Dec 6, 2016

Belajarlah Berdamai Pada Orang Sekitarmu

Orang yang kau kira baik, mungkin menyimpan aib yang begitu besar, yang jika kau mengetahuinya pasti membuatmu berpikir untuk menjauhinya. Saat ini ia hanya terlihat baik karena ia sedang berusaha membaik, sedang berusaha meninggalkan sisi kelamnya di masa lalu.

Sementara orang yang terlihat buruk, mungkin ia adalah seorang yang begitu perhatian pada binatang. Sering tanpa kau ketahui, ia memberi makan kucing-kucing yang kelaparan. Bukan tidak mungkin ia adalah orang pertama yang akan memegang tanganmu untuk bangkit ketika kau terjatuh. Dia mungkin juga orang pertama yang akan membelamu ketika kau disakiti.

Mulai sekarang belajarlah berdamai dengan kedua sisi yang ada pada setiap orang di sekitarmu. Yang sudah baik, berikan apresiasi. Yang masih buruk, nasehati ia dengan bijak.

Dec 4, 2016

Dingin Pagi

kudekap engkau di dingin pagi
kala mentari masih berselimut
embun membasahi helai daun
kuterhanyut memaknai mimpi

senantiasa wajahmu tersenyum manis
tepiskan sisa kelam sepi rembulan
sentuhmu bangkitkan naluri jingga
rindu belaian lembut dewi asmara

meski awal hari masih tersaput mendung
ingin hasratku padamu bahagia berujung
kupastikan diri senantiasa gegas meraih
memanjakanmu dengan sentuh terkasih

saling genggam jemari kita menanti sang surya
satukan asa menata hari penuhi janji manusiawi
kicauan kukila warnai paduan nyanyian jiwa kita
keindahan cinta kian berarti dalam cita surgawi

Dec 1, 2016

Mungkinkah Selingkuh Tanpa Hubungan Intim?

Godaan untuk melakukan perselingkuhan, mungkin hanya muncul sekejab sebagai akibat dari rasa jenuh atau akibat tekanan dalam pekerjaan dan rumah tangga. Jika penyebabnya atau alasannya adalah rasa jenuh atau tekanan, pertanyaannya adalah : apa mungkin seseorang selingkuh tanpa melakukan hubungan intim ?

Selingkuh Tanpa Hubungan Intim.

Jarang sekali, seseorang baik pria maupun wanita, yang sudah berkeluarga mau terbuka menceritakan perselingkuhannya. Dan faktanya sebagian orang bahkan tidak mau mengakui bahwa dirinya sedang terlibat perselingkuhan, meskipun gerak-gerik serta tindakan mereka menunjukan ada sesuatu dalam hubungannya dengan orang ketiga.

Selingkuh biasanya lebih mudah dilakukan jika keduanya sering terlibat pada kegiatan yang sama atau sering berada pada tempat yang sama. Ada sebuah contoh dimana seorang wanita pekerja menjadi cukup dekat dengan seorang lelaki rekan sekerjanya. Sang wanita sudah memiliki kekasih, sementara sang pria sudah memiliki istri. Mereka tidak satu bagian, namun masih dalam lingkungan kantor yang sama.

Dimulai dari saling komunikasi masalah pekerjaan, lalu beberapa kali aktifitas yang menyebabkan mereka terlibat bersama, akhirnya berlanjut dengan makan siang bersama. Kedekatan dimulai dari candaan untuk mengatasi kelelahan pada pekerjaan, akhirnya terbawa hingga usai jam kerja. Obrolan melalui BBM atau Whatsapp dari yang sebelumnya hanya tentang pekerjaan berubah lewat kalimat – kalimat intim. Ucapan “say” atau “cin” yang semula sekedar candaan berubah menjadi kebutuhan emosional.

Dari sana mulailah pembicaraan lebih intens tercipta disaat muncul masalah hubungan mereka dengan pasangan masing-masing. Setiap kali ada masalah dalam hubungannya dengan pacar, sang wanita merasa membutuhkan Pria tersebut sebagai teman bicara yang menyenangkan. Sebaliknya sang Pria mulai membutuhkan sang Wanita sebagai teman bicara setiap kali terjadi masalah dalam rumah tangganya. Hal tersebut berlangsung terus menerus dalam jangka waktu lama. Kadang komunkasi diantara mereka terputus begitu saja selama beberapa waktu, namun kemudian tersambung kembali ketika salah satu dari mereka mengalami masalah.

Pertanyaannya adalah apakah mereka masuk dalam kategori selingkuh ? Dan ternyata banyak orang dan para pakar hubungan mengatakan “Ya”, mereka sudah melakukan selingkuh kering, atau selingkuh tanpa melakukan hubungan intim.

Antara selingkuh kering dan selingkuh basah.

Menurut pakar, sebuah hubungan perselingkuhan sudah terjadi apabila :
  1. Kerap berusaha melakukan sentuhan dengan cara tidak wajar
  2. Tidak menceritakan hubungannya dengan pasangan secara tidak seimbang, misalnya hanya bagian-bagian tidak menyenangkan
  3. Lebih banyak berkomunikasi dengan orang tersebut dibanding pasangannya
  4. Pasangannya tidak pernah diberitahu dengan pasti tentang orang tersebut. Seberapa sering makan siang atau makan malam bersama, berapa kali bertemu atau melakukan aktifitas bersama.
  5. Lebih memperhatikan penampilan sebelum bertemu
  6. Pernah mengatakan “Saya menyukai kamu, tapi saya sudah memiliki pacar/pasangan/tunangan”
  7. Tidak merasa nyaman jika fotonya dilihat oleh pacar atau pasangan. Sedapat mungkin akan disembunyikan atau dihapus dari ponselnya.
Jadi walaupun tidak terjadi hubungan intim diantara mereka, apabila lebih 4 poin diatas terpenuhi maka hal tersebut merupakan tanda bahwa seseorang terlibat dalam hubungan emosional dengan pihak ketiga atau selingkuhan. Sehingga dia dapat dikatakan berselingkuh, namun masih dalam kategori selingkuh kering atau selingkuh tanpa hubungan intim.
Oleh karena itu ada baiknya untuk mulai membatasi diri apabila kita memiliki tanda-tanda sebagaimana tersebut diatas guna menghindari terjadinya titik tertinggi dari sebuah perselingkuhan, yaitu hubungan intim. Pada tahap inilah seseorang dikatakan telah melakukan selingkuh basah.

Kebanyakan persahabatan dengan lawan jenis menjadi awal perselingkuhan.

Kebanyakan perselingkuhan emosional diakibatkan oleh hubungan intensif dan sering dijumpai pada lingkungan kerja. Sebuah kedekatan yang semula dianggap sebagai persahabatan bisa dengan cepat berubah tanpa disadari menjadi ketergantungan emosi diantara mereka. Dan ketidak jujuran mereka pada pasangan akan hubungan tersebut menjadi awal permulaan cerita perselingkuhan, penghianatan terhadap pasangan.
Percaya atau tidak, berdasarkan hasil penelitian, lebih dari 50% pertemanan di lingkungan kerja kemudian berkembang menjadi hubungan lebih dari sekedar sahabat. Hal tersebut dapat terjadi antara pekerja dengan pekerja di tempat sama atau pekerja dengan klien dan supplier.

Semakin merasa aman, semakin besar tingkat perselingkuhan.

Menurut pakar, batas cerita selingkuh sangatlah tipis dengan cerita persahabatan. Tidak ada sentuhan bukan berarti tidak berselingkuh. Tidak melakukan hubungan intim bukan berarti tidak memiliki ketergantungan emosi. Para ahli mengatakan, meski seseorang menganggap tidak ada yang salah dalam hubungannya dengan orang lain, namun kesalahannya sangat banyak.

Bukan persoalan apakah hubungan tersebut kemudian akan meningkat menjadi kedekatan dalam bentuk lain atau tidak, namun kesalahan yang pasti dan sudah jelas adalah “Dia sudah berbohong pada pasangannya“. Satu kebohongan tentang hubungan, akan berlanjut pada kebohongan-kebohongan lainnya. Dan ini merupakan bahaya yang tidak disadari, karena hubungan terjalin dari kejujuran. Semakin seseorang merasa aman, maka potensi perselingkuhan akan semakin tinggi. Semakin tinggi kadar perselingkuhan, semakin banyak kebohongan dibutuhkan untuk menutupinya.

Jadi, kembali pada pertanyaan mungkinkah selingkuh tanpa hubungan intim ? silahkan temukan jawabannya dari hati anda sendiri.

Nov 30, 2016

Perjalanan

Perjalanan yang baik adalah perjalanan yang tidak hanya sekedar berjalan, tidak hanya sekedar menikmati perjalanan, tidak hanya ingin mengikuti perjalanan saja atau hanya ingin sampai ke tujuan.

Namun perjalanan yang mampu membuat kita tau, paham dan sadar untuk apa perjalanan ini, mau kemana perjalanan ini, bagaimana cara menempuh perjalanan ini, kapan perjalanan ini dan dengan siapa perjalanan ini akan ditempuh.

Agar tidak hanya sekedar berjalan, agar tidak hanya karena ingin sampai ke tujuan saja. Sampai. Selesai. Beres.

Namun, perjalanan yang dapat membuat kita terus belajar, perjalanan yang membuat kita lebih dekat padaNya.

Perjalanan yang mampu membuat kita tetap berada di jalan yang baik, perjalanan yang ditempuh dengan menggunakan cara yang baik, perjalanan yang sampai ketujuan yang baik, perjalanan yang dilakukan bersama orang-orang yang terbaik dan tetap menuntun kita berada di lingkungan yang baik pula.

Nov 26, 2016

Sok Sibuk, Rutinitas Tinggi Tipe Pekerja KULI

Pagi Penuh Berkah dan barokah yang Luar Biasa. Segarnya cuaca hari ini. Namun, apakah batin Anda juga segar? Pertama-tama bersyukurlah akan hidup dan kehidupan sekitar. Kemudian, lakukan dengan sepenuh hati dan berikan yang terbaik yang kamu bisa. Hidup secara totalitas!

Saya tahu kita semua ini sibuk. Namun, tak perlu sok sibuk! Sok sibuk itu berarti kita tergesa-gesa dalam mengerjakan sesuatu dan ingin cepat-cepat selesai. Kita tidak menikmati pekerjaan kita. Itu namanya tidak tulus dalam bekerja. Makanya, kita frustasi mengerjakan segalanya dalam satu waktu. Alhasil berantakan, tidak teratur dan kitanya kewalahan. 

Ketika kita terjebak akan kesibukan, kita pun lupa akan kehadiran diri sendiri. Hidup pun seperti robot atau mayat hidup. Jika kita tidak mampu menyadari kehadiran diri sendiri, bagaimana kita mampu hadir dalam kehidupan orang lain? 

Emang sekarang zaman orang sibuk. Apa aja disibukin. Ada orang yang suka sibuk ama urusan orang lain, sibuk ngomongin orang, sibuk mencari kejelekan orang, sibuk memfitnah orang. Sampe-sampe sekarang, banyak orang yang sibuk memperdebatkan ibadah, hingga gak sempat ibadah. Lucu ya orang sibukk...haha... 

Gak usah terlalu sibuk mencari kesempurnaan. Jika kesederhanaan mampu membuat hari-harimu indah. Emang kamu sibuk banget ya ? Kasihan banget sih kamu. Karena orang sibuk itu berarti terjebak. Terjebak pada rutinitas. Terjebak pada kegiatan fisik yang belum tentu efisien. Sibuk yang gak jelas, sama sekali gak bisa dibanggain. Buat apa bangga? Sibuk gak karuan. Gak usah bangga, wong gaji gak seberapa ae gaya, lagaknya sok bos dan sok rutinitas tinggi, itu mah tipe kerjaanya kuli keles.., gaya hidup gaya sok tajir, pulang pergi ke tempat aktifitas naik mobil, biar di bilang orang-orang tajir beneran, ehh..., gak taunya mobil ngutang, malah ngutang mobil dua loh, mobil yang selalu buat narsis, nampang setiap hari di media sosial, dengan gaya dan Caption yang sok sibuk, tapi meskipun sibuk banget masih bisa tampil dan narsis di medsos loh, memberi tau atau pengumuman kepada teman-teman media sosial kalau dirinya mah sibuk banget, gak kayak kamu-kamu gak punya kesibukan, kasian ya kamu gak punya kesibukan untuk sok sibuk haha..., belum rumahnya yang juga selalu tampil di media sosial, setiap pojokan rumahnya di foto, supaya semua tau kalau dia sekarang berhasil meskipun kerjaanya hanya sebagai pendidik yang sok sibuk, dan dengan bangganya dia Caption bahwa itu hasil kerja kerasnya, ehh.., gak taunya ngutang juga, dengan masukin SK biar bisa dapat utangan di Bank.

Terkadang saya melihat dan membaca captionnya koq malu sendiri ya, harusnya mikir donk, kerjaanya suami cuma sales, dia sendiri kerjaanya hanya sebagai pendidik, punya anak, hidup di kota, rumah bagus, mobil dua bagus, sekarang kalau di pikir gaji suami istri berapa sih? Anda pasti bisa menilai sendiri, kalau orang lain bisa berpikir positif gak masalah, lah bagi orang yang pikiranya negatif, pastilah bisa di bilang hasil rumah dan mobil hasil dari gak bener, apa lagi tau kalau suaminya cuma sales, ehh.. di tambah istrinya pulangnya malam-malam malah kadang sampai larut karena ngejar lebur buat tambahan dan sok sibuk padahal hasilnya gak seberapa, dan suaminya selalu protes, kegiatan apapun meskipun gak penting selalu hadir dan di ikutin biar terlihat sibuk banget rutinitas tinggi, ehh.. gilirian suami dicuekin gak di perhatiin (saknone rek bojone, koq cek ngoyone, wes gaji gak sepiro, sampe di rewangi sok sibuk), keluarga terabaikan, dan pasti penilaian orang di luar sana di kira nyambi-nyambi gitu kan ya? Untung-untung kalau masih ada yang berprasangka hasil ngutang, malah bagus loh. Dengan hal-hal begitu nih orang koq bangganya ya pamer di media sosial, tapi saya maklum sih mungkin OKB kale ya, orang kaya baru haha.., memang asal aslinya orang ndeso sih dan berubah hidup di kota menjadi pendidik, tapi mbok jangan norak gitu ta bukkk..., malah gak kelihatan elegan dan gak berwibawa loh, wong pendidik koq kayak gitu se, malah jadi gimanaaaa...gitu ya, nggilani hehe..., saya mah juga dari ndeso loh, tapi gak lebay-lebay norak begitu amat sih ya, geli sendiri ngelihatnya haha...

Makanya bagi pembaca jangan terkecoh dengan foto-foto yang sering tampil di media sosial, siapapun dia, karena pada kenyataanya kehidupan orang tidak seperti itu. Sebenarnya orang kaya sama sekali gak butuh pengakuan dari orang lain. Tanpa memamerkan kekayaan yang dimilikinya, orang lain tetap paham bahwa mereka adalah sebenar-benarnya orang kaya. Hal itu tercermin dari sikap, gaya hidup, dan tentu saja dari apa yang mereka miliki. Sebaliknya, orang yang sok kaya lebih suka memamerkan apa yang mereka miliki secara kalau berlebihan. Tujuannya jelas cari pengakuan. Semakin banyak orang yang mengira mereka kaya, semakin mereka merasa status sosialnya naik. Padahal, anggapan dari orang hanya semu semata.

Maaf ye, bukanya saya sirik, kalau saya mah bersyukur aja. Gak terlalu sibuk. Kalau kata orang mah udah pas, cocok. Waktunya kerja ya kerja, Waktunya ama keluarga jalanin aja. Malah lebih banyak memperhatikan suami. Waktunya jalan ya pergi aja. Waktunya bareng ama teman ya ngikut aja. Dan waktunya ibadah ya ibadah yang khusyuk. Waktunya nulis ya nulis, malah Alhamdulillah lebih banyak hasil dan manfaatnya, jadi saya gak perlu sok sibuk, dan narsis memamerkan aktifitas saya setiap saat dan setiap waktu di medsos, saya lebih suka posting foto berbagi info kuliner dan keindahan alam Indonesia (yang jelas lebih indah dari luar negeri). Saya mah sibuk yang proporsional aja, sesuai ama prioritas. Gak neko-neko. Indah deh pokoknya, sibuk yang menyehatkan. Asyik banget ya sibuk yang model gitu...., met pagi guys...gak usah sibuk banget ya. Biasa-biasa aja asal tepat sasaran.

Nov 22, 2016

Ucapanmu Adalah Kualitas Dirimu

Ucapanmu adalah kualitas dirimu, ungkapan ini menunjukkan pada kita bahwa kualitas seseorang dapat dinilai dari cara berbicaranya. Tetapi di zaman sekarang ini kata-kata ini hanya slogan yang terabaikan begitu saja. Karena pada faktanya sering kita mendengar dan melihat anak-anak kecil sekarang yang baru berusia 7 tahun dia sudah bisa melontarkan sebuah kata-kata kasar dan makian yang tidak pantas kita dengar, apa mungkin itu karena pengaruh lingkungan keluarganya yang orang tua melontarkan kata-kata buruk ketika memarahinya, sehingga sianak menirunya, dan apa mungkin pengaruh lingkungan sekitarnya. Karena pada dasarnya baik buruknya pribadi seorang anak tergantung bagaimana lingkungan keluarga dan sekolah bagaimana cara mendidikannya. Jadi sebagai seorang terdidik kita merasa miris mendengarnya. Padahal dulu ketika aku masih kecil tidak pernah melontarkan kata-kata buruk dan bahkan jarang mendengarkan kata-kata seperti itu. Bahkan ketika orang tuaku memarahiku hanya menasehatiku dan bilang kepadaku kalau aku tidak boleh mengulangi perbuatanku lagi. 

Oleh karena itu sudah sepantas kita sebagai pendidik generasi bangsa dan sekaligus sebagai orang tua buat anak-anak kita sudah seharusnya untuk memberikan pendidikan terbaik dari usia dini dengan cara memberinya kasih sayang dan cinta dalam keluarga, mengajarkan tutur kata yang baik dan santun, menghormati kedua orang tua, menyekolahkan anak-anak kita menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi lagi, agar menjadi orang hebat yang membanggakan orang tua, masyarakat dan Negara serta memiliki kepribadian yang baik dan bisa menjadi entrepreneur yang memotivasi banyak orang dengan ilmu dan pengetahuan yang dimilikinya. 

Perkataanmu akan selalu dibandingkan dengan perbuatanmu. Apakah yang dikatakan sama dengan yang dikerjakan. Begitu juga komentarmu akan membuat orang mengecek kehidupanmu. Apakah pantas. Apakah sesuai. Apakah bisa dipercaya. Dua orang bisa mengatakan kalimat yang sama tetapi dihargai dengan cara yang berbeda. Kenapa? Karena nilai ucapanmu tergantung dari bagaimana caramu hidup. Jadi, berprilakulah seperti ucapanmu, karena kalau saya lihat kenyataanya yang terjadi di kehidupan sekarang, banyak yang serba abu-abu, ucapanya sebagai pendidik, kelakuannya mak lampir yang bertopeng manusia. Sadis melebihi iblis guys...

Ucapanmu adalah kualitas dirimu, untuk itu berbicaralah dengan cara yang baik dan jujur, sopan santun yang merupakan cerminan sikap mulia yang patut kita terapkan dalam kehidupan sehari-sehari. Berbicaralah yang baik yang menunujukan cerminan jika dirimu sangatlah berkualitas.

Nov 20, 2016

Kebahagiaan Yang Sebenaranya

Betapa kecewanya hati.
Ketika orang yang kita sukai.
Pada akhirnya tak bisa memiliki.


Akan lebih kecewa lagi.
Ketika orang yang telah kita miliki.
Tanpa alasan yang pasti dia memilih pergi.


Jangan karena hal itu maka menjadikan diri kita terlalu larut dalam kesedihan.
Dan menjadikan diri kita terus tenggelam dalam Kekecewaan yang teramat sangat.


Ketika kita harus kehilangan seseorang yang kita sayangi.
Tak perlu kita terlalu meratapi kepergiannya.
Tak perlu kita terlalu menangisi kepergiannya.
Tak perlu kita terlalu membuang air mata.
Tak perlu kita sampai putus asa dibuatnya.


Karena sesungguhnya..

Dia pergi akan ada yang menggantikan.
Dia pergi akan ada yang lebih baik lagi.
Dia pergi akan menguatkan hati.
Dia pergi akan melatih kita bangkit kembali.


Kepergiannya bukanlah akhir dari segalanya.
Di depan sana masih terbentang luas.
Untuk kita raih dengan sebuah harapan.
Yakinlah suatu hari nanti Allah akan memberi ganti yang lebih baik..


Orang Bijak Berkata:

“Kebahagiaan itu bukan karena DENGAN SIAPA kita hidup.
Akan tetapi kerana bagaimana kita MENJALANI & MENERIMA hidup dengan tulus dan ikhlas.”

Itulah kebahagiaan yang sebenar-benarnya.

Aku Rindu