Dec 15, 2015

Sifat Genit Merendahkan Harga Diri Seseorang Dan Harga Diri Pasanganya

Saya tuh orangnya, paling alergi sama laki-laki dan perempuan yang genit. Yang ganjen, lenjeh, whatever you named it lah.Genit ketika berpapasan dan memandang lawan jenisnya. Itu mataaa.. hobinya piknik kemana-mana. Or pas nunduk nemu duit di jalan. Bagusnya dipakein kacamata kuda aja nih yang model begini.

Genit dalam berkata-kata kepada lawan jenisnya. Baik di dunia nyata maupun maya. Kalo ketemu lawan jenisnya (apalagi yang kinclong) suka lempar senyum, cengar cengir geje. Kalo chatting suka kirim smiley, emot-emot unyu. Haha-hihi nggak penting. Sengaja milih kalimat yang bikin hati keruh, bikin lawan jenisnya ge-er. Malah terkadang sudah tidak sungkan-sungkan langsung chat ngeres yang berbau seks dan langsung aja saling kirim foto telanjang, yang perempuanya sudah gatel kirim pose telanjang tanpa ragu, iya kalau bodynya aduhhay atau semlohay kayak artis, lah ini bentunya syala...la..la..la loh, ya maklum sudah tante-tante beranak, tapi pede'nya abege abis. 

Genit dalam pergaulan dengan lawan jenis. Meremehkan ikhtilat. Meski sudah sama-sama menikah, tapi kelakuan mirip abege yang lagi puber. Nada suara mendayu-dayu sampai lirikan mata yang mengandung arti. Sampai yang lihatnya risih dan malu sendiri.Genit dalam banyak hal, atuhlah. Pokoknyamah bikin eneug yang lihat dan denger. Bikin polusi. Bikin pengen nyari baskom. Bikin pengen nyiram pake air seember biar bubar. 

Dari segi usia dan jam terbang, kita ini mah apalah apalah..”Wal’iyadzubillah..Semoga Allah jauhkan kita dan keluarga dari sifat yang demikian. Dan semoga semua laki-laki dan perempuan semacam itu segera diberi hidayah oleh Allah.That’s why saya wanti-wanti banget sama adik-adik perempuan saya, teman dekat saya, dan anak perempuan juga anak lelaki saya kelak:“Jangan mau dinikahi oleh pria atau wanita yang genit. Mau seganteng, secantik, setajir dan sepopuler apapun, kalo genit: Blacklist!” 

Makan ati banget lho punya pasangan yang nggak bisa jaga mata dan kehormatan diri. Sebagai pasangan kita akan dihantui rasa curiga terus menerus. Jangan-jangan, di belakang kita dia… bla bla bla. Apalagi bagi mereka yang “mengharamkan mutlak” pasangannya untuk membuka gadget dan barang-barang pribadinya. Banyak kejadian itu nyata di sekitar saya. Gadget selalu dipassword, disilent, disimpan dalam tas. Sampai kalo lagi mandi atau tidur, ada panggilan telepon atau SMS masuk, pasangan dan anak-anaknya nggak boleh ada yang buka, apalagi jawab. Kalo ketahuan ada yang buka, bisa marah besar.Tanda tanya dong.. Kalau memang nggak ada “sesuatu” kenapa harus se-ekstrem itu coba? Kalo memang isinya biasa-biasa saja, tidak ada yang perlu ditutupi, kenapa harus paranoid banget, khawatir pasangannya tahu isi gadgetnya? Aha! Meski tidak semua orang yang strict soal privacy gadget itu menyembunyikan sesuatu, tapi yang seperti itu ada dan nyata. 

Seseorang yang genit, secara tidak sadar, ia merendahkan harga dirinya dan harga diri pasangannya. Iya, sifat genit itu merendahkan harga diri seseorang plus harga diri pasangannya, menurut saya. Bikin malu diri sendiri dan pasangan.Tapi nggak tau juga ya kalau memang rasa malu itu sudah hilang dalam dirinya. Padahal rasa malu itu adalah bagian dari iman. Jika rasa malu seseorang telah hilang, maka imannya layak untuk dipertanyakan. 

Nasehat ulama terdahulu: “Jika engkau tidak malu, maka berbuatlah sekehendak hatimu.”Sifat genit adalah musibah. Ia membuka peluang untuk terjadinya zina. Betapa banyak perselingkuhan dimulai dari longgarnya hijab antara laki-laki dan perempuan, yang berujung kepada hilangnya rasa malu. Ketika bahaya ikhtilat mulai diremehkan, ketika itulah pintu perselingkuhan mulai terbuka lebar. 

Honestly, saya pribadi lebih suka dibilang, “perempuan galak dan perempuan tidak ada basa basinya", daripada dibilang“perempuan genit”, ihh amit-amit. Kalau di tempat kerja saya, saya terkenal orang yang paling tidak ramah dan galak, haha..., karena bagi saya memposisikan ramah apa tidak saya tempatkan ke posisi yang pas dan benar, kalau menurut saya orang yang genit sama saya, itu sudah kurang ngajar, wajar dong kalau saya galak terus saya tendang, saya tidak bisa bersikap seperti teman saya yang ramah abis padahal itu sikap genit, itulah susahnya manusia yang tidak bisa membedakan antara genit dan ramah, saya mah cuma bisa tepuk jidad aja.

Demikianlah edisi curhat habis liat chat laki-laki genit dengan wanita genit di sebuah forum hari ini. 

Aku Rindu