Dec 9, 2015

Menikmati Kopi Pagi Bersama Mas Paijo


Ini secangkir kopi untukmu mas paijoku sayang...
Sudah kucampur dengan gula secukupnya.
Masih panas loh.., tunggu sampai hangat ya, biar lebih enak untuk di nikmati.

Mengapa kopi harus dicampur dengan gula? Tidak harus juga sih, tapi umumnya demikian.
Karena memang gula adalah pasangannya.

Secangkir kopi ini bercerita banyak hal Tentang manis-pahitnya kehidupan. 
Bahwa hidup tidak selalu manis, juga tidak selalu pahit. Bahwa manis dan pahit itu diperlukan, untuk menciptakan keseimbangan, agar kita bisa netral dalam ketenangan, baik dalam suasana kegembiraan, maupun dalam suasana kesedihan. Kita tidak mengingkari kenyataan, bahwa ada kalanya kita senang, ada kalanya kita sedih. Namun kita tetap tenang dalam kehangatan.

Di pagi ini, lagi menikmati hangatnya kopi bersama mas paijo...



Kesetiaanmu Bagaikan Embun



Ilalang bergoyang khabarkan rasa riang menyambut rindu 

Berdansa ria bersama ranting dan rimbunnya rumput liar 

Hijau daun tengadahkan wajah tuk bersyukur setelah lewati malam panjang 

Dan cericit burung nyanyikan lagu rindu pada yang Esa 

Hangat sang mentari pagi biaskan sinar di jendela pondok bambu 

Kebersamaan kita yang tiada bisa kuhitung dengan waktu 

Duka lara tlah kita tempuh dalam langkah bersama 

Perjalanan yang kita tempuh tak teraba dalam pandang 

Kesetianmu bagai embun yang selalu ada sejukkan pagiku 

Walau ada waktunya kau menguap di terpa sang mentari 

Pagi yang indah berseri cerah merona merah 

Ku kan jelajahi hari bersama perahu cinta yang kupunya 

Arungi samudera hingga bulir-bulir bening menetes di kulitku 

Berikan senyum terindah hapuskan semua gulana menggebu 

Kemudikan hati menuju lambaian pelita di dermaga cinta kita berdua

Selamat pagi mas paijoku sayang....




Dec 7, 2015

Sekelumit Benci Bergema

Hari ini harus lebih indah dari kemarin. Lihatlah kedepan, jangan menoleh kebelakang lagi, begitu kata pepatah tempoe doelu. Emang benar, saat menatap didepan mata, dibelakang sirna. Didepan cahaya seakan tak pernah buram, selama kita optimis pada kata hati bahwa esok hari masih ada sejuta harapan.

Saat benci bergema, saat itu pula rasa mengganjal diruang gerakku. Benci karena tak dapat menetralisir perasaanku tentang kesedihan, ketidakberdayaan hati dalam mengelantungkan harapan yang kuperjuangkan.

Ketidak berdayaan inilah yang membuat aku benci. Namun aku harus sedini mungkin menepiskan, melenyapkan dan meniupkannya jauh, sejauh angin berhembus dan tak ingin kembali mengusik keterlenaanku.

Benci tak ingin merayap kedinding sukma yang mengotori jiwa putih seputih melati, merubah merahnya hati menjadi mati. Aku tak punya hasrat begitu. Hasrat yang ingin kukubur layu yang tak mampu menumpahkan segala perhatian yang berisikan cinta kasih yang seharusnya aku peluk dan kurengkuh.

Saat benci karena merasa diriku bukanlah hambaNYA yang kurang mensyukuri kenikmatanNYA yang kureguk. Kekurangan yang membelenggu masih jauh dari kelebihanku yang enggan menundukan mata dan hatiku mendengar keindahan NamaMU.

Karena benci itu pula aku ingin menyapihnya menjadi benar-benar cinta atas karuniaNYA pada diriku dan pada kasihku. Bahwa benar-benar cinta dapat merubah segala-galanya menjadi indah dan mudah menjalani hari yang penuh pernak-pernik dengan nuansa cinta sang Maha Cinta.

Beginilah sekelumit benci” benar-benar cinta” yang aku rasakan saat ini yang mampu untuk berdiri kukuh dan tak bergoyang oleh angin mamiri yang kupasang.



Benci itu bukan menyakiti hati 

juga bukan penyakit hati 

benci itu hanya sementara 

singgah dan berlalu begitu saja 

jangan sampai melilit jiwa 

Benci itu...benar-benar cinta nyata 

diperjuangkan segenap raga 

hingga menutup mata


Begitulah hidup, cinta dan benci, atau benci dan cinta, kalau tidak dijaga akan mematikan rasa yang telah dipupuk sedemikian rupa akan lenyap tiada berbekas. Hati-hatilah menjaganya, jangan sampai dibanting oleh cinta semu yang menjemukan dan meremukan pandangan mata cinta.

Buat yang suka membenci, jangan dipelihara, nanti bisa berbalik cinta. Bagi yang sudah merasakan cinta, peliharalah dan jangan sampai dirasuki benci karena bisa berbahaya. Jadilah sekedar benci untuk menganalisa apa definisi cinta dan benci semoga harap dimengerti Tentang aku yang benar-benar cinta. 



Hari ini harus lebih indah dari kemaren. Lihatlah kedepan, jangan menoleh kebelakang lagi, begitu kata pepatah tempoe doelu. Emang benar, saat menatap didepan mata, dibelakang sirna. Didepan cahaya seakan tak pernah buram, selama kita optimis pada kata hati bahwa esok hari masih ada sejuta harapan.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/dwiwit/saat-benci-bergema_552a08446ea834cb4f552d10

Tentang Cinta

Cinta bukan sekadar memaafkan.

Cinta bukan sekadar soal menerima apa adanya.

Cinta adalah harga diri.

Cinta adalah rasionalitas sempurna.

Jika kau memahami cinta adalah perasaan irasional, sesuatu yang tidak masuk akal, tidak butuh penjelasan, maka cepat atau lambat, luka itu akan kembali menganga.

Kau dengan mudah membenarkan apapun yang terjadi di hati, tanpa tahu, tanpa memberikan kesempatan berpikir bahwa itu boleh jadi karena kau tidak mampu mengendalikan perasaan tersebut.

Tidak lebih, tidak kurang.

 ― Tere Liye, Sepotong Hati Yang Baru.

Ketika Cinta Mengkhianati Harga Diri

Pandai pandai lah kita mengamban amanat berupa Anugrah dari yang kuasa , tak kan terasa indahnya anugrah yg begitu mewah hanya karna nafsu yg melewati batas tipis cinta seperti trojan yg menyerang system melumpuhkan logika tak mampu lagi melihat realita, Meski pegorbanan yang kerap dijadikan penghinaan tak juga mampu jerakan hati yg tetap mencintai meski harus menghianati harga diri tak perduli terus berupaya agar cinta tetap disisi berbalas caci maki tak membuat hati mengusir cinta pergi.

Tak mampu menganalisa cinta macam apa yang merasuk dalam dada, tak bisa terpandang realita meski di sadarkan oleh mereka yang menyaksikan tak tega tapi hati tetap saja berkata aku cinta dia. Kesalahan demi kesalahan tercipta tak sadar mengulang setiap kesalahan yang ada,menjerit raga memohon hati tuk hentikan rasa cinta bagai tuli tak mendengar apa apa, janji janji yang tak terbukti kata ma'af berulang kali dan selalu ada ma'af berulang dari hati demi mendapat bahagia stitik akhirnya siksa sebelanga kemana logika jika masih saja hati berkata "AKU CINTA PADANYA"

Jangan abaikan insting bunda Restunya menjadi penentu bahagia bagi anak naknya.

Aku Rindu