Oct 5, 2015

Karena Mas Paijo Aku Bahagia

Di musim gugur
surya bersinar bak emas berkilat
alampun terasa hangat
bayu berbisik: „ku biarkan Surya ceria bersinar !“
ke hulu tirtapun mengalir lambat

Karenamu
ku rasa sejuknya hati
membaranya dhana
hangatnya cinta
dalam waktu,
ruang dan smara
bersatu kita dalam kasih sejati

Oh Gustiku
terima kasih karna mas paijo ada

Katamu:
„Adamu menggetarkan jiwaku walau hidupku bagai daun daun kering. Tak pernah menanti angin yang terus mengembuskan ke mana ingin“
"Saat angin menggenggammu, kau dibawanya pada cakrawala, seperti memiliki pelangi di matamu di mana keindahannya takkan terampas, menanti angin memudarkannya agar mendapat pelangi pelangi baru"
"Aku di sini tetap memelihara cinta sucimu"

I Love You Mas Paijoku Sayang....

Berbuat Baik Akan Jauh Lebih Baik Jika Niat Tulus Dan Ikhlas


Ada orang yang suka sekali mengumbar kebaikannya. Semua yang tampak dipermukaan terlihat baik dan dermawan. Dia suka sekali memamerkan kekayaannya, padahal masih banyak orang yang lebih kaya darinya. Dia juga suka mengekspos kesuksesannya, seolah-olah dirinya adalah orang yang paling sukses, padahal masih banyak orang lain yang jauh lebih sukses darinya.


Berbuat baik tentu akan jauh lebih baik kalau dilakukan dengan niat tulus dan ikhlas, tanpa perlu meminta pujian dari manusia. Berbuat baik sesungguhnya hanya meminta ridho Allah SWT dan semua itu dilakukan karena iman kita terhadap-Nya, bukan semata-mata karena ingin dibilang baik dan dermawan.

Kekayaaan sejati  bukan terletak pada berapa banyak harta benda yang kita miliki, tetapi terletak pada seberapa banyak perbuatan baik yang sudah kita lakukan kepada orang lain, tanpa pamrih dan tanpa tendensi apa-apa, kecuali mengharapkan ridho dari-Nya.

Kesuksesan sejatinya bukan terletak pada berapa tinggi jabatan yang sudah kita duduki, atau seberapa banyak materi dan uang yang kita kumpulkan, melainkan terletak pada kebahagiaan dan kedamaian dalam hati kita. Kita jangan terjebak dengan atribut yang sering melekat pada diri kita karena semua itu hanya semu dan tidak abadi.

Perbuatan baik, kekayaan dan kesuksesan adalah sesuatu yang wajar dan harus kita raih, namun dengan cara-cara yang elok, indah dan tidak bermaksud membusungkan dada. Lakukan semuanya secara ikhlas, tanpa meminta pamrih dan pujian dari manusia. Semoga kita semua terhindar dari sifat sombong, takabur dan egois. Seperti kata pepatah, diatas langit masih ada langit.

Semoga kita semua bisa menjadi orang baik, kaya, dermawan dan sukses yang tetap membumi.

Dunia Maya Mengalahkan Dunia Nyata

Lahirnya media sosial seperti Facebook, Twitter, Google+ dan Blackberry Messenger (BBM) membuat banyak orang bisa terkoneksi satu dengan lainnya dengan mudah, meskipun mereka berada dalam jarak yang berjauhan. Berkat media sosial ini sudah banyak orang yang bisa bertemu dengan teman atau keluarga yang sudah berpisah puluhan tahun lamanya.

Akibat pesatnya kemajuan perangkat telekomunikasi, peran media sosial justru semakin meningkat pula. Pola hidup manusia pun ikut berubah, sehingga alat komunikasi seperti HP, tablet dan laptop seolah-olah tidak bisa jauh dari tangan manusia. Hampir setiap saat mereka mengubah status, mulai dari bangun pagi sampai menjelang tidur malam, gadget sudah menjadi bagian dari hidup mereka yang sulit dipisahkan.

Sekarang kita bisa melihat betapa komunikasi secara fisik, face to face, sudah mulai ditinggalkan. Sekedar contoh, ketika anggota sebuah keluarga sedang berkumpul di ruang keluarga, masing-masing anggota keluarga asik dengan HP-nya masing-masing (lihat ilustrasi gambar). Mereka sibuk berkomunkiasi dengan teman atau koleganya di dunia maya. Ironinya, orang yang berada di dekatnya justru diabaikan dan tidak diajak bicara.

Fenomena ini juga bisa kita lihat ketika kita sedang berada dalam kendaraan umum seperti kereta api,  angkutan kota atau bus. Hampir semua penumpang sibuk dengan gadget-nya masing-masing. Dunia maya seakan begitu menggoda mengalahkan kehidupan dunia nyata. Keasyikan berkomunikasi melalui dunia maya sampai mengabaikan bersosialisasi di kehidupan nyata.

Banyak orang yang lebih asyik menyendiri daripada berkumpul bersama keluarga atau temannya di dunia nyata. Ada yang menyendiri di dalam kamarnya. Ada juga yang pergi ke tempat sepi, misalnya di taman, lalu asyik bercengkrama dengan rekannya di dunia maya melalui jejaring sosial. Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian kita semua, jangan sampai dunia maya mengalahkan dunia nyata. Seharusnya media sosial bisa melengkapi pergaulan di dunia nyata, bukan justru mengalahkannya sehingga kita menjadi makhluk yang anti sosial di dunia nyata.

Tersenyumlah, Karena Senyum Itu Ibadah

Pernahkah Anda bertemu seorang sahabat, tetapi mendapat sambutan yang kurang hangat? Sahabat tersebut menyambut Anda dengan wajah masam, terkesan dingin dan kurang bersahabat. Padahal maksud kedatangan Anda hanya sekedar untuk menjalin tali silaturahim, bukan untuk keperluan lain. Jika Anda mengalami hal tersebut, Saya yakin Anda akan merasa kecewa.

Mungkin saja Anda datang ke rumahnya dalam waktu yang tidak tepat. Bisa saja sahabat Anda tersebut sedang ada sesuatu masalah yang cukup serius, sehingga untuk tersenyum saja terasa berat. Meskipun dirinya sedang ada masalah, tidak sepantasnya bermuka masam terhadap tamu yang mengunjunginya. Padahal tersenyum itu perbuatan yang mulia, bernilai ibadah dan sangat dianjurkan Islam dalam menjalin pergaulan sehari-hari.

Senyum adalah sedekah
Dalam ajaran Islam, sebuah senyuman terhadap orang lain yang dilakukan seseorang secara ikhlas dapat bernilai sedekah.  Senyum bisa membuat hati orang yang memandangnya menjadi senang. Itulah sebabnya senyum termasuk bagian dari ibadah yang paling murah dan mudah dilakukan. Namun sayangnya masih ada juga orang yang sulit untuk tersenyum.

Nabi Muhammad SAW menganjurkan manusia untuk selalu bersedekah setiap hari, yaitu mulai terbitnya sang surya sampai terbenamnya matahari. Salah seorang sahabat Rasulullah yang tidak memiliki apa-apa untuk disedekahkan bertanya kepada Beliau,  "Jika Kami ingin bersedekah, namun Kami tidak memiliki apa pun, lalu apa yang bisa kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya?".
Kemudian Rasulullah SAW menjawab, "Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah." (H.R. Tirmizi dan Abu Dzar).

Sesungguhnya semua orang bisa dengan mudah tersenyum, tetapi pengaruh kondisi fisik atau mental seseorang bisa menyebabkannya sulit untuk tersenyum. Orang yang memiliki cacad fisik, misalnya ada kelainan pada wajahnya bisa saja sulit tersenyum. Begitu juga orang yang berwajah manis, sehat secara fisik, tetapi sulit untuk tersenyum karena hatinya yang busuk dan pikirannya penuh dengan prasangka negatif.

Sennyum banyak Manfaatnya
Mengapa kita diajurkan untuk sering tersenyum? Tentu saja karena banyak sekali manfaatnya. Senyum mampu membuat pikiran kita menjadi rileks dan terhindar dari stress. Dengan tersenyum maka kita akan disukai banyak orang, sehingga lebih mudah mempunyai banyak teman dan mendatangkan rezeki.

Secara medis, senyuman mampu membuat seseorang bertambah sehat. Senyum lebih menyehatkan otot wajah dibandingkan cemberut.  Menurut pakar kesehatan, diperlukan 43 otot untuk cemberut, sedangkan untuk tersenyum hanya diperlukan 17 otot. Pendapat lainnya mengatakan diperlukan 62 otot untuk cemberut dan hanya 26 otot untuk tersenyum.

Otot-otot yang dipakai untuk tersenyum mampu mengangkat wajah seseorang sehingga terlihat lebih muda dari usianya. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk lebih sering tersenyum agar bisa menjadi awet muda.

Seseorang yang lebih sering tersenyum akan memancarkan aura positif dari tubuhnya. Orang yang memandangnya akan menganggapnya sebagai orang yang berkepribadian, penuh percaya diri dan terkesan sebagai orang yang sukses.
Kalau senyum itu ternyata banyak manfaatnya, mengapa kita tidak memulainya dari sekarang.

Senang dan Bahagia Apa Bedanya?

Pernahkah anda membayangkan bahwa hidup anda selalu dalam keadaan senang ? Atau justru anda sekarang berada dalam keadaan bahagia ?  Lalu apa bedanya senang dan bahagia ? Bukankah kedua kata tersebut mencerminkan kondisi orang yang sedang menikmati indahnya kehidupan ?

Sekilas kata senang dan bahagia itu mempunyai makna yang sama, namun menurut hemat penulis keduanya berbeda. Kalau diibaratkan makan, maka kata senang itu seperti ketika kita memakan makanan yang enak, sedangkan kata bahagia itu seperti ketika kita memakan makanan yang rasanya lezat. Disini, makna kata lezat setingkat lebih tinggi dari kata enak. Artinya, lezat itu lebih dari sekedar enak, tetapi sangat enak sekali.

Saya berpendapat makna senang adalah ketika seseorang menerima hadiah atau pemberian dari orang lain berupa sesuatu yang sangat diharapkannya. Misalnya ada orang yang ingin lulus tes menjadi pegawai di suatu instansi atau perusahaan. Orang tersebut akan merasa senang ketika dirinya lulus dan diterima bekerja.

Contoh lainnya adalah ketika ada orang yang hidupnya susah, tidak ada pekerjaan dan tidak mempunyai uang, sehingga dirinya kesulitan untuk  menafkahi keluarganya. Suatu hari tiba-tiba ada sahabat lamanya yang sudah sukses datang bertamu.  Sahabatnya itu lalu merasa iba dengan penderitaannya dan memberinya sejumlah uang yang bisa dipakai sebagai modalnya berdagang. Kondisi ini membuat orang yang menerima bantuan tersebut merasa senang.

Lantas bagaimana dengan definisi bahagia ? Menurut saya, bahagia adalah suatu perasaan yang timbul ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain, sehingga membuat orang lain senang. Sebagai contoh adalah kisah diatas. Orang yang bahagia adalah orang yang memberi bantuan kepada temannya yang sedang mengalami kesulitan.

Dalam hidup ini, sebaiknya kita mencari kebahagiaan, bukan kesenangan ? Mengapa ? karena kebahagiaan derajadnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kesenangan.  Kebahagiaan bisa diperoleh dengan membuat orang lain senang. Posisi orang yang bahagia pasti selalu tangannya ada diatas, peduli dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri. Sementara itu posisi orang yang senang cenderung mementingkan diri sendiri dan kurang peduli dengan orang lain.

Kita bisa melihat betapa banyak orang yang melakukan berbagai cara demi meraih kesenangan. Misalnya, orang kaya menghabiskan uangnya dengan cara berbelanja barang yang mahal, tidur dihotel mewah, dan jalan-jalan ke tempat eksotis yang bertarif puluhan juta rupiah. Semua itu dilakukan demi ambisi pribadi agar dirinya senang.

Coba kita lihat diluar sana, betapa masih banyak orang yang hidup dalam kemiskinan. Kekayaan yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa jika hanya digunakan untuk kepentingan pribadi. Kesenangan hanya melahirkan sifat sombong yang bisa mencelakakan diri sendiri, sementara kebahagiaan bisa melahirkan rasa empati, peduli dan sikap rendah hati. Kebahagiaan bisa membuat orang berada dimana posisi harta bukanlah segala-galanya.

Penulis pernah bicara dengan seorang pengusaha sukses yang kini sudah memiliki harta kekayaan milyaran rupiah dan bisnisnya menjamur ada dimana-mana. Uang baginya bukan masalah karena rekeningnya setiap hari terus bertambah. Apapun sudah dimiliknya, seperti mobil dan rumah mewah, deposito dengan angka diatas 9 digit, barang-barang berharga berupa emas dan berlian, saham diberbagai perusahaan dan lain-lain. Namun dirinya mengaku belum bisa merasakan bahagia dengan kekayaannya itu. Uniknya, kebahagiaannya justru hadir ketika dirinya bisa membuat orang lain senang. Caranya adalah dengan memberi bantuan kepada siapa saja orang yang membutuhkan uluran tangannya, baik diminta atau tidak. Ketika orang yang dibantunya senang, maka dirinya baru merasa bahagia.

Mari kita mengejar kebahagiaan dalam hidup ini, bukan kesenangan. Kebahagiaan sesungguhnya bisa kita dapatkan tanpa harus bermodalkan materi. Ilmu yang kita miliki juga bisa membuat kita bahagia. Caranya adalah dengan mengamalkan ilmu yang kita miliki kepada orang lain yang memerlukannya. Misalnya kita memiliki ilmu dibidang tertentu, lalu ilmu tersebut kita tularkan kepada orang lain. Akibatnya orang tersebut jadi memiliki ilmu seperti yang kita miliki sehingga bisa menjadi bekal hidupnya. Jika kita memberinya secara ikhlas, Insya Allah ilmu itu akan bermanfaat. Dampaknya hati kita akan merasa senang dan bahagia karena orang yang diberi ilmu itu bisa mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.


Senang dan bahagia itu adalah pilihan. Kesenangan hanya untuk diri sendiri sedangkan kebahagiaan melibatkan orang lain yang menjadi senang karena perbuatan kita.   Jika kualitas hidup anda ingin meningkat, kejarlah kebahagiaan dan bukan kesenangan.

Oct 4, 2015

Mas Paijo Sejiwa Dengaku

Denganmu
hitam terlihat putih
beku sekejap mencair
pahit tercecap manis

denganmu
rumit menjadi mudah
berat berganti ringan
jauh tereguk dekat

denganmu
rapuh meleleh
senyap bergegas gaduh
masa bodoh berubah acuh

denganmu
dingin malam seperti hangatnya pagi
redup purnama seolah terang matahari
lorong gelap kini penuh cahaya

denganmu
tawa mengubah air mata
perih luka bak indah pelangi
tandus hati menjelma teduhnya sukma

denganmu
kan kuperjuangkan sisa nafasku
meski rindu menggebu
cinta ini setia berdetak

denganmu
aku selalu bahagia
hilang semua lara
gugur segala muram

...sebab mas paijo yang paling sejiwa denganku...

Mengapa Orang Jahat Bisa Berkuasa?

Pada dasarnya sebagai manusia kita cenderung pada kebaikan karena merupakan fitrah kita. Kita tidak ingin menyakiti, karena kita tidak ingin disakiti. Kita tidak ingin membunuh, karena kita tidak ingin dibunuh. Kita menyebut hukum karma, hukun tabur tuai, atau hukum emas ( golden rule ) terpatri pada diri kita sebagai manusia. Orang lain terkena musibah kita berempati, orang lain mengalami bencana duka cita, kita turut berduka. Orang lain  mendapatkan kebahagiaan kita turut bersuka cita. Walaupun cenderung pada hal kebaikan dan kebenaran. sebagai manusia, tetap ada yang bertolak belakang dengan kebaikan dan kebenaran. Bagaikan hukum alam, kumbang akan mendekati bunga, tapi lalar akan mendekati kotoran. Begitupun kita sebagai manusia. Hal - hal kebaikan dakan menginspirasi orang - orang yang cenderung dan condong pada kebaikan. Dan hal - hal jahat menginspirasi orang - orang yang condong pada kejahatan.

Kembali kepada point diatas. Mengapa orang jahat bisa berkuasa? Atau lebih tepatnya orang jahat bisa berkuasa kepada kita?  Sejak permulaan manusiapun selalu ada yang condong pada kebaikan begitu juga kepada kejahatan.  Dan sejak dahulu, setiap yang condong pada kebaikan pasti berharap tidak akan berkuasanya sesesuatu yang jahat kepada mereka. Mereka berusaha  mengkritisi yang jahat, dan  melawan yang jahat. Banyak dari mereka berhasil tapi banyak dari mereka juga tidak berhasil. Walaupun kebenaran pasti menang dengan kesalahan dan kekeliruan, karena mayoritas dari  kita menginginkan yang baik yang berkuasa untuk kita semua. Tapi orang yang mencoba menyuarakan kebenaran sering mati konyol di tumpas oleh kejahatan dan akhirnya orang jahat yang berkuasa atas kita. kejahatan bisa berkuasa atas kita hanya lewat tipuan dan ancaman. Sebab kepalsuan tidak bisa dikritisi, kepalsuan tidak bisa diterima dengan penalaran dan hati nurani (sebagai alat mendeteksi suatu kebenaran). Sedangkan kebenaran akan siap di uji oleh logika penalaran dan hati nurani. Kebenaran siap dikritisi dan direvisi dari segala sudut pandang yang berbeda. Kebenaran tidak subjektiv, tapi kebenaran objektiv yang bisa diterima dari setiap kerangka pikiran yang  berbeda.

Saat ini dunia sudah begitu jauh berubah. Dengan munculnya era teknologi informasi yang begitu maju kita bisa berbagi hal kebaikan dan informasi begitu cepatnya tanpa terhambat jarak fisik diantara kita. Yang diperkotaan, yang di pedesaan bahkan antar bangsa dan negara di dunia. Dimasa inilah orang - orang bisa mengkritisi kejahatan dan melawannya tanpa harus berhadap- hadapan secara langsung dengan pihak - pihak yang melakukan kejahatan. Menggalang kekuatan kebaikan lewat media - media dan menyebarkannya kepada setiap orang agar bersama - sama mengkritisi dan melawan sesuatu yang jahat ataupun sesuatu yang tidak baik bagi semua orang. Kini tugas kita semua yang menginginkan kebaikan untuk mencoba berusaha lewat media - media seperti ini mengkritisi hal - hal yang jahat dan tidak baik agar tidak berkuasa atas kita semua. Banyak dari kita tidak bisa berkata apa adanya terhadap yang lainnya. Karena hubungan pertemanan, rasa tidak enak, tidak mau terjadi permusuhan,  akhirnya membuat sikap kita samar - samar ( antara berpihak pada yang baik atau yang keliru ). Mencoba ditengah - tengah sikap antara kedua hal tersebut. Persahabatan dan ikatan hubungan terhadap sesama memang penting, tapi membiarkan seorang teman ataupun sahabat yang baik condong kepada yang tidak baik adalah lebih penting.

Tokoh tokoh besar dahulu menginspirasi begitu banyak manusia. Dalam hal keagamaan, disiplin ilmu, hibungan sosial dan banyak hal - hal kebaikan dan yang berguna sampai saat kini. Setiap pribadi mempengaruhi pribadi lainnya. Begitupun dengan tokoh - tokoh yang jahat dalam kehidupannya ( hitler, jengis khan ) menginspirasi pribadi yang suka kekerasan dan kekejamannya. pastinya setiap pribadi akan mempengaruhi pribadiblainnya.

Jadi... kejahatan bisa berkuasa  lebih karena tidak adanya orang - orang yang condong kepada kebaikan dan menginginkannya untuk lebih berkuasa dalam hidupnya dari pada kejahatan itu.  

Ada kata - kata seseorang yang menjadi panutan dan diteladani hingga kini : katakan benar jika itu benar.. dan katakan salah jika itu salah. Sebab apa yang lebih dari kedua hal tersebut berasal dari yang jahat. Hanya kebenaran lah yang akan memerdekakan mu. Semoga kita semua bisa berkata apa adanya dalam hubungan kepada sesama.

Aku Rindu