Aug 15, 2015

Teman Dekat

Setiap dari kita pasti memiliki teman. Terlebih teman dekat. Sebagai tempat berbagi, sebagai tempat saling menyemangati. Bagi seorang muslim, ada satu fungsi teman yang lain, sebagai tempat saling menasihati. Berbagi nasihat dalam hal kebenaran dan kesabaran.

Lingkungan di sekitar kita, terutama teman dekat, memiliki andil yang cukup besar dalam membentuk kepribadian kita. Jika Rasul pernah mengumpamakan besarnya pengaruh teman dekat ini dengan tularan bau dari pandai besi dan penjual parfum, maka memang seperti itulah adanya. Seseorang yang sering bergaul dengan pandai besi, sadar atau tidak, ia akan turut memiliki bau besi. Seseorang yang sering bergaul dengan penjual parfum, sadar atau tidak, ia akan tertular wangi parfum.

Dalam hal pertemanan biasa, memang kita harus memiliki ragam teman yang cukup banyak. Karena dari mereka kita bisa mempelajari variasi pola pikir, gaya bicara, cara pandang, juga sikap. Agar khazanah hidup kita semakin meluas dan kamus pengalaman kita semakin banyak. Bahkan sebuah pepatah berkata, seribu teman sejatinya masih sangat kurang.

Lain hal dengan teman dekat. Kita diajarkan untuk bisa berlaku bijak dalam memilih teman dekat. Bukan untuk diskriminasi atau meninggikan hati, melainkan untuk memastikan kebaikan yang didapat dan ditularkan diri kita, senantiasa terjaga. Selain itu, teman dekatlah yang akan dengan senang hati mengingatkan, suka rela mendengarkan, dan siap siaga membantu kita di setiap kesempatan. Insya Allah.

Memilih teman dekat yang baik, artinya menentukan sesuatu yang baik di hadapan. Tidak hanya baik secara perilaku, namun juga baik secara pemikiran dan hati. Mereka yang kesehariannya dihiasi kebermanfaatan, mereka yang di dalam pikirannya dihinggapi pandangan jauh ke depan, mereka yang hanya menjadikan Allah satu-satunya harapan.

Tidak akan mudah menemukan teman dekat yang senafas juga baik dalam banyak hal, jika kita tidak dengan sengaja berinisiatif untuk mencari. Lingkungan yang insya Allah baik sudah bertebaran di sana-sini sekarang. Hanya kesediaan hati untuk mencari dan menemukan lingkungan itu yang dibutuhkan kita saat ini. Tak lupa, pinta pada Allah agar didekatkan dengan teman dekat yang baik, serta tekad untuk menjadi teman yang baik bagi orang lain, juga tak kalah penting.

Satu pesan, luangkanlah waktu bersama mereka, teman dekat kita yang kita cinta. Berilah hadiah pada mereka sekalipun hanya senyum simpul atau bingkisan sederhana. Berbagi kisahlah dengan mereka, dengarkanlah nasihat mereka, bantulah mereka dikala mereka membutuhkan. Mendapat teman dekat yang baik diawali dengan menjadi teman dekat yang baik.

Selamat menjumpai teman dekat, yang dengan harap dapat membersamai kita di syurga kelak.

Jemputlah Rezekimu

rezeki manusia itu tidak mungkin salah hitung apalagi tertukar. tinggal kamu yang memilih, mau menunggu atau mau menjemput? dapatnya tetap sama takarannya, tapi kebahagiaannya beda. tinggal kamu yang memilih, mau menjemput dengan cara baik atau cara tidak baik? dapatnya tetap sama takarannya, tapi ketenangannya beda.

ingat saja rumusnya. kebahagiaan itu milik mereka yang bersyukur. ketenangan itu milik mereka yang menurut (kepada Allah).

kalau kamu mau bahagia, jemput rezekimu. orang yang bersyukur tidak berdiam diri. bahkan saat menunggu, mereka tetap menjadikannya diam yang bekerja, dengan berdoa.

kalau kamu mau tenang, jemputlah rezekimu dengan cara yang baik–dan benar. orang yang menurut tidak pernah berlebihan. bahkan saat ada kesempatan, mereka tetap melihat batas-batas yang tidak boleh dilampaui, dengan jelas.

kebahagiaan dan ketenangan adalah nikmat yang paling nikmat–yang tidak diobral Allah kepada sembarang manusia. keduanya bisa didapat jika dan hanya jika dalam perjalanan menjemput rezeki, kamu bersyukur dan menurut.

jadi seberbusa apapun hatimu meminta, takaran rezekimu tetap seperti garis yang ditentukan. maka alih-alih, berdoalah memohon kelapangan hati, agar terus bersyukur dan menurut. istiqomah begitu.

Tergantung Siapa temanmu

Ketika pertemanan di dunia maya tidak membawa manfaat..
Bahkan justru menambah mudharat,
Seperti sekarang yang saya lihat di sebuah grup bbm, hanya membikin fitnah cerita bohong, ngomongin orang, membahas tuntas cerita fitnah yang gak penting banget..
Ada baiknya ucapkan selamat tinggal saja.

Jangan memaksakan untuk mempertahankan pertemanan dengan mereka
Yang hanya menguras energi dan waktu..

Dengan terus meladeni omongan-omongan tak berguna
Hidup dan waktu kita terlalu berharga untuk itu

Maksud hati mungkin baik, ingin berbagi cerita dengan mereka
Tapi hati ini lemah, boleh jadi malah diri ini yang terbawa mereka

Karena teman bergaul, baik di dunia nyata ataupun maya, merupakan cerminan dirimu.

Pepatah Arab mengatakan,

“Anli mar’i la tas’al, was’al an qoriinihi fainna qoriina bil muqorini yaqtadi.. Jika ingin tahu seseorang, jangan tanya dirinya, tetapi tanyalah temannya dan keadaan temannya.”

Maka berhati-hatilah.. pilihlah benar-benar..
Kepada siapa engkau menambatkan tali kasih sayang

Karena siapa engkau dan bagaimana agamamu..
Tergantung kepada siapa temanmu.

“Di antara bentuk kecerdasan seseorang adalah selektif dalam memilih teman berjalan, teman bersama, dan teman duduknya.” (Abu Darda’)

Aug 14, 2015

Sedendam Itukah Mereka?

Kadang memang sangat mudah untuk ditulis, namun dalam prakteknya memaafkan jauh lebih sulit. Sama halnya ketika piring yang retak bila disatukan lagi akan kembali namun tidak sempurna. Memaafkan adalah ilmu tingkat tinggi, gampang untuk dibuat pengandaian namun sangat sulit untuk di laksanakan.

Awalnya,, ya awalnya…. memang susah. Tapi belajarlah. Manusia tempatnya salah, manusia tidak sempurna, mungkin saat ini kita benar. tapi di saat lain bisa saja salah. Dan harapan kita adalah untuk dimaafkan bila melakukan salah.

Rambut yang tercabut dari pada akar menimbulkan rasa sakit. Tangan yang tergores ataupun kaki yang terhantuk pada batu juga menyebabakan rasa sakit dibadan.
Perut yang ditendang, muka yang ditampar, terkena tusukan ataupun pukulan jaga goresan pedang pasti memunculkan rasa sakit. Rasa sakit itu tidak diajar melalui proses pendidikan dan pembelajaran.
Rasa sakit itu bersifat semula jadi dan fitrah.
Begitu juga rasa sakit yang mendera hati, batin dan perasaan.
Apabila kita dihina, pasti rasa sakit muncul dalam hati kita. Apabila kita difitnah, pasti muncul rasa perit yang mencucuk jiwa.

Pertanyaan yang sering muncul sekarang adalah mengapa dendam muncul dalam diri kita?
Adakah dendam perlu dibalas?
Sekiranya dendam tidak terbalas, apa yang terjadi?
Dendam bermula daripada rasa sakit hati.

Dendam adalah rasa marah yang kita simpan jauh dalam hati, sehingga merosakkan hati kita sedikit demi sedikit.
Akibat menyimpan dendam, kita mengalami tekanan berpanjangan.

Ada orang menderita strok kerana disebabkan oleh mereka sakit hati, dan ada orang menderita sakit jantung juga kerana perkara yang sama.
Semua itu disebabkan hatinya dikuasai dendam, tetapi dia tidak dapat melampiaskan dendamnya itu.
Dendam dihati bukan hanya menyebabkan sakit hati, bahkan mungkin juga menyakitkan kesehatan tubuh badan.
Dalam dendam memang selalu ada kebencian, marah, kecewa, putus asa, dan hampa kerana dendam itu tidak terbalas. 

Adakah waktu dapat menguraikan dendam?
Ya. Tetapi tergantung pada orang yang memiliki dendam itu sendiri.
Apabila hati tidak segera dibebaskan daripada rasa dendam, sakitnya tetap terasa walaupun waktu berubah.
Apabila orang berbuat jahat kepada kita, kita boleh mengambil jalan dengan urutan cara berikut:
  • Kita tidak membalas
  • Kita balas dengan cara setimpal
  • Kita bersabar dengan keburukan yang dilakukan oleh orang kepada kita
Antara akhlak Islam adalah apabila orang lain memperlakukan kita dengan buruk, kita membalasnya dengan berbuat baik, tidak dengan keburukan juga.
Namun, pada saat orang berbuat jahat kepada kita, biasanya tiada yang lain yang akan kita fikirkan kecuali bagaimana membalasnya dengan kejahatan juga.
Kadang kala kejahatan sehasta dibalas dengan keburukan beberapa hasta.
Contohnya, dengan pengalaman pribadi saya, untuk sekarang ini saya difitnah teman lelaki, teman semenjak kuliah sampai sekarang tidak pernah bertemu, tapi dia bisa memfitnah saya, menyebar omongan palsu yang memalukan. Fitnah yang dibuatpun akirnya sampai ke telinga saya dan mas paijo, ternyata alasanya karena dia pernah suka sama saya dan tidak terwujud, alias kasih tak sampai, dia sakit hati melihat saya bahagia bersama mas paijo. dan akirnya mengarang cerita bohong.

Pengalaman berikutnya lagi, saya pernah dilucuti harga diri saya oleh seorang wanita, diapun juga teman saya, hanya karena sebuah fitnah yang tidak ada dan tidak saya lakukan, dia sampai hati menjahati saya, dan niat jahatnyapun berhasil dia lakukan ke saya, dia pikir saya sudah jatuh tersungkur, dan hancur tidak berdaya seperti yang dia harapkan. Tapi sekarang apa kenyataanya? saya bangkit, saya bisa, saya mampu, saya berhasil dan dapat mewujudkan.

Lalu bagaimana jika kalian menjadi saya, dengan kejahatan seperti itu? tindakan kita adalah membalas keburukannya dengan cara menyebarkan keburukan diri orang itu kah?
Tentunya kita belum merasa puas. Kita pun berteriak memarahi orang itu, ditambah keinginan memukul, menendang, ataupun tindakan lain yang lebih ekstrem.
Jujur pada diri sendiri. Kita sering tidak sadar pembalasan kita sudah melampaui batas. Kita membalas keburukan dengan cara yang lebih buruk.
Sekali kita dimarahi, kita membalas dengan berkali–kali memarahi. Sekali kita ditampar, kita membalasnya dengan menampar berkali–kali.
Rasa–rasanya, kita masih juga belum puas. Kita ingin menamparnya lagi, kita ingin menyakitinya dengan cara yang lebih sakit dan lebih sakit lagi.
Membalas keburukan dengan keburukan adalah kehinaan atas kehinaan. Derajat orang yang demikian adalah rendah, sama sahaja seperti membalas kedengkian dengan kedengkian.
Perkara yang melatari perkara itu adalah dendam dan bukan menegakkan keadilan.
Membalas keburukan dengan keburukan memang dapat membahagiakan hawa nafsu, Tetapi membalas keburukan dengan kebaikan adalah kemenangan manusia dihadapan manusia lain dan di hadapan Allah. 

Bersabar, bersabar dan bersabarlah..

Percayalah setiap apa yang berlaku pasti ada hikmah yang ingin Allah tunjukkan kepada kita. Kuasa Allah sudah terbukti pada saya, saya tidak perlu ngoyo, dan repot-repot untuk membalas kejahatan mereka. Karena pada kenyataanya Allah sudah menunjukkan keajaibanya yang dasyat pada kehidupan mereka seperti apa yang sudah diperbuat oleh mereka ke saya.
Apa yang perlu dibuat adalah sabar dan yakin bahwa semua itu akan datang pada kita, tepat pada masanya. Percayalah, Allah adalah segalanya.

"Apabila kamu membalas kejahatan, kamu perlu membalas kejahatan yang sama seperti yang ditimpakan kepada kamu dan apabila kamu bersabar, tindakan yang demikian itu adalah lebih baik untuk orang yang bersabar"  (An-Nahl ayat 126) 

Mendamaikan Jiwa

Sesukses apapun..
Setampan apapun..
Setinggi apapun titel yang disandang oleh seorang lelaki..
Tak ada artinya bila tidak dihiasi dengan akhlak yang baik.
Karena lelaki shalih itu.. adalah lelaki yang baik akhlaknya, santun perangainya, lembut tutur katanya.. terutama kepada istrinya. Sahabatnya yang paling dekat dalam hidupnya.
Sungguh, memiliki pasangan yang berakhlak mulia dengan perilaku yang selalu menyejukkan mata adalah satu di antara kenikmatan-kenikmatan dunia yang tidak ternilai oleh materi.
Bila ia menyukai sesuatu dari dirimu, akan bertambahlah cinta dan kasih sayangnya terhadapmu..
Bila suatu saat ia tidak menyukai sesuatu pada dirimu, maka ia akan bersabar, tetap memuliakan dan memberi pemakluman atas dirimu.
Ketika hiruk pikuk dunia begitu melelahkanmu, ia selalu ada di sisimu untuk bersandar. Meneduhkan hatimu dengan kesabaran dan keluasan hatinya.
Ketika ujian dan rintangan hidup datang menghampiri, ia selalu menguatkanmu dalam genggam tangannya. Meyakinkanmu untuk terus melangkah dan pantang menyerah.
Ketika engkau khilaf atau terlupa, ia selalu mengingatkanmu dengan nasehat yang penuh hikmah. Ia tidak rela engkau terperosok dalam jurang kesalahan, karena ia begitu mencintaimu.
Ketika engkau berada dalam kondisi terburukmu, ia selalu setia mendampingi, apapun yang terjadi. Karena ia ingin bersamamu tidak hanya di saat-saat terbaikmu, tapi juga di titik-titik kritis dalam hidupmu.
Dan itulah ujian cinta yang sesungguhnya..
Karena sesungguhnya ia adalah bagian dari dirimu, seperti engkau juga adalah bagian dari dirinya. Baginya, engkau adalah separuh dirinya yang lain.
Untuk engkau yang telah dikaruniai seorang suami yang shalih lagi bertaqwa…
Bersyukurlah dan berusahalah menunaikan hak-haknya dengan sebaik-baiknya. Karena tidak semua wanita seberuntung dirimu..
Untuk engkau yang masih menanti..
Cermatlah memperhatikan siapa laki-laki yang datang kepadamu. Berdo’alah.. Memohonlah kepada Dzat yang Maha Mengabulkan permohonan.
Selalu pantaskan diri untuk mendapatkan salah satu perhiasan dunia paling indah bagi seorang wanita, yaitu suami yang baik dan selalu memuliakannya..
Karena layaknya istri shalihah.. Suami yang shalih itu kenikmatan yang tak ternilai harganya bagi seorang muslimah.
ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻨَﺎ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ
“ Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang -orang yang bertakwa.” (QS. Al Furqon: 74)

Aug 13, 2015

Pernikahaan

Pernikahan adalah proses
Rumah adalah sekolah
Bukan untuk mencari atau menjadi yang sempurna …
Tapi untuk tumbuh menjadi lebih baik
Bersama-sama …
Insya Allahu Ta’ala …
♥
“Jika seorang hamba menikah, maka sesungguhnya ia telah menyempurnakan setengah dari agamanya. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah untuk menyempurnakan sebagian yang lainnya. ” (Riwayat Baihaqi dengan sanad hasan)

Kenakalan Anak

Sekali Lagi tentang Kenakalan Anak
Tak akan menjadi kenakalan jika saat awal muncul gejala segera ditangani. Jika kenakalan dibiarkan, ia bahkan dapat menjadi kriminalitas. Perilaku nakal (challenging behavior) muncul karena perilaku anak yang tak sesuai dibiarkan saja, baik oleh orangtua maupun guru.


Kita memang tidak boleh menjuluki anak dengan sebutan nakal. Tapi memahami kenakalan itu sangat berbeda dengan menjuluki (apalagi mengolok). Sangat berbeda pula dengan menggunakan kata nakal untuk menekan anak agar patuh atau sekedar melampiaskan kekesalahan tanpa kendali.


Yang harus kita ingat adalah, kenakalan itu ada. Kenali sebab sebelum muncul. Tangani saat timbul gejala agar tidak berkembang serius. Perilaku yang tidak pantas akan berkembang dalam dua kemungkinan apabila dibiarkan: ke arah penyimpangan & puncaknya berupa abnormalitas; atau ke arah kenakalan yang puncaknya adalah kriminalitas. Dan yang terakhir ini terjadi di negeri kita. Bahkan di tingkat anak-anak.


Ironisnya, sampai pun terjadi kriminalitas (kejahatan) oleh remaja dan bahkan anak-anak, masih saja ada yang menganggap kenakalan tidak ada. Menganggap bahwa kenakalan itu benar-benar tidak ada menjadikan kita abai bahkan ketika perilaku anak sudah sangat buruk. Kita anggap wajar sehingga membiarkan. Padahal seharusnya kita benahi sedari awal. Bukankah ini yang kita temukan pada teladan kita? Bukankah kita dapati Rasulullah shallaLlahu ’alaihi wa sallam segera mengoreksi ketika ada anak yang makan dengan tidak tertib?


Kadang perilaku tidak patut itu muncul alamiah akibat rasa ingin tahu anak. Ini pun tetap perlu diluruskan dengan tetap menyadari itu wajar. Meluruskan perilaku yang tidak patut sangat berbeda dengan mencela, berbeda pula dengan menjatuhkan. Ini yang harus kita ingat.
”

Aku Rindu