Godaan untuk melakukan perselingkuhan, mungkin hanya muncul sekejab
sebagai akibat dari rasa jenuh atau akibat tekanan dalam pekerjaan dan
rumah tangga. Jika penyebabnya atau alasannya adalah rasa jenuh atau
tekanan, pertanyaannya adalah : apa mungkin seseorang selingkuh tanpa melakukan hubungan intim
?
Selingkuh Tanpa Hubungan Intim.
Jarang sekali, seseorang baik pria maupun wanita, yang sudah
berkeluarga mau terbuka menceritakan perselingkuhannya. Dan faktanya
sebagian orang bahkan tidak mau mengakui bahwa dirinya sedang terlibat
perselingkuhan, meskipun gerak-gerik serta tindakan mereka menunjukan
ada sesuatu dalam hubungannya dengan orang ketiga.
Selingkuh biasanya lebih mudah dilakukan jika keduanya sering
terlibat pada kegiatan yang sama atau sering berada pada tempat yang
sama. Ada sebuah contoh dimana seorang wanita pekerja menjadi cukup
dekat dengan seorang lelaki rekan sekerjanya. Sang wanita sudah memiliki
kekasih, sementara sang pria sudah memiliki istri. Mereka tidak satu
bagian, namun masih dalam lingkungan kantor yang sama.
Dimulai dari saling komunikasi masalah pekerjaan, lalu beberapa kali
aktifitas yang menyebabkan mereka terlibat bersama, akhirnya berlanjut
dengan makan siang bersama. Kedekatan dimulai dari candaan untuk
mengatasi kelelahan pada pekerjaan, akhirnya terbawa hingga usai jam
kerja. Obrolan melalui BBM atau Whatsapp dari yang sebelumnya hanya tentang pekerjaan berubah lewat kalimat – kalimat intim. Ucapan “say” atau “cin” yang semula sekedar candaan berubah menjadi kebutuhan emosional.
Dari sana mulailah pembicaraan lebih intens tercipta disaat muncul
masalah hubungan mereka dengan pasangan masing-masing. Setiap kali ada
masalah dalam hubungannya dengan pacar, sang wanita merasa membutuhkan
Pria tersebut sebagai teman bicara yang menyenangkan.
Sebaliknya sang Pria mulai membutuhkan sang Wanita sebagai teman bicara
setiap kali terjadi masalah dalam rumah tangganya. Hal tersebut
berlangsung terus menerus dalam jangka waktu lama. Kadang komunkasi
diantara mereka terputus begitu saja selama beberapa waktu, namun
kemudian tersambung kembali ketika salah satu dari mereka mengalami
masalah.
Pertanyaannya adalah apakah mereka masuk dalam kategori selingkuh ? Dan ternyata banyak orang dan para pakar hubungan mengatakan “Ya”, mereka sudah melakukan selingkuh kering, atau selingkuh tanpa melakukan hubungan intim.
Antara selingkuh kering dan selingkuh basah.
Menurut pakar, sebuah hubungan perselingkuhan sudah terjadi apabila :
- Kerap berusaha melakukan sentuhan dengan cara tidak wajar
- Tidak menceritakan hubungannya dengan pasangan secara tidak seimbang, misalnya hanya bagian-bagian tidak menyenangkan
- Lebih banyak berkomunikasi dengan orang tersebut dibanding pasangannya
- Pasangannya tidak pernah diberitahu dengan pasti tentang orang
tersebut. Seberapa sering makan siang atau makan malam bersama, berapa
kali bertemu atau melakukan aktifitas bersama.
- Lebih memperhatikan penampilan sebelum bertemu
- Pernah mengatakan “Saya menyukai kamu, tapi saya sudah memiliki pacar/pasangan/tunangan”
- Tidak merasa nyaman jika fotonya dilihat oleh pacar atau pasangan.
Sedapat mungkin akan disembunyikan atau dihapus dari ponselnya.
Jadi walaupun tidak terjadi hubungan intim diantara mereka, apabila lebih 4 poin diatas terpenuhi maka hal tersebut merupakan tanda bahwa seseorang terlibat dalam hubungan emosional dengan pihak ketiga atau selingkuhan. Sehingga dia dapat dikatakan berselingkuh, namun masih dalam kategori selingkuh kering atau selingkuh tanpa hubungan intim.
Oleh karena itu ada baiknya untuk mulai membatasi diri apabila kita
memiliki tanda-tanda sebagaimana tersebut diatas guna menghindari
terjadinya titik tertinggi dari sebuah perselingkuhan, yaitu hubungan intim. Pada tahap inilah seseorang dikatakan telah melakukan selingkuh basah.
Kebanyakan persahabatan dengan lawan jenis menjadi awal perselingkuhan.
Kebanyakan perselingkuhan emosional diakibatkan oleh hubungan
intensif dan sering dijumpai pada lingkungan kerja. Sebuah kedekatan
yang semula dianggap sebagai persahabatan bisa dengan cepat berubah
tanpa disadari menjadi ketergantungan emosi diantara mereka. Dan ketidak
jujuran mereka pada pasangan akan hubungan tersebut menjadi awal
permulaan cerita perselingkuhan, penghianatan terhadap pasangan.
Percaya atau tidak, berdasarkan hasil penelitian, lebih dari 50%
pertemanan di lingkungan kerja kemudian berkembang menjadi hubungan lebih dari sekedar sahabat. Hal tersebut dapat terjadi antara pekerja dengan pekerja di tempat sama atau pekerja dengan klien dan supplier.
Semakin merasa aman, semakin besar tingkat perselingkuhan.
Menurut pakar, batas cerita selingkuh sangatlah tipis dengan cerita persahabatan.
Tidak ada sentuhan bukan berarti tidak berselingkuh. Tidak melakukan
hubungan intim bukan berarti tidak memiliki ketergantungan emosi. Para
ahli mengatakan, meski seseorang menganggap tidak ada yang salah dalam
hubungannya dengan orang lain, namun kesalahannya sangat banyak.
Bukan persoalan apakah hubungan tersebut kemudian akan meningkat
menjadi kedekatan dalam bentuk lain atau tidak, namun kesalahan yang
pasti dan sudah jelas adalah “Dia sudah berbohong pada pasangannya“.
Satu kebohongan tentang hubungan, akan berlanjut pada
kebohongan-kebohongan lainnya. Dan ini merupakan bahaya yang tidak
disadari, karena hubungan terjalin dari kejujuran.
Semakin seseorang merasa aman, maka potensi perselingkuhan akan semakin
tinggi. Semakin tinggi kadar perselingkuhan, semakin banyak kebohongan
dibutuhkan untuk menutupinya.
Jadi, kembali pada pertanyaan mungkinkah selingkuh tanpa hubungan intim ? silahkan temukan jawabannya dari hati anda sendiri.