Jul 17, 2018

Hanya Allah Saja


Di dunia ini, kita akan selalu banyak menemukan kekecewaan bahkan dengan mereka yang kita anggap paling berarti dalam hidup kita.

Pernah tidak kita mendengar, justru orang terdekat kitalah yang paling dalam menyakiti perasaan kita dengan begitu.

Pada titik ini kita akan menyadari. Bahwasanya cukuplah Allah saja kita menggantungkan segala perasaan. Menyampaikan segala peluh dan kesakitan.

Berkata Ya'qub, “Sesungguhnya hanya kepada Allah kuadukan susah dan sedihku, aku tahu dari Allah apa yang kalian tidak mengetahuinya.” (QS. 12: 86)

Ayat ini benar-benar mengajarkan kita tentang banyak hal. Tentang penyerahan kita, perasaan kita. Hanya Allah yang pertama dan terakhir dalam menggantungkan segala asa. Dan tentang betapa baiknya Allah ketika mendapati keadaan hambanya bahkan dalam keadaan sedih sekalipun.

Setelah ini, ketika kita merasakan kecewa oleh mereka yang kita anggap sangat berarti. Maka kebalikan kembali pada-Nya. Adukan segalanya. Kecewalah, tidak apa-apa. wajar. Sebab kecewa juga bahagian dari fitrah manusia.

Tapi setelahnya, beranjaklah kembali. Maafkan. Maafkan mereka-mereka yang telah demikian kepada kita. Cukuplah Allah saja yang akan mengganti kesakitan kita dengan ganti yang lebih baik. Jika kita mau sedikit saja meluaskan sabarnya, jika kita ma sedikit saja meluaskan maafnya..

Untuk menjadi sebuah permata yang mahal, ia perlu ditempa proses dengan begitu panjang dan lama dalam pembentukkannya.

Maka cukuplah Allah saja ya..

Aku Rindu