Dec 11, 2014

Padamu Terletak Takdir



Bisa saja aku menyalahkan semua kejadian yang aku alami hingga saat ini. Bisa saja aku mempertanyakan mengapa Tuhan mengujiku seperti ini. Memberikanku keadaan yang membuatku susah payah, memberiku keadaan yang membuatku bahkan sulit untuk membuat keputusan.

Dulu, aku meresahkan setiap langkah kaki yang ku buat. Setiap keadaan yang mengelilingiku seolah-olah mengerdilkan pikiranku tentang keadilan-Nya. Aku mempertanyakan sikap-Nya yang seolah-olah pilih kasih. Mengapa aku terus menerus diberikan kegelisahan dan kesedihan bahkan kegagalan, sementara orang lain bisa tertawa lepas diatas kebahagiaannya. Aku terus menerus murung dan sekali lagi mempertanyakan keadilan-Nya.

Dulu, aku merasa aku adalah orang yang paling tidak bahagia. Karena aku tahu, hampir semua yang aku harapkan selalu dipatahkan. Entah dipatahkan oleh keadaan, entah oleh orang lain, atau aku patahkan sendiri karena aku takut untuk membuat pilihan.

Sampai hari ini aku menemukan jawaban atas semua perjalanan itu. Mungkin, bila aku tidak mengalami itu semua. Aku tidak akan pernah bertemu denganmu. Bahwa dulu ketika setiap langkah kaki yang ingin ku ambil, selalu dibelokkan. Bahwa mungkin, bila satu saja harapanku di masa lalu itu terjadi, mungkin aku tidak akan berada di sisimu saat ini.

Adalah kamu, seseorang yang membuatku merasa menjadi orang paling bahagia hari ini. Seseorang yang membuatku mengerti bahwa setiap keadaan yang terjadi di masa lalu itu menggerakkan langkah kakiku mendekatimu. Sayangnya aku dulu tidak tahu tentang semua itu. Mungkin bila aku tahu waktu itu, aku akan dengan senang hati melangkah meski langkah itu terus menerus dibelokkan.

Mungkin saat ini Tuhan tersenyum-senyum melihat kita berdua. Dulu aku mencaci-Nya, mempertanyakan keadilan-Nya. Kini aku memuji cara-Nya menggerakkan makhluk-Nya. Termasuk menggerakkan langkahku ini. Karena aku menemukan jawaban itu kini, takdir itu ternyata terletak padamu.


nb :

Untuk setiap orang yang merasa saat ini sedang bertanya-tanya tentang hidupnya sendiri, sedang mempertanyakan keadilan-Nya, dan sedang meresahkan masa depannya. Teruslah melangkah karena jawaban itu ada di masa depan :)



Dekat



Orang-orang baik itu sangat dekat, karena yang baik tentu saja adalah orang yang telah kita kenal. Tentu saja mengenalnya dengan baik. Mengenal karakternya baik ketika dia bahagia maupun terpuruk. Mengenal pilihan katanya saat berkata-kata. Mengenal cara berpikirnya ketika mengutarakan pendapat.

Orang-orang baik itu ada disekitar kita. Kita ajak berbicara setiap hari, mungkin pula melakukan perjalanan bersama. Entah sekadar jalan dari depan kampus sampai kelas, entah sekadar jalan dari kelas menuju kantin. Setiap hari kita dengar namanya, setiap hari kita temui dirinya. Entah berpapasan atau sengaja membuat janji pertemuan.

Orang-orang baik itu ada disekeliling kita. Mereka adalah teman-teman kita sendiri. Mereka adalah orang-orang yang telah terseleksi dari sekian milyar manusia untuk bisa dekat dengan kita dan kita bisa menerima keberadaannya. Kita mencarinya saat liburan, bahkan saat perpisahan. Kita berkomunikasi tanpa perlu takut ada asumsi. Kita tidak perlu saling bertukar CV untuk saling mengenal. Karena waktu telah membuat kita saling mengenal lebih dari cukup, lebih dari apa yang kita perlukan.

Sementara kita resah mencari seseorang untuk kita sanding, mencari sejauh mungkin, mencari yang baik-baik katanya. Hingga tak kunjung menemukan jawabannya. Apakah kata “teman” itu menjadikanmu membatasi kemungkinan. Bahwa orang-orang baik itu sesungguhnya ada di sekelilingmu. Mengelilingi hidupmu, ia mengenalmu dan kamu mengenalnya. Apakah kata “teman” itu membatasi keberanianmu untuk mengutarakan sesuatu dalam hatimu? Apakah kata “teman” itu menjadikanmu ragu untuk mengambil langkah yang lebih jauh dari sekadar teman.

Untuk apa mencari jauh-jauh bila ternyata disekelilingmu bisa kamu temukan, satu diantara sekian banyak teman yang kamu miliki. Satu diantara orang-orang baik itu. Satu diantara orang yang telah mengenalmu tanpa ragu. Kamu pun tidak perlu susah payah mengenalkan dirimu.

Apakah kata “teman” itu membatasi kemungkinanmu? Matamu mencari yang jauh-jauh padahal ia ada didekatmu. Kamu lelah melangkah sementara ia senantiasa membersamai langkahmu. Kapan kamu menyadari bahwa segala sesuatu itu mungkin dan bisa menjadi pasti.

Ia dekat, ia berada disekeliling. Ia adalah teman. Tidak ada salahnya kan?



Saling Mencari



Kisah ini adalah tentang dua orang anak manusia yang melakukan pencarian. Masing-masing melakukan perjalanan panjang, berliku, penuh dengan pertanyaan.

Kita tidak pernah akan tahu siapa yang ternyata mencari kita sampai kita bertemu dengan orang tersebut. Kita tidak akan pernah tahu siapa yang ternyata diam-diam mendoakan kita menjadi takdirnya sampai kita bertemu dengan orang tersebut.

Kita semua bergerak melakukan perjalanan dengan cara kita masing-masing, mencari dengan cara kita masing-masing, bertemu dengan caranya masing-masing. Ada yang tidak tahu (si)apa yang sebenarnya ia cari, ada yang tahu persis tentang (si)apa yang ia cari. Ada yang menempuh jalan terang benderang, ada yang harus melewati kegelapan. Meraba-raba dengan tangannya.

Kita semua digerakkan oleh keadaan. Digerakkan oleh usia yang beranjak naik, digerakan oleh kehidupan yang terus berganti. Meski kita ingin berhenti, alam membuat langkah kaki kita tidak bisa berhenti lama. Hanya sebentar, sejenak. Kita mungkin mengeluh mengapa tak kunjung bertemu hingga terasa semua daya telah digunakan, semua cara telah dipakai, semua jalan telah ditempuh. Rasanya berputar-putar pada satu pertanyaan yang sama; (Si)apa yang kita cari?

Kita akan terus mencari, saling mencari. Dan pada akhirnya kita akan bertemu dan tersenyum, karena kita merasa sama-sama menemukan. Tak ada satupun dari kita yang berdiam diri. Meski itu sebatas doa. Bukankah doa mampu menggerakkan takdir-Nya?



Akan Segera Tiba



Akan segera tiba hari-hari dimana seseorang dengan keimanannya dapat melembutkan hatiku. Seseorang yang dengan keteguhannya meruntuhkan tembok keegoisanku. Seorang lelaki yang ketulusnya tak dapat ku ingkari.
Dimana dihari seterusnya, kekurangan dari masing-masing kami yang membuat selalu rindu. Kekurangannya indah dimataku, begitu pula yang ada padaku.

Seseorang yang aku butuhkan bukan hanya aku inginkan. Lelaki yang menbuatku jatuh cinta berkali-kali. Akulah tempatnya berkeluh kesah, berbagi air mata, tawa dan pelukan. Tidak ada yang lain.
Aku lah satu-satunya perempuan yang namanya ia sebut dalam ijab qobul sekali seumur hidupnya.

Dengannya aku merasa aman dimanapun. Sedingin apapun, aku selalu merasa hangat dalam dekapnya.

Dibalik punggungnya nanti aku beribadah dan berdoa, dan diwaktu yang sama aku menjadi bagian dalam doa-doanya. Tangannyalah yang aku kecup setelah mengamini doa kami. Dan hanya keningku yang ia kecup.

Akulah nanti yang menjadi alasannya pulang, alasannya untuk tidak sering lembur, dan aku yang selalu ia ingat sekencang apapun godaannya diluar sana.

Dari rahimku nanti, akan lahir anak-anak sholeh dan lucu kami. Aku yang menjaga ketika ia sibuk bekerja, sedang ia yang akan mengajarkan anak kami untuk sholat dan mengaji.

dari : tanpapena.


Nov 26, 2014

Di Antara Pendidikan Allah untuk Kita



Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Adakalanya Allah memberikan ujian dan cobaan kepada kita berupa gangguan orang-orang di sekitar kita agar supaya hati kita tidak bergantung kepada siapapun kecuali bergantung kepadaNya yang Maha Esa..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Adakalanya Allah memberikan ujian dan cobaan kepada kita untuk membuktikan ibadah hati kita berupa sabar, ridha dan yakin sepenuhnya kepadaNya. Dan bahwasanya kita ridha kepadanya bukan karena Dia memberikan semua keinginan kita, tapi karena kita yakin sepenuhnya bahwa Dia adalah Maha Bijaksana lagi Maha Penyayang..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Adakalanya Allah menghalangi kita untuk mendapatkan materi duniawi yang kita cari karena Dia Maha Tahu bahwa hal tersebut akan menyebabkan rusaknya agama dan dunia kita, atau karena waktunya belum tepat dan Dia akan berikan semua itu kepada kita pada saat yang terbaik..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Adakalanya Allah mencabut kesenangan yang sedang kita nikmati karena Allah melihat bahwa hati kita mulai cenderung kepada dunia, maka Allah hendak menunjukkan hakekat yang sebenarnya agar supaya kita zuhud terhadap dunia dan selalu merindukan surgaNya..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Sesungguhnya Allah tahu bahwa ada penyakit dalam hati kita, sedang kita tidak mampu dan kesulitan untuk mengobatinya sendiri, maka Dia-pun menguji kita dengan berbagai macam kesulitan agar supaya penyakit dalam hati kita tersebut keluar dan sembuh.. Kita merasakan kesulitan sebentar kemudian setelah itu kita bisa tersenyum dan tertawa bahagia..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Adakalanya doa-doa kita ditunda pengabulannya oleh Allah agar supaya kita berupaya maksimal dengan menempuh berbagai macam sarana dan usaha, sehingga ketika kita hampir putus asa dan patah harapan untuk memperbaiki keadaan, maka pada saat itulah pertolongan Allah datang dari arah yang tidak terduga dan tidak kita sangka, supaya kita menyadari bahwa Dia-lah yang memberi nikmat kepada kita dan bukan yang selainNya..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Ketika kita beribadah kepada Allah dengan tujuan mencari dunia, maka justru kita tidak diberi dunia tersebut oleh Allah, agar supaya keikhlasan kembali masuk ke dalam hati kita dan kita terbiasa beribadah hanya karena Allah semata. Kemudian setelah itu Allah berikan kepada kita apa yang kita inginkan..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Adakalanya Allah memberikan ujian yang cukup panjang kepada kita, tetapi pada saat itu juga Allah tampakkan kepada kita kelembutanNya dan pertolonganNya. Juga Dia berikan kepada kita kelapangan dada yang menjadikan hati semakin mengenalNya dan kemudian Dia curahkan cintaNya ke dalam hati kita..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Ketika kita lalai dan menjauh dari Allah serta iman berkurang, Dia terus-menerus tunjukkan kepada kita kebesaran-kebesaran kekuasaanNya yang menakjubkan. Dan Dia perlihatkan doa-doa kita yang begitu cepat dikabulkan sehingga kita menjadi tersadar dan terbangun dari kelalaian selama ini, lalu kita mendekat kepadaNya dan iman pun menjadi bertambah..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Adakalanya Allah menyegerakan hukuman kepada kita atas dosa-dosa kita dengan tujuan agar supaya kita segera bertaubat. Kemudian Dia ampuni kita dan juga Dia bersihkan kita, sehingga tidak tersisa lagi tumpukan-tumpukan dosa dalam hati kita yang menyebabkan hati tertutup bahkan buta..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Adakalanya kita menginginkan sesuatu dan terus menerus merengek meminta kepada Allah agar sesuatu tersebut diberikan kepada kita seakan kita tidak menerima apa yang telah ditakdirkan Allah untuk kita. Maka Allah-pun akan berikan sesuatu yang kita inginkan tersebut agar supaya kita mengetahui hakekatnya, yang ternyata tidak baik bagi kita dan bahkan kita membencinya. Pada saat itulah kita menyadari bahwa pilihan Allah untuk kita adalah yang terbaik bagi kita..

Di antara pendidikan Allah untuk kita…
Adakalanya kita sedang mendapat ujian dan cobaan, akan tetapi Allah selalu menunjukkan kepada kita keadaan orang lain yang ternyata lebih parah dari kita, sehingga kita menyadari betapa kasih sayang dan kelembutan Allah kepada kita yang menjadikan kita selalu memuji Allah dan mengucapkan Alhamdulillah..

Alhamdulillaah.. maka nikmat Allah yang mana lagi yang hendak kita dustakan.. ?




Aku Rindu