Feb 1, 2014

Kesetiaan



KESETIAAN merupakan komitmen yang tak bisa dirusak dengan mudah. Setia berarti menepati semua komitmen seumur hidup. Jadi, jangan pernah berjanji bila Anda tak mampu menepatinya. Meski setia merupakan kata yang mudah diucapkan, tapi menepatinya tak semudah yang dikatakan.

Jika Anda setia pada pasangan Anda dan suatu hari pasangan Anda mengalami kecelakaan yang membuat dia cacat, tidak berarti bahwa Anda boleh mencari seseorang yang lebih baik. Jika Anda berkomitmen pada hubungan Anda dan ternyata pasangan Anda tiba-tiba gagal dengan bisnisnya, tidak berarti bahwa Anda harus mencari seseorang yang lebih kaya.

Setiap situasi datang silih berganti untuk menguji kesetiaan Anda. Di beberapa negara, hukum memperbolehkan untuk menceraikan pasangan Anda jika pasangan Anda mulai stres atau bahkan gila. Tetapi banyak orang setia di sana yang memutuskan untuk tetap bertahan bersama pasangannya bahkan ketika pasangannya mulai gila.

Setiap hubungan bersandar pada kebenaran dan kepercayaan. Jika suatu hubungan dimulai dengan kebohongan, maka hubungan itu tidak dapat dipertahankan. Karena fondasinya adalah kebohongan. Bagaimana sebuah kebenaran dapat tumbuh dari sebuah benih kebohongan? Hal pertama yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan adalah kejujuran dalam semua aspek. Membodohi pasangan Anda supaya percaya pada kebohongan Anda adalah dosa.

Ketika Anda sudah memutuskan dan berkomitmen untuk setia, seharusnya Anda tidak mempunyai alasan untuk mengingkarinya. Dengan mengingkari komitmen Anda, Anda dapat menyakiti pasangan Anda yang sudah terlanjur percaya pada Anda.

Tetapi yang lebih menyakitkan adalah Anda akan menyakiti diri Anda sendiri dengan menjadi tidak setia dan tidak dapat diandalkan. Anda akan kehilangan harga diri Anda. Cinta dan kesetiaan berjalan beriringan. Bagaimana Anda berkata cinta pada pasangan Anda tetapi Anda tidak setia? It’s impossible.

Mencintai dan dicintai adalah suatu anugerah. Mengingkari komitmen untuk setia adalah dosa yang melawan kebaikan dan Tuhan. Jika dalam suatu kesempatan, Anda atau pasangan Anda mengingkari kesetiaan dengan berselingkuh, yang lain harus mengakui dan mau memaafkan.

Tetapi akankah hubungan Anda tetap sama seperti sebelum Anda berselingkuh? Jawabannya tentu tidak! Kecuali kalau Anda beruntung memiliki seorang pasangan yang luar biasa pemaaf dan sabar, hubungan tidak akan pernah sama. Lebih baik Anda selalu menjadi orang yang jujur dan setia. Ada baiknya sebelum Anda mencoba berkomitmen pada pasangan Anda, cobalah berkomitmen pada diri Anda sendiri. Berkomitmen pada hal-hal kecil akan membuat Anda dapat berkomitmen pada hal yang lebih serius. 


By  Indrajied’

Jan 25, 2014

Luka Abadi Itu Bernama Selingkuh


Kebahagiaan dan kedamaian hati adalah cita- cita utama yang ingin didapatkan setiap pasangan menikah. Disana pula terjalin hubungan emosional yang halal dan menyejukkan. Namun seiring dengan berlalunya waktu, tak jarang kebiasaan nakal perselingkuhan pun muncul dan ikut menyemarakkan lika- likunya. Dan sangat disayangkan ketika hal itu pula lah yang akhirnya banyak membawa seseorang pada titik nadir kehancuran mahligai pernikahannya.

Selingkuh. Sebuah kata yang sebetulnya tidak enak didengar dan tidak sedap dibayangkan karena konotasinya yang buruk. Tidak perlu menutup mata, karena memang kegiatan yang satu ini semakin lama semakin banyak peminatnya dan tentu saja, dilakukan dengan 1001 alasan di baliknya.

Dan terinspirasi dari pengalaman seorang teman yang baru-baru ini terlibat dalam kasus perselingkuhan, Sebenarnya pertanyaannya sederhana, “Kenapa sih harus sampai berselingkuh ? Entahlah siapa yang memulai -saya pun tidak ingin tau-, namun yang pasti seperti kata pepatah lama, ‘Tidak akan ada asap kalau tidak ada api.
 
Tidak perlu melihat dari sisi umur si pelaku perselingkuhan,ya mungkin sedang mengalami puber kedua. Juga tidak perlu melihat dari sisi relationship yang mungkin saja kedua belah pihak sedang bermasalah dengan pasangan masing-masing. Selingkuh ya selingkuh. Apapun pembenaran yang disampaikan, tetaplah itu adalah sebuah pengkhianatan yang sangat menyakitkan.

Jadi, alasan apa yang benar-benar pas untuk melakukan perselingkuhan? Ada atau tidaknya alasan, atau hanya sekadar berusaha mencari pembenaran, hati Anda yang paling dalamlah yang bisa menjawabnya

Ada yang bilang,
jika pasangan anda selingkuh, jangan salahkan pasangan anda atau selingkuhannya, tapi salahkan diri anda yang tidak bisa menjaga pasangan anda.

Saya kok kurang setuju ya dengan statement itu. Memang ada yang seperti itu. Tapi tidak semua. Ada  kok yang udah bener-bener jaga tapi dasar pasangannya aja yang kurang ajar dan penyakitan. Gak bisa kalo cuma satu, atau selalu merasa kurang.  Bisa juga karena merasa ke PD'an sok kecakepan atau sok kecantikan karena merasa masih laku kale ya, Ada juga yang berdalih untuk selingan biar gak bosen. WHAT THE…?!

Terus ada juga yang penyakitannya dari si selingkuhan. Udah tau orang ada yang punya, udah tau sudah sama-sama berkeluarga, tapi masih aja dideketin. Atau emeng sama-sama maun ya...? Kalau bahasa kerenya kok ya sama-sama gragasnya. Sebegitu bangganya pamer di dunia maya, Amit amit jabang baby Apa itu namanya kalau bukan sakit...? 

Bukankah pernikahan adalah tentang melengkapi dan kerjasama?. Disinilah kemudian kesungguhan kita dalam memegang komitmen pernikahan teruji. Apakah anda ingin tahu tentang kualitas diri anda sendiri?... tentu saja anda tidak ingin kelihatan sebagai pecundang, bukan?

Pernikahan adalah tentang melengkapi ketidaksempurnaan. Jikalaulah seorang manusia berselingkuh dengan seribu orang, maka tetaplah hanya satu orang yang dibutuhkannya dan yang dapat mengisi relung hatinya. Hanya satu saja. Maka jalan teraman dan satu- satunya adalah bersyukur. Allah memasangkan kita dengan pasangan kita sekarang, pastilah mengandung maksud yang mungkin pikiran manusia masih sangat dangkal untuk mengertinya. Namun satu hal yang pasti, bahwa apapun yang terjadi adalah yang terbaik untuk kita, pun demikian dengan pernikahan. Allah menganugrahkan pasangan adalah sebagai yang terbaik bagi hidup kita, InsyaAllah.

Dan bagi anda diluar sana yang ternyata sedang dalam ujian Allah untuk sebuah kenyataan dimana jalan hidup membawa anda pada seseorang yang tidak mengerti kata bersyukur, maka tetap tersenyumlah. Bahkan setiap detik yang anda miliki lebih berharga untuk dihabiskan dalam air mata. Percayalah bahwa Allah maha adil, siapa yang menanam, dia pasti akan menuai. dan satu lagi, sadarilah, bahwa anda telah tercipta dengan sangat istimewa. Anda sangat istimewa. Menangislah sampai gemetar, setelah itu tegakkan kepala dan hati anda, dan lanjutkan hidup dengan lebih bahagia dan tetap lakukan yang terbaik. Karena siapapun diri anda, anda adalah yang terbaik.


“Berlayar di laut dalam memang membosankan, tapi nggak ada orang yang pergi jauh pakai arung jeram” - anonim

 
By Indrajied’

 
 

Aku Rindu