Aug 13, 2015

Ibarat Kaca Yang Berdebu

Ia ibarat kaca yang berdebu..
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah

Ia ibarat kaca yang berdebu..
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda

Ia bagai permata keindahan..
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan

Ia sehalus sutera di awan..
Jagalah hatinya dengan kesabaran

Lemah-lembutlah kepadanya..
Namun jangan terlalu memanjakannya

Tegurlah bila ia tersalah..
Namun janganlah lukai hatinya

Bersabarlah bila menghadapinya..
Terimalah ia dengan keikhlasan

Karena ia kaca yang berdebu..
Semoga kau temukan dirinya

Bercahayakan iman..

Rasa Yang Pas

Kecemburuan ibarat garam dalam cinta : Kalau kebanyakan akan jadi asin, kalau kurang, cinta terasa hambar. Rasa cemburu yang berlebihan merupakan pintu terjadinya cerai. 

Namun kurangnya rasa cemburu merupakan pintu terjadinya khianat. Sedangkan rasa cemburu yang pas, itulah pondasi istana cinta.

Bukan Hanya Tentang Cinta

Seiring bertambahnya usia pernikahan, cinta yang menggebu dan meluap-luap akan mulai meredup.. berganti rasa kasih sayang dan saling nyaman ketika berdekatan seperti sepasang sahabat.

Walau begitu, komitmen dan kesadaran akan tanggung jawab kita pada ikatan pernikahan yang telah dibuat mampu menjaganya tetap kukuh dan utuh.. Dan lagi, pernikahan dan rumah tangga tidak hanya melulu tentang cinta.

Umar Radliyallaahu ‘Anhu menasehati seseorang yang hendak menceraikan istrinya. “Kenapa engkau ingin menceraikan istrimu?”.

Dia menjawab, “Karena aku sudah tidak mencintainya.”

Maka Umar berkata, “Apakah setiap rumah tangga harus dibangun atas dasar cinta? Kalau memang begitu manakah pentingnya merawat cinta dan menahan kebencian?”

Aug 12, 2015

Mas Paijo Di Balik Fajar

Fajar dan Senja. Dua hal yang aku sukai. Dua hal yang sama-sama menawarkan indahnya cahaya matahari sebelum ia menampakkan atau menyembunyikan dirinya secara sempurna.

Aku menyukai Senja. Karena setelah senja, aku dapat menyaksikan langit menyuguhkan gemerlap bintang-bintang di malam hari. 

Namun sepertinya aku jauh lebih menyukai fajar. Karena setelah fajar saya dapat melihat dengan jelas bagamana dirimu mas paijo. Dirimu sebagai ciptaan tuhan yang paling bersinar diantara yang ada semesta alam ini.

Selamat pagi mas paijoku sayang.

Doa Diantara Pagi

parasmu melambung di langit subuh 
di ikuti angin dan kamu hilang 

sebut saja aku mahluk serakah 

yang ingin tidak ada angin di setiap pertemuan

tangan ini tak henti menyengadah meminta kamu
diantara hari hari 
tuhan ampuni setiap kalimat buruk di doa 
pintaku agar ada balasan bagi semua ini

rindu kian seronok mengikuti tutur lisan
yang menjorok dan selalu dimulai ketika 
asa ini rontok

Aug 11, 2015

Namanya Subuh

Namanya subuh
Ia datang bergaun dingin
Mengunjungi lelap insan

Namanya subuh
Ia datang memikul berkah Maha Rahman
Membagikan lembaran kehidupan

Namanya subuh
Sering dikunjungi kakek di suaru
Hening pekat selimuti subuh
Aku harus melantunkan seruan Rabbi walau parau

Namanya subuh
Tempat iman dipertaruhkan
Namanua subuh
Tempat hati dipertanyakan
Namanya subuh
Waktu aku dilahirkan

Semburat Cahaya Pagi

Ketika itu cahaya baru muncul separuh
Semburat nila mengawini langit pagi
Titisan fajar memasuki hari baru
Nyiur melambai pada potongan siluet
Hitam menuruni gradasi cerah
Membuka pagi dengan gema di langgar
Kakek tua memangku usia lanjut
Berjalan dengan tongkat
Tertatih menapaki setapak gang sempit
Menuju rumah Tuhannya
Begitu pagi
Begitu dingin
Begitu cinta
Begitu sempurna
Fajar tak hanya mampu melahirkan mentari
Ia mampu terbitkan cinta paling tulus
Cinta tanpa karena hanya untuk Dia
Cinta paling cinta
Terbit masih pagi
Cinta paling cinta

Aku Rindu