Jul 13, 2015

Buat Saya Mas Paijo Yang Terbaik Dech...

Pasangan yang baik akan mengizinkan orang yang dicintainya untuk bahagia menjadi diri sendiri, tanpa harus mengubah diri menjadi seperti yang ia ingini.

Pasangan yang baik justru kagum ketika orang yang dicintainya memiliki prinsip hidup yang kuat, mandiri, tidak terus menerus bergantung dan bersandar pada diri kekasihnya.

Pasangan yang baik selalu bersinergi dalam mencapai tujuan-tujuan hidup mereka. Ia tidak membiarkan pasangannya terjebak dalam comfort zone, stagnan dengan segala potensi dan kelebihan yang dimilikinya.

Pasangan yang baik selalu mensupport pasangannya untuk terus tumbuh, maju dan berkembang dalam menggapai segala impian dan cita-citanya.. dan bukan sebaliknya.

Bagi saya mas paijo adalah yang terbaik buat saya...

Selamat pagi mas paijo.....

Belajar Karena Luka

Orang terluka melukai orang lain.
Orang terluka sulit menerima kegagalan.
Orang terluka kurang suka membahas persoalan.
Orang terluka tak suka belajar dari orang lain.

Lalu orang terluka ini..
Menjadi pengecut yang memalukan.
Menjadi pengeluh yang fasih dan penuh kejiwaan.
Mengadu pada manusia dan bukan Tuhan.

Inilah kisah orang terluka.

Kesalahan terbesar dari orang-orang yang terluka..
Adalah mereka tak segera menyembuhkan luka lamanya
Tetapi dia memilih menikmati lukanya.

Dia merawat baik-baik telusukan itu.
Agar tetap berada di dalam kulitnya.
Jadilah orang-orang yang terluka itu sebagai mereka yang enggan berubah.

Seharusnya luka itu disembuhkan, dibalut.
Waspadalah. Jangan merasa terluka oleh orang-orang shalih dan insan beriman.
Karena luka itu bisa memicu kebencian kita pada iman dan keshalihan.

Dalam dekapan ukhuwah,
Jadilah orang-orang yang mau berubah,
Mampu menerima kegagalan, bersedia membahas persoalan,
Bisa belajar dari orang lain,
Dan siap melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah.

Dalam dekapan ukhuwah,
Hindarkan diri dari kepengecutan.
Mengeluhlah hanya pada yang mampu memberi penyelesaian.

Katakan saja, ” Ya Allah, aku punya masalah besar.”

Dan sebagai variasi yang manis, ucapkan juga, ” Hai masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar. “

Jul 12, 2015

Selamat Pagi Mas Paijoku Sayang

Biar aku rapihkan sedikit letak bantalmu. Aku tahu kau lelah, semalaman tadi berkumpul, tertawa, dan bercerita bersama teman-temanmu.

Jika bias matahari itu terlalu menyakiti matamu, akan aku tutupi kembali tirai jendela itu.

Pagi ini aku ingin menulis bahagia, yang terukir dari garis senyummu. Kau sungguh terlihat ganteng mas paijoku sayang pagi ini. Sungguh, aku tidak rela melewatkan setiap geliat tubuh lelahmu. Tapi aku tidak bisa terlalu lama.

Selamat pagi, mas paijoku sayang.

Biasanya setiap pagi kuletakan secangkir teh hangat kesukaanmu, di dekat vas bunga. Jika kau terbangun, dan tidak mendapatiku. kau tenggaklah tehmu yang segera. Tapi sekarang berbeda, aku taruh hangat pelukku yang ada di dalam dekapanmu.

Aku akan kembali sesegera mungkin, ada embun yang ingin kunikmati di luar sana.

Aku menyayangimu seperti embun pagi, yang entah dari mana asalnya.
Namun percayalah, ia ada. Bertengger di atas daun, menjadi mahkota para raja.


I love you mas paijoku sayang.....

Jul 11, 2015

Mengerti

Kehidupan memang penuh dengan pembelajaran 

Kadang kita diminta untuk mengerti semuanya 

Mengerti akan suatu keadaan
Mengerti untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan
Mengerti akan suatu kondisi
Mengerti akan suatu hal
Mengerti untuk bisa melakukan yang terbaik, dan seterusnya


Namun tak ada yg lebih membahagiakan ketika dapat saling mengerti 

Tak perlu banyak bicara, namun sudah mengerti

Tak perlu banyak bertindak namun sudah mengerti

Kadang hanya dengan diam pun sudah mengerti

Karena dengan menjaga dan saling mengerti sudah memberikan arti tersendiri

Terimakasih sudah mengerti atas segala hal yang memang perlu untuk saling mengerti

Ibu Adalah Sekolah Utama: Tergantung Bagaimana Kepala Sekolahnya??

oleh: Bendri Jaisyurrahman

Untuk kali ini, ijinkan saya bicara kepada ayah dari hati ke hati…
Dalam konteks pengasuhan, sekolah pertama bagi anak adalah Ibu. Ibu adalah sekolah pertama dan terbaik bagi anak, karena secara psikologis: Ibu memberikan rasa nyaman bagi anak agar betah berlama-lama di dekatnya, menjadi tempat untuk curhat dan diskusi tentang banyak hal terutama menanamkan nilai-nilai agar anak menjadi tangguh menghadapi tantangan kehidupan.


Sulit bagi Ibu untuk fokus mendidik anak dan membuat mereka nyaman secara psikologis jika ia tidak mendapat dukungan, apalagi jika hanyut dalam perasaannya sendiri dan mudah stress.

Ibu yg stress akan mudah emosi dan kurang sabar menghadapi anak-anak. Inilah gejala awal munculnya ‘mother distrust’ di mana anak jadi tidak betah di rumah dan merasa bhw Ibu adalah sosok yg tidak mengenakkan.

Semua fungsi dan tugas Ibu sbg guru pertama dan utama akan dapat dipenuhi jika peran sbg Kepala Sekolah yg dipikul Ayah berjalan maksimal.

Mother distrust muncul lagi-lagi krn peran ayah sbg. Kepala Sekolah; hilang atau sangat kurang. Ayah lah yg seharusnya berpikir utk membuat anak menjadi betah bersama ibunya, dalam hal ini: apakah kebutuhan psikologis Ibu. Ibu akan bisa memberikan rasa nyaman kepada keluarga jika ruang bathin nya nyaman. Dan…. Ayah-lah yg berkewajiban menyamankan ruang bathin Ibu. Ada ruang dan waktu bagi Ibu utk mencurahkan isi hatinya, misalnya: tidak hanya dibebani oleh pusingnya kenaikan harga-harga di luar.

Menurut penelitian, perempuan (makhluk berkromosom XX) yg jiwanya sehat butuh mengeluarkan 20 ribu kata per hari. Ibu yg jarang diajak ngobrol santai oleh suaminya, maka bahasa tubuh dan nada bicaranya tidak mengenakkan. Menyusui anak akan resah, tak sabar dgn kelakuan anak, bahkan cenderung menjadikan anak sbg sasaran pelimpahan emosi yg tdk semestinya. Jadi, endapan permasalahan dgn sang ayah dimanifestasikan dlm bentuk amarah yg tidak jelas kepada anak-anak.

Terkadang, ada Ibu yg tetap sabar kepada anak-anaknya meskipun Ayah tak memberi ruang bagi jiwanya…, tapi manifestasi ekstrimnya dalam bentuk penyakit fisik yg sulit sembuh

Maka tugas wajib ayah adalah memberikan ruang, waktu, dan suasana setiap hari bagi Ibu utk bicara sbg upaya utk selalu menyehatkan jiwanya, mendengar keluh kesahnya. Rangkul Ibu untuk marah dan menangis kepada Ayah saja agar sehat jiwanya, agar Ibu bisa selalu memberikan bunga cinta utk anak-anaknya.

Ibu yg sehat jiwanya dapat menjalankan tugasnya sebagai sekolah terbaik bagi putra-putrinya. Ia bisa tahan berjam-jam mendengar keluhan anak-anaknya. Ia mudah memaafkan anaknya. Ia menjadi madrasah yg baik utk menanamkan nilai-nilai Robbany…, dan hal ini harus didukung oleh ayah yg memperhatikan bathinnya, di samping kesehatan fisiknya. Ibu harus sehat luar dalam.

Ayah yg hebat, berawal dari suami yg hebat, yg mengerti jiwa dan kebutuhan .. Singkatnya, bahagiakan pasangan kita karena ia adalah madrasah utama bagi anak-anak kita.

Berhentilah Sejenak

Berhentilah sejenak. Bernafaslah perlahan. Nikmatilah oksigen yang bertukar dalam pembuluh darah paru-parumu. Rasakan kesegarannya. 

Berhentilah sejenak. Jangan kau pejam kedua mata. Bukalah lebar-lebar dan pandanglah sekitar. Lihatlah sekelilingmu, apa pun itu. Nikmatilah warna-warni dunia yang tercipta dari pantulan cahaya. Rasakan anugerah kemampuan semua bagian mata yang mampu bekerja dengan baik sampai pada detik kesekian hidupmu.

Berhentilah sejenak. Dengarkan baik-baik suara dunia. Baik orang-orang yang berisik, maupun langit yang diam bersahaja. Pahamilah isyarat yang dikirimkan Semesta. 

Rasakanlah membran dan tulang telingamu yang menyampaikan gelombang dari udara hingga menjadi bunyi yang kau kenali.

Berhentilah, sebentar saja. Rasakanlah karuniaNya. Ucapkan syukur padaNya.

Alhamdulillah…

Jul 10, 2015

Mencintai Pasangan

Suatu ketika saya pernah melakukan sebuah obrolan ringan dengan seorang pengusaha kaya. Dia memang kaya banget, namun sayang dia seorang duda. Dia punya harta dan tahta namun tidak punya wanita. Hampa katanya. 

Kasus di atas hanya contoh, betapa pentingnya peran seorang istri bagi suaminya, yang keduanya saling melengkapi. Dan saya yakin masih banyak contoh kasus yang lainnya. Sepasang suami-istri diibaratkan sebagai pakaian dan badan, keduanya saling melekat. Hal tersebut menandakan sebuah keintiman yang terasa sangat dekat.

Sepasang suami istri adalah dua jiwa yang terbelah kemudian menyatu. Hal itu menandakan jika salah satunya hilang, maka diibaratkan jiwanya sudah tidak lagi utuh. Sepasang suami istri diibaratkan tempat bercocok tanam dan penanamnya, diharapkan adanya benih yang kelak tumbuh menjadi generasi. Kaitannya dengan hal itu, terdapat dalam Q.S Al-Baqarah ayat 223 berikut ini:

”Istri-istrimu adalah ( seperti ) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah ( amal yang baik ) untuk dirimu sendiri, dan bertakwalah kepada Alloh, dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemuiNya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang beriman”.

Setiap tindakan baik suami istri untuk saling menyenangkan dihitung ibadah. Selain dampak baiknya adalah keluarga menjadi harmonis. Subhanallah, betapa agama Islam sungguh indah, menjadikan sebuah aktivitas yang menyenangkan sebagai ibadah. Ibadah yang nantinya sebagai investasi akhirat kita.

Jika anda seorang istri, kapan terakhir kali anda jatuh cinta pada suami? Jika anda seorang suami, kapan terakhir kali anda jatuh cinta pada istri? Kalau kita hanya jatuh cinta pada awal pernikahan saja, hal itu masih sangat kurang. Jatuh cintalah yang berulang kali dan setiap waktu padanya. Seperti mas paijo tiada hari tanpa jatuh cinta,hehe.., Jadikan hari-hari yang dilalui dalam keluarga dengan penuh cinta. Tak masalah jika pagi berpisah karena sama-sama kerja, kemudian siangnya bilang kangen. Kadangkala menggombal yang sesuai kadar juga diperlukan, namun jangan terlalu sering menggombal.

Coba kita agendakan waktu misalnya hanya setahun sekali, sehari saja berdua untuk mengulang masa bulan madu, tanpa anak-anak tentunya. Walaupun usia pernikahan sudah tua, namun bumbu-bumbu cinta itu harus terus tetap muda agar keluarga bahagia. Jadi, cintailah pasangan Anda!

Aku Rindu