Jun 13, 2015

Mengutamakan Keluarga

Melakukan kebaikan untuk orang lain itu baik. namun, melakukan kebaikan untuk keluarga itu lebih utama. keluarga adalah yang bersama kita setiap hari. adalah tempat kita pergi dan pulang. 

Kita harus lebih banyak melakukan kebaikan untuk keluarga kita, karena itu lebih bermakna bagi yang menerimanya. tidak perlu muluk-muluk, yang penting kita selalu hadir di setiap momen. yang penting, kita semua bisa mendapatkan perasaan bahwa sebagai keluarga, kita diutamakan. 

Anak-anak kita harus mendapatkan perasaan itu–bahwa segala sesuatu yang dilakukan bapak ibunya, adalah persembahan untuk mereka.

Kembali

Semua akan kembali. Entah di dunia, atau nanti setelah mati. Makhluk-Nya akan kembali kepada Penciptanya. Pada dasarnya tidak ada yang betul-betul kita miliki selain cinta-Nya. Demikian maka pada akhirnya segenap jiwa dan raga yang tidak pernah kita miliki ini akan kembali kepada Pemiliknya.

Semua akan kembali. Entah ucapan atau pun sikap dan tingkah laku kita. Kata-kata yang pernah kita tulis dan suarakan nanti akan berbalik ditujukan kepada kita. Mungkin saat itu kita masih ingat pernah mengatakannya, mungkin juga tidak. Sikap dan perilaku kita pun akan dikembalikan. Kita akan menghadapi diri kita sendiri dalam raga orang lain. Maka pada saat itu, hati yang peka akan bermuhasabah tentang sikap dan tingkah yang telah lalu. Namun, jika tidak demikian, mungkin kita akan memilih tenggelam dalam mekanisme pembelaan ego berupa proyeksi.

Semua akan kembali, suatu saat nanti.

Meraih Sesuatu Secara Tulus Dan Bersyukur

Meraih sesuatu bukanlah hal yang terbatas pada pekerjaan tangan. Bila anda mau meraih dengan seluruh yang anda miliki, tidak ada hal yang tidak tercapai. Railah dengan kaki. Bila sesuatu saat ini tidak tergapai, bergeraklah, hingga hal itu dalam jangkauan.

Bergeraklah menuju tujuan, ketimbang menunggu tujuan anda bergerak kepada anda. Raihlah dengan pikiran. Visualisasikan tujuan anda. Lihatlah dengan jelas dalam pikiran anda, dan anda akan mulai bisa menggapai. Gunakan daya pikir anda untuk mengembangkan rencana realistis dan perencanaan tindakan.

Raihlah dengan imajinasi. Jadilah kreatif dalam menggapai. Selalu ada banyak cara dalam mencapai tiap tujuan. Gunakan imajinasi anda untuk bekerja dan mengembangkan segala peluang. Bila satu jalur terhalang, bayangkan selusin alternatif dan ikuti yang paling berpeluang.
Raihlah dengan semangat. Rasakan kegembiraan pada setiap saat kehidupan dan anda akan mengembangkan dalam diri sendiri, kesadaran akan pemenuhan. Sedemikian banyak hal yang bisa anda raih bila anda secara tulus bersyukur atas hal-hal yang telah anda miliki.

Jun 12, 2015

Jangan Suka Sok Tahu

Kamu tidak akan pernah benar-benar tahu apa yang ada di hati saya, sebelum saya sendiri yang rela menceritakan.

Kamu hanya bisa menerka-nerka, menilai-nilai dari apa yang bisa kamu lihat. Sebatas itu saja, tanpa pernah benar tahu kebenarannya bila hanya hasil analisamu semata. 

Jangan suka sok tahu, nanti kalau saya sakit hati, kan kamu malah nambah dosa. Hayoo … ndak mau kan?

Urusan membagikan isi hati itu bukan perkara mudah bagi sebagian orang. Terkadang justru kita lebih berminat menceritakannya pada orang yang tidak benar-benar ingin tahu urusan hidup kita. Karena orang yang sekadar ingin tahu tak tentu pasti benar-benar peduli. Hanya ingin saja, semacam dahaga bagi seseorang yang haus, sekadar dahaga saja sih... 

Barangkali kita harus lebih pandai belajar bagaimana caranya membuat orang bercerita, bukan belajar meminta orang bercerita.

Bahagia

Diantara hiruk pikuk orang-orang yang mencari kebahagiaan, kutemukan mereka yang mendapatinya dengan susah payah, berliku-liku jalan menujunya namun makin besar bahagia yang ia dapat, kutemukan pula mereka yang dengan mudah saja mendapatinya karena syukur yang tak pernah putus tak berkurang besarnya kebahagiaan yang ia dapat.

Mungkin berada pada kehidupanmu merupakan kebahagiaan untuknya, walau bagaimanapun jalan yang sedang ia lalui, ia merasa bahagia karena kau bersamanya. Sungguh sederhana bahagia bagi dia.

Mudah juga bagi dirinya untuk bersedih, hanya karenamu.

Bila ia dengar kabar angin bahwa akan ada seseorang yang meninggalkannya, ia takut itulah kau yang telah lama ia cintai. Bila dengar tentang pedihnya kehilangan, ia takut bahwa dirinyalah yang akan kehilanganmu, separuh jiwanya.

Mungkin kehilaganmu baginya adalah kehilangan seluruh harapannya, kehilangan seluruh kecintaannya. 

Membuat ia berderai air mata kala menyadari hatinya tak lagi utuh.

Dengan segala rasa takut itu, sudikah kau melihat perempuan itu menangis karenamu? Sudikah kau mencabut kebahagian dari perempuanmu?

Jun 11, 2015

Singgah

Hujan turun dengan begitu deras malam ini, rintiknya menembus celah-celah kecil pada bajuku, basah. Aku lupa membawa payungku, kutemukan warung kecil yang bisa aku singgahi sebentar sambil meminum secangkir kopi panas.

Untuk menemukanmu mungkin aku harus singgah di beberapa tempat sebentar, meyakinkan kembali langkahku, memantapkan kembali hati menujumu, memastikan kau juga sedang dalam perjalananmu menuju aku, hingga kita saling menemukan.

Atau mungkin saja Tuhan menyediakan persinggahan diantara perjalanku menujumu bukan untuk membalikkan hati pada tujuan lain tapi untuk menguji keteguhan hati tentang menemukanmu. Bukankah yang paling berarti adalah buah dari kesabaran dan keteguhan?

Maka, baik-baiklah kau dalam perjalananmu.

Bersabarlah hingga saling menemukan, bila hujan terlalu deras atau matahari terlalu menyengat tubuhmu, singgahlah untuk beristirahat. Dengarkan apa yang hatimu yakini, bila kau kehilangan suara hatimu singgahlah di tempat paling sunyi dan berdoalah hingga mengguncang langit.

Cinta ini Masih Bernyawa

Cinta ini masih bernyawa
Apakah kau tak mendengar detak jantungnya?
Genggamlah lengannya, nadinya masih berdenyut!

Lekas! kabarkan kepada hatimu, bahwa cinta ini memang masih bernyawa

Meski rapuh karena beban rindu, kalbunya masih saja menyebut namamu

Lekas! kabarkan kepada ingatanmu, bahwa cinta ini belum mati

Jangan sampai hati dan ingatanmu tak mendengar kabar ini
Sebab, sudah terlalu lama cintanya menahan nyeri

Kau tahu, mengapa cinta ini masih bernyawa?

Karena cinta ini melebihi usia nyawanya sendiri
Walau raganya telah tiada, namun cinta ini masih bernyawa.


Tak selamanya takdir itu bernyawa

Aku Rindu