti yang lebih baik. Jika kita mau sedikit
saja meluaskan sabarnya, jika kita ma sedikit saja meluaskan maafnya..
Untuk menjadi sebuah permata yang mahal, ia perlu ditempa
proses dengan begitu panjang dan lama dalam pembentukkannya.
Maka cukuplah Allah saja ya..
