Oct 12, 2015

Itu Adalah Mas Paijoku Sayang...

Itu adalah kamu,
orang yang mengesalkan tapi justru aku anggap menggemaskan


Itu adalah kamu,
orang yang bagi mata dan hatiku ini, paling menawan dan juga rupawan


Itu adalah kamu,
orang yang canda dan tawanya mampu membawa kebahagiaan


Itu adalah kamu,
orang yang sedihnya mampu membuatku ingin terus berjuang 

meredamkan

Itu adalah kamu,
orang yang sering kali bimbang namun tetap dapat meyankinkanku menggapai tujuan


Itu adalah kamu,
orang dengan senyuman maut yang mampu membuat hati ini tersulut


Itu adalah kamu,
orang yang sulit dimengerti tapi tetap saja aku ingin pahami


Itu adalah kamu,
orang yang hangat dan mampu memberikanku semangat


Itu adalah kamu,
orang yang baik dan untukku, kamu bersedia mencoba menjadi yang terbaik


Itu adalah kamu,
orang yang datang tiba-tiba, dan pergi sejenak, namun tak lupa selalu untuk kembali


Itu adalah kamu,
orang yang jujur dan berusaha mengajakku untuk mewujudkan masa depan


Itu adalah kamu,
orang yang bertanggung jawab atas dirinya dan juga orang di sekitarnya dalam bersikap


Itu adalah kamu,
orang yang setia dan selalu berada di pihakku baik dikala suka maupun duka


Itu adalah kamu,
orang yang selalu percaya atas cinta kita berdiri, kuat, satu, menjadi utuh dalam balutan rahmat-Nya


Itu adalah kamu,
orang yang ditakdirkan oleh-Nya bagiku teman hidup baik dunia maupun di akhirat kelak


Iya,
itu adalah kamu, 

itu adalah mas paijoku sayang....

Malam Yang Indah

Ketenangan di malam hari ini sangat nikmat dirasakan, pun kedamaiannya juga terasa abadi lagi menentramkan.

Meski hari esok mungkin menyedihkan tapi mungkin juga ia pun dapat membahagiakan. Itulah kehidupan, bukan? 

Apabila semakin dirasa, naik turunnya perjalanan hidup setiap insan di dunia membawa pada suatu cerita.

Cerita apakah itu?
Cerita tentang makna hidup. Bagai suatu kanvas putih yang setiap hari dihiasi dengan tinta-tinta cat yang berbeda baik warna maupun pola yang dibentuknya.


Semoga cerita kita akan terus berlanjut tak hanya di sini saja tetapi juga sampai nanti di dunia yang tak lagi fana.

Saya suka sepinya malam, senyap, hangat, dan penuh suka cita juga cinta yang indah selalu ku rasa.

Selamat malam wahai Sang Pencipta. Selamat malam dunia. Selamat malam kita. Selamat malam sayangku mas paijo. Selamat malam kamu-kamu yang ada disana. Sampai jumpa di malam-malam selanjutnya.

Wong Nandur Iku Bakale Ngunduh

Menanam adalah suatu kegiatan melestarikan atau membudidayakan tanaman dengan harapan untuk memperoleh hasil.Jika kegiatan menanam tidak dilakukan maka kegiatan memanen sudah pasti tidak dilakukan.Orang menanam bibit padi sudah pasti akan memanen padinya, orang menanam jagung sudah pasti akan memanen jagung, orang menanam singkong sudah pasti akan memanen singkong, dan tidak mungkin menanam alang-alang akan memanen padi.

Menanam di atas adalah kegiatan dalam arti yang sesungguhnya . Dalam kehidupan manusia sehari-hari menanam juga bisa diartikan hal lain yaitu dalam hal perbuatan dan tingkah laku. Orang jawa bilang wong nandur iku bakale ngunduh yang artinya orang yang menanam itu suatu saat akan memanen.Ini berarti bahwa setiap yang kita tanam pasti kita akan memperoleh hasil yang kita tanam tadi.Orang menanam kebaikan sudah pasti akan memanen kebaikan juga, tetapi sebaliknya orang yang menanam keburukan akan memanen keburukan juga.Segala perbuatan yang kita lakukan akan berdampak pada diri kita sendiri baik di dunia maupun di akherat kelak.

Marilah kita selalu berusaha dengan sekuat tenaga untuk melakukan perbuatan yang baik, karena apapun yang kita lakukan pasti akan ada balasannya. Dalam Al-qur’an juga disebutkan bahwa “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan menerima (balasan)nya.”(QS. Al-Zalzalah [99]:7-8).

Wajibkah Seserahan Saat Lamaran?

Wajibkah pria menyerahkan seserahan atau hantaran saat acara lamaran? Apa maknanya? Bagaimana dengan isi seserahannya? Dalam artikel kali ini akan membahas mengenai seserahan. Baik secara adat, waktu penyerahannya, dan mengenai isinya.

Jika dilihat dari sisi adat budaya, seserahan adalah salah satu ritual yang harus dilakukan, sama pentingnya dengan ritual lain dalam upacara pernikahan. Tetapi, bukan berarti seserahan ini wajib. Hanya saja, jika pasangan sudah sepakat untuk melakukan serangkaian upacara adat dalam pernikahannya, maka seserahan ini sebaiknya dilakukan saja karena pelaksanaannya pun tidak terlalu ribet.

Makna dari seserahan ini intinya adalah sebagai tanda tanggung jawab pihak pria terhadap wanita, bahwa calon mempelai pria mampu memenuhi kebutuhan calon istrinya.

Selain itu, mengapa pria dirasa perlu menyerahkan seserahan? Karena, pada adat Jawa dan Sunda, yang memiliki hajatan atau yang melaksanakan pesta dan syukuran sebenarnya adalah pihak mempelai wanita. Maka, dalam hal ini seserahan dari pihak pria adalah sebagai bentuk bantuan pada pihak wanita. Karena, dalam seserahan bisa juga berisi uang ataupun makanan.

Dalam adat Jawa, seserahan dilakukan setelah prosesi lamaran atau nglamar telah dilangsungkan. Karena setelah prosesnglamar, kedua keluarga telah mencapai kesepakatan untuk melangsungkan ritual selanjutnya. Seserahan dalam adat Jawa adalah sebagai saat penyerahan peningset, atau semacam pengikat secara tak resmi dari pihak calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita.

Dalam adat Sunda, biasanya seserahan diberikan pada malam sebelum akad nikah atau pada ritual ngeuyeuk seureuh. Tetapi tidak selalu begitu, seserahan bisa juga diserahkan pada saat hari akad nikah.

Sebenarnya bagaimana peran seserahan ini secara fungsi? isi seserahan biasanya adalah barang-barang yang dibutuhkan mempelai wanita, seperti baju, make up, alat perawatan tubuh, perhiasan, atau makanan. Maka, sebaiknya isi seserahan ini, selain disesuaikan dengan budget mempelai pria, juga menuruti keinginan dan kebutuhan mempelai wanita.

Oct 11, 2015

Selalu Memandang Bawah

Salah satu cara mendidik jiwa agar selalu merasa cukup dan bersyukur dengan apa yang ada, adalah dengan sering-sering melihat mereka yang berada di bawah kita dalam urusan dunia.

Bila kita merasa hidup ini begitu sempit, sungguh di luar sana masih banyak yang lebih sempit lagi hidupnya, hanya saja mereka tidak mengeluh…

Ingatlah, dunia hanya tempat persinggahan yang fana, hanya sementara. Tujuan abadi kita adalah Jannah dengan segala keindahan dan keabadiannya.

Bukankah dunia adalah penjara bagi orang-orang beriman?
Dan sebaliknya, ia surga bagi orang-orang kafir.

Maka ambillah ia sebatas apa yang kita butuhkan..
Sebagai bekal untuk menggapai sesuatu yang lebih kekal.

“Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sesungguhnya kita mensyukuri nikmat Allah adalah nikmat, maka nikmat ini pun adalah sesuatu yang patut kita syukuri.” (Ucapan seorang Ulama)

“Kecintaan terhadap dunia, kenikmatan dan perhiasannya telah melalaikan kalian dari mencari akhirat. Hal itu pun berlanjut dan baru berhenti ketika datang maut dan ketika berada di alam kubur saat kalian menjadi penghuni alam tersebut.” (Ibnu Katsir, Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 14: 442)

“Sesungguhnya Allah tidak menakdirkan sesuatu untuk seorang mukmin melainkan itu baik untuknya”. (HR. Ahmad dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu dan dinilai sahih oleh Ibn Hibban dan al-Albany)

 “Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.” (Hasan al- Bashri)

“Ya Allah, bantulah aku agar senantiasa berdzikir, bersyukur dan beribadah dengan baik kepada-Mu”. (HR. Abu Dawud dan yang lainnya. Hadits ini dinilai sahih oleh al-Hakim, Ibn Khuzaimah, Ibn Hibban dan al-Albani)

Pernikahan, Menyatukan dan Mencintai Sampai Mati

Berkali-kali mengikuti upacara pernikahan, pesan yang selalu disampaikan kepada kedua mempelai hanya satu. Mencintai sampai mati dan hanya maut saja yang bisa memisahkan.

Susah-susah gampang, terlihat sederhana. Awalnya tentu saja mudah, semua berjalan begitu indah. Namun keluarga ibarat sebuah kapal. Ada gelombang dan badai yang akan mengguncang bahtera. Konflik akan selalu terjadi, cinta bisa saja mulai tergerus. Diperparah ketika ada salah satu ada yang mulai berkhianat.


Perceraian akhirnya menjadi solusi. Baru menikah satu tahun akhirnya berpisah. Padahal sewaktu menikah pestanya saja tiga hari tiga malam. 
Menghabiskan uang bermilyar-milyar. Banyak orang diundang agar semakin banyak yang memberi doa restu. Namun akhirnya kandas juga.

Kenapa bercerai? Karena Tuhan berkehendak. Itulah jawaban terbaik yang selalu menjadi dalih. Jadi Tuhan boleh dipersalahkan oleh anak-anak korban perceraian orangtua mereka.

Menyaksikan sepasang anak manusia mengikat janji itu luar biasa. Serasa ada kekuatan magis menyelubungi kedua mempelai. Coba lihat kembali suasana waktu ijab kabul. Pernikahan menyatukan dua manusia yang berbeda. Dua pribadi akan hidup bersama, meninggalkan keluarganya.


Sering kita jumpai kata-kata “Selamat Menempuh Hidup Baru”. Memang tepat kata-kata itu. Pernikahan adalah sebuah hidup baru. Hidup baru di dunia yang baru. Bagi yang sudah menikah pasti tahu sekali soal ini.
Memutuskan untuk menikah bisa dikatakan adalah putusan yang berani. Berani keluar dari zona nyaman hidup sendiri. Kesana kemari tidak ada yang melarang. Seperti lirik sebuah lagu lama. Bisa berpetualang, termasuk menjadi petualang cinta.

Menikah itu berarti menerima tantangan. Orang ditantang untuk mencintai sampai mati. Bagi mereka yang belum menikah silakan dipikirkan lagi. Ini sesuatu yang sulit. Bagi yang sudah menikah, untuk TETAP mencintai sampai mati bukan sesuatu yang gampang. Tetapi jangan kawatir. Satu catatan yang kadang dilupakan bahwa ada Tuhan yang dilibatkan dalam upacara pernikahan. Bukankah pernikahan dilakukan sesuai tata cara agama masing-masing? Ini bukan sekedar kewajiban agar pernikahan itu dianggap sah semata. Manusia dengan kerendahan hatinya mengajak Tuhan untuk terlibat di dalamnya. Menyuburkan terus kehadiran Tuhan di dalam keluarga.

Jadi beranikah mencintai sampai mati? Harusnya berani. Manusia yang lemah dan penuh kekurangan itu bisa meminta Tuhan untuk membantu mereka agar bisa mencintai satu sama lain sampai mati.

Cinta Itu...

Cinta itu bersama tanggung jawab, kepastian dan ketaatan 

Jika tidak maka itu hanya kata-kata penuh kepalsuan …

Sayang bukan sekedar belaian dan cuman pelukan.
Tapi kepedulian akan masa depan dan ajakan ketaatan.

Untaian kata rayuan bisa dirangkai,
Namun tak ada yang sesuci akad nikah.
Dimana nama Allah disebut untuk menghalalkan dan menuju ridho Allah.

Memandu dalam taat,
Itulah cinta yang hakiki.
Mengingatkan dalam sabar,
Itulah sayang yang sejati.

Lalu apa gunanya kata cinta bila dia tak dekatkan dirimu pada Allah?

Apa gunanya kata sayang bila tidak bersujud pada Allah?

Manusia sementara,
Allah selama-lamanya,
Jangan karena manusia,
Kita jadi pendosa.

Aku Rindu