Apr 5, 2017

Rizki dan Jodoh

Dalam persoalan rizki dan jodoh, manusia wajib meyakini bahwa keduanya “ada ditangan Allah”. Kayakinan “ada ditangan Allah” berada diluar kuasa manusia. Ia berada dalam ruang qadha kekuasaan Nya.

Sementara untuk menjemput apa yang “ada ditangan Allah” yakni berupa usaha atau ikhtiar berada dalam lingkar kekuasaan manusia. Sehingga ikhtiar untuk mendapatkan rezki dan usaha menjemput jodoh berdampak pada pahala dan dosa, nikmat dan siksa. Disinilah proses dinilai.

Ada banyak pintu rizki disiapkan. Maka sebuah keberkahan jika “Rizki ditangan Allah” sampai kepada manusia lewat pintu yang baik. Ada banyak jurusan menuju halal. Maka adalah keistimewaan bila “Jodoh ditangan Allah” dijemput dengan ikhtiar tanpa mengkhianati Nya.

Rizki pasti datang, entah bagaimana caranya. Jodoh pasti bertemu, entah serumit apa jalannya.

Apr 3, 2017

Perempuan Itu...

Kalau saja perempuan itu paham akan mahkota dalam dirinya, maka akan dijaganya. Tidak akan dibiarkan terbuka begitu saja. Ia akan meletakkan ‘keperempuanannya’ dalam etalase terbaik. Bening, bersih lagi suci.

Kalau saja perempuan menyadari keistimewaannya, maka ia akan bersikap layaknya orang istimewa. Disini, bukan tentang kemewahan. Tetapi tentang sederhana yang menawan. Sederhana dalam laku dan lisan.

Kalau saja perempuan tahu bahwa sejak lahirnya ia bakal mengalahkan emas, berlian, batu sifir atau permata, mungkin mereka akan mempersiapkan diri untuk melayakkan. 14 abad lalu dilisankan Rasul, “Sebaik baik perhiasan dunia adalah wanita sholehah”.
Jika sekarang sudah tau, yuk siapkan diri jadi hiasan dunia!


Kalau saja perempuan mengerti akan hadirnya sebagai pasangan Adam, maka mereka akan melayakkan diri layaknya ibunda Hawa. Patuh pada syariat Tuhannya, setia pada pendampingnya. Mencetak generasi terbaik sebagai anak-anak manusia yang menjadi Khalifah di muka bumi.

Kalau saja perempuan itu pulang ke rumah lalu bertanya pada bapak dan saudara lelakinya tentang hakikat perempuan, mungkin mereka akan memberi senyum yang bermakna “perempuan itu Istimewa”. Lalu disusul dengan banyak petuah untuk menjaga dan dijaga.

Tetapi perempuan sekarang telah banyak menghabiskan waktunya diluar sana. Pulang sesekali pun rasanya enggan. Untuk bicara tentang hakikat perempuan kadang menjadi topik yang tenggelam atau terlempar disisi yang tak teranggap.

Kalau saja perempuan itu adalah kita, semoga belum terlambat untuk menyadari semuanya.

Apr 2, 2017

Secangkir Kopi Malam


Pada secangkir kopi yang menemani malamku kali ini, ada ribuan rindu untukmu di dalamnya, menunggu untuk kau sesap setiap saat.

Pada secangkir kopi kutemukan aroma tubuhmu yang selalu duduk disampingku, sambil menghabiskan kopi dan bercerita tentang apa yang sudah kau lakukan hari ini.

Pada secangkir kopi malam ini, aku larut dalam kenangan akan kita selalu. Manis, mengingat kau dan tetap ada dalam bagian dari hidupku. Pahit, cukup rasa kopi saja yang kita nikmati, bukan cerita kita yang kita jalani.

Pada secangkir kopi yang telah habis kusesap di malam ini, kurangkai indah semua cerita tentangmu. Kau kebahagiaanku, dan aku akan terus melaju, mencipta cerita serta bahagia yang lebih seru dan indah, tentunya selalu bersama kamu.

Mar 31, 2017

Tentang Rindu

Biarkan bisu menenggelamkan kata-kataku. Biarlah doa menjadi satu-satunya bahasa rinduku yang di alamatkan padamu melalui Tuhan-ku. Daripada harus membunuh setiap detik senyum yang seharusnya bisa menghiasi wajahku, tapi mati karena ketakmampuanku melayangkan kata yang tepat ketika berada di hadapanmu.

Mungkin memang begini caraku mencintaimu—bersembunyi di balik laman biru tua sambil mengeja setiap kata yang tertuang dalam huruf-huruf dari jemarimu.

Mungkin memang begini caraku membahasakan rindu—berdoa diam-diam di sepertiga malam dan menyebut dengan jelas namamu dalam keheningan.

Akan kupercayakan pada Tuhan segala perasaan yang hingga kini masih aku simpan. Segala sesuatu akan indah pada waktu yang tepat menurut-Nya. Pasti.

Mar 30, 2017

Jangan Lupa Bersyukur Dan Bahagia

Sering kita merasa tidak bahagia disebabkan oleh kebahagiaan orang lain. Kita disibukkan oleh membicarakan kebahagiaan orang lain hingga lupa bahwa kita juga memiliki kebahagiaan itu.

Lebih sering-sering lah kita “memotret” diri sendiri daripada “memotret” orang lain. Cukuplah kita “memotret” kebahagiaan orang lain dengan cara turut bahagia, bersyukur apa yang telah mereka dapat. Dan hasil “potret” itu bisa menjadi pembelajaran dan pengingat bagi kita bahwa kita juga memiliki kebahagiaan yang sama. Sesungguhnya potret kebahagiaan itu ada pada diri kita sendiri, bukan orang lain.

Jangan lupa bersyukur dan bahagia. Kamu, kita pantas untuk bahagia.

Perjalanan

Karena perjalanan tak selamanya di daratan. Perjalanan badai ombak mungkin salah satu yang akan kita jumpai. Dimana kita terombang-ambing oleh pilihan. Ragu akan mengambil keputusan.

Menuju impian tidak cukup dengan harapan. Persiapkan perbekalan. Karena perjalanan ini tidak lah sesederhana yang kita bayangkan. Penuh kesabaran dan kuatnya keteguhan.

Perjalanan ini suatu saat pasti akan sampai pada tujuan. Jika tidak sampai, setidaknya Tuhan tahu bahwa kita telah mengusahakan.

Jangan berhenti jika kita ingin sampai. Istirahatlah sejenak, karena perjalanan ini butuh kesabaran untuk sampai. Butuh keikhlasan jika nyatanya tidak sampai. Sama seperti menujumu.

Mar 29, 2017

Perempuan

Bagimu perempuan,
Kadang kamu terlalu menjadi perempuan.
Terlalu cantik, terlalu hebat, terlalu pintar.
Hingga lelaki begitu enggan mendekat, bukan karena tidak ingin.
Mereka kadang merasa rendah dari apa yang ada dalam dirimu.


Aku tau, perempuan memang begitu ingin terlihat “sangat”
Mereka ingin menjadi pintar agar bisa menjadi perempuan hebat.
Sering lupa, bahwa akan ada peran lelaki yang akan mengajak mu berjalan.


Akan ada lelaki yang akan mengoreksi apa yang harus kamu perbaiki.
Sesekali copot mahkota yang ada diatas nafsumu, agar apa yang ingin kau perlihatkan “sangat” menjadi mampu membuat lelaki melihat mu sederhana.


Kamu tidak perlu berpikir bahwa kamu murahan, jika kamu tak memperlihatkan kehebatan kamu.
Jika kamu lemah, biarkan kelemahan itu menjadi sesuatu yang bisa menjadi “sangat” untuk lelaki, menemani mu yang lemah, yang lelah, yang gundah, yang merasa tak tau banyak hal, yang ingin dimengerti

Aku Rindu