Jun 29, 2015

Romantis Yang Sederhana

“Salah satu wujud romantisme seorang suami kepada istrinya adalah saat ia memasangkan helm ke kepala istrinya ketika hendak bepergian..” (Ustadz Syafiq Reza hafizhahullah)

Istri manapun yang mendengar kalimat tersebut, biasanya langsung berusaha mengingat-ingat,
“Pernah nggak ya suamiku memasangkan helm untukku ketika kami hendak pergi naik motor?”

berbagai bayangan tentang hal-hal serba romantis itu ya seputar bunga, lovely surprises, kirim-kiriman ungkapan mesra sesering mungkin, nge-date berdua, and all those typical romantic stuffs.

Waktu berputar, tahun berlalu.. Pernah sih mikir gini, kenapa sekarang kami nggak se-romantis dulu di awal pernikahan ya? Tiap hari pasti sms-an saying I Love You, kadang sehari bisa beberapa kali. Kehadiran sekuntum bunga pink dari bahan styrofoam yang khusus dibawakannya untuk saya sepulang kerja. Berbagai ekspresi cinta khas pengantin baru. Dan banyak hal yang cukup kami berdua saja yang tahu.

Namun seiring makin bertambahnya usia pernikahan, kedewasaan dan juga anak, kami makin menyadari.. Bahwa ada hal-hal yang tetap sama, dan ada hal-hal yang tak terelakkan untuk berubah. Ada hal-hal yang harus diucapkan, ada yang cukup disimpan dalam hati saja.

Kami pun belajar, makna romantisme itu sendiri sangatlah luas. Romantis tidak hanya soal bunga,  candle light dinner (baik di resto ternama atau yang insidentil karena mati listrik), sekotak cokelat mahal atau kartu ucapan “I Love You”  yang sengaja ia tinggalkan di meja sebelum berangkat kerja.

Romantisme tidak cuma soal itu, ternyata.

Romantis adalah saat sepasang suami istri duduk bersebelahan di suatu pagi yang tenang sambil membaca dua jenis buku yang berlainan..

Romantis adalah saat-saat pillow talk, saling bicara serius tentang refleksi masa lalu, target saat ini atau impian beberapa tahun mendatang..

Romantis adalah ketika seorang istri berletih-letih belajar memasak di awal pernikahan mereka, demi menciptakan menu yang disukai suaminya. Meskipun ia sendiri tidak menyukainya..

Romantis adalah ketika seorang suami telaten merawat istri dan anak-anaknya yang sedang sakit. Mengambil alih semua tugas rumah tangga yang sanggup ia kerjakan.

Romantis adalah ketika seorang suami dengan sigap mengganti popok si kecil yang terbangun tengah malam, saat sang istri  terlelap karena kelelahan.

Romantis adalah saat sepasang suami istri bahu membahu merapikan rumah dan memandikan anak-anak ketika mereka sedang digegas waktu untuk pergi ke majelis ilmu di suatu pagi.

Romantis adalah ketika seorang suami memutuskan untuk izin absen dari pekerjaannya dan menyanggupi untuk mengurus anak-anak seharian ketika sang istri menimba ilmu, menghadiri daurah atau seminar seharian.

Romantis adalah saat seorang suami membangunkan istrinya untuk shalat malam dengan lembut, dan memerciki wajahnya dengan air ketika matanya masih ingin terpejam.

Romantis adalah kerelaan seorang suami untuk menahan emosi ketika mendapati istrinya tengah marah, berlapang dada untuk memaafkan dan memberi udzur ketika sang istri bersalah..

Romantis adalah ketika seorang suami berkata pada istri tercintanya, “Mencari nafkah itu tanggung jawabku, tugasmu adalah mengurus rumah dan mendidik anak-anak kita..”

Romantis adalah ketika seorang suami meminta sang istri untuk menutup aurat secara sempurna, sebagai bentuk penjagaan atas hartanya yang paling berharga.

Romantis adalah ketika  seorang suami atau istri menolak permintaan pasangannya yang tidak sesuai syari’at dengan cara yang penuh hikmah. Karena cinta tidak berarti selalu menuruti keinginan orang yang dicintainya, terlebih jika keinginannya bertabrakan dengan rambu-rambu syar’i. Itulah cinta karena Allah yang sejati dan abadi..

Romantis adalah ketika seorang suami menundukkan pandangannya ketika tak sengaja berpapasan dengan lawan jenisnya saat jalan dengan sang istri, dan mengeratkan genggaman tangan mereka lebih erat lagi..

Romantis adalah saat seorang suami bersedia untuk mendengarkan cerita istrinya yang panjang lebar, nggak beraturan dan nggak penting itu sampai tak sengaja ketiduran.

Romantis adalah kesabaran seorang suami ketika sang istri menyambutnya di pintu dalam keadaan kacau balau, belum sempat mandi apalagi berhias, rumah berantakan tak berbentuk dan tak ada makanan tersaji di meja. “Nggak apa, malam ini kita makan di luar yuk..”

Romantis adalah kesediaan seseorang untuk menerima diri pasangannya seutuhnya, lengkap dengan segala kekurangan, kelebihan dan masa lalunya, tanpa banyak mengatur dan meminta.

Romantis adalah saat memandang wajah seseorang yang kita cintai dalam lelapnya setelah seharian penat bekerja.. Dan sejenak menyadari, telah menghabiskan tahun-tahun penuh bahagia bersamanya, seseorang yang Allah pilihkan untuk menemani pahit manis perjalanan ini..

Romantis adalah ketika sepasang suami istri saling mengingatkan dan menguatkan dalam kesabaran dan kebenaran. Karena mereka tidak hanya menginginkan kebersamaan di dunia saja, melainkan hingga ke Jannah-Nya..

Romantis adalah ketika engkau melihat ke dalam matanya di sela-sela obrolan santai kalian, dan menemukan masih ada cinta di sana. Cinta yang sama seperti saat pertama kali bertemu dulu..

Dan ya, romantis adalah saat seorang suami memasangkan helm ke kepala istri tercintanya ketika mereka hendak bepergian dengan motor. 

Ternyata banyak hal-hal romantis yang dilakukan pasangan, yang terkadang luput dari perhatian kita. Betapa sering pasangan berbuat baik kepada kita, tapi tak pernah puas kita untuk terus menuntut lagi dan lagi. Bahkan meminta sesuatu di luar kadar kesanggupan pasangan kita.

Astaghfirullah..  Adakah kita seperti itu terhadap istri atau suami kita selama ini? Terlebih-lebih kita, para istri yang tabiatnya adalah sering mengkufuri kebaikan suami..
“Dan aku melihat neraka maka tidak pernah aku melihat pemandangan seperti ini sama sekali, aku melihat kebanyakan penduduknya adalah kaum wanita. Shahabat pun bertanya, ‘Mengapa (demikian) wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam?’ Beliau shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, ‘Karena kekufuran mereka.’ Kemudian ditanya lagi, ‘Apakah mereka kufur kepada Allah?’ Beliau menjawab, ‘Mereka kufur terhadap suami mereka, kufur terhadap kebaikan-kebaikannya. Kalaulah engkau berbuat baik kepada salah seorang di antara mereka selama waktu yang panjang kemudian dia melihat sesuatu pada dirimu (yang tidak dia sukai) niscaya dia akan berkata: ‘Aku tidak pernah melihat sedikitpun kebaikan pada dirimu.’”(HR. Bukhari no. 105)
 Seperti yang dituturkan dalam syair indah berikut ini..
“Kulihat kaum laki-laki memukul istri mereka,
Namun tanganku lumpuh untuk memukul Zainab,
Zainab adalah matahari, sedang wanita lain adalah bintang-bintang..
Jika Zainab muncul, tak akan nampak lagi bintang-bintang..”
(Siyar A’lamin Nubala 4/106)
Banyak sisi baik dari pasangan yang membuat teduh hati ketika kita memandangnya, atau mungkin saat sekadar mengingatnya. Jujurlah pada diri sendiri.. Pasangan kita saat ini, betapa ia begitu berjasa mendampingi kita sejak bertahun-tahun lamanya.

Dialah tempat kita mencurahkan rasa. Dialah seseorang yang paling mengenal dan mengerti, siapa dan bagaimana kita sesungguhnya, dan memilih untuk tetap tinggal dan terus mencintai kita, setelah semua yang terjadi.

Cinta yang dulu mekar di awal-awal pernikahan, bisa pudar seiring berlalunya waktu. Ia bisa berubah menjadi layu sebelum akhirnya mati dan musnah. Maka rawatlah cinta itu agar selalu berkembang dan terawat. Siramilah perasaan itu dengan hal-hal yang romantis dan penuh makna, namun sederhana…

Nggak perlu jauh-jauh ngajak hiking ke gunung atau nyewa resort mewah di pantai buat jadi pasangan yang romantis. Nggak perlu nunggu tabungan sampai ratusan juta supaya bisa beli berlian yang mahal buat si dia. Nggak perlu juga susah payah jadi orang lain untuk membahagiakan ia yang kita cintai..
Sederhanakanlah.. Seperti membukakan pintu mobil untuk istri tercinta bagi yang punya mobil, atau memasangkan helm ke kepalanya ketika hendak bepergian dengan motor. Atau merapikan anak rambut yang ‘mengintip’ dari balik jilbabnya dengan tatapan penuh kasih sayang.

Ungkapan cinta yang terlihat remeh, kecil dan sepele, tapi penuh makna. Setidaknya bagi dirinya, seseorang yang kita cinta. Sebentuk romantisme yang sederhana .

Jun 28, 2015

Pernikahan Bahagia , Pernikahan Bebas Konflik?

Ada yang bilang, pernikahan bahagia itu yang adem ayem, nggak pernah berselisih, nggak ada ada ribut-ribut atau konflik. Ada juga yang bilang, batas waktu kisruh-kisruhnya sebuah rumah tangga adalah lima tahun pertama perkawinan. Setelah lewat lima tahun, maka biduk rumah tangga akan lebih tenang tanpa ada persoalan berarti.

Pernikahan bahagia adalah pernikahan yang bebas konflik? Tidak.

Tidak ada pernikahan yang bebas konflik atau masalah.

Karena pernikahan adalah penyatuan dua kepala, sifat, kebiasaan dan latar belakang antara dua manusia yang berbeda. Gesekan-gesekan itu niscaya, pasti ada.

Justru dari konflik, kita belajar mengenal siapa pasangan. Bagaimana karakter seseorang sebenarnya, terlihat ketika sedang menghadapi konflik. Tidak mungkin seseorang bisa memalsukan karakternya dalam pernikahan, terlebih lagi ketika tengah berselisih dengan pasangannya.

Konflik adalah proses adaptasi dan pembelajaran dalam pernikahan. Dari konflik, kita bisa tahu apa saja hal-hal yang tidak disukai pasangan, untuk kemudian berusaha untuk menghindarinya.

Terkadang konflik juga merupakan sarana untuk mengenali diri sendiri, bagaimana diri kita dilihat dari sudut pandang orang lain. Karena pasangan adalah cermin 24 jam bagi diri kita.

Riak-riak yang tidak terhindarkan itu akan mendewasakan masing-masing pihak. Inilah tahapan pengenalan antara dua individu yang sesungguhnya, ketika keduanya diikat dalam sebuah pernikahan. Bukan saat mereka terikat dalam ikatan yang tidak halal, yang penuh dengan kepalsuan.

Tidak ada batasan waktu ‘aman’ dalam perjalanan hidup berumah tangga. Adaptasi dalam pernikahan bukan berkisar antara lima, sepuluh atau dua puluh lima tahun. Tapi pernikahan itu sendiri adalah proses adaptasi SEUMUR HIDUP.

Pasangan Yang Baik

Pasangan yang baik justru kagum ketika orang yang dicintainya memiliki prinsip hidup yang kuat, mandiri, tidak terus menerus bergantung dan bersandar pada diri kekasihnya.
Pasangan yang baik akan mengizinkan orang yang dicintainya untuk bahagia menjadi diri sendiri, tanpa harus merubah diri menjadi seperti yang ia ingini.

Pasangan yang baik selalu bersinergi dalam mencapai tujuan-tujuan hidup mereka. Ia tidak membiarkan pasangannya terjebak dalam comfort zone, stagnan dengan segala potensi dan kelebihan yang dimilikinya.

Selalu mensupport pasangannya untuk terus tumbuh, maju dan berkembang dalam menggapai segala impian dan cita-citanya.. dan bukan sebaliknya.

Tutuplah Aibmu Rapat-Rapat

Setiap kita pasti memiliki masa lalu atau cerita kehidupan yang sudah terlewati.

Terkadang masa lalu itu begitu menyenangkan namun ada kalanya juga menyedihkan.

Kenapa menyedihkan?

Karena masa itu mungkin dipenuhi dengan dosa dan kemaksiatan meskipun tidak ada orang lain yang tahu karena Allah telah menutupi aib dan masa lalunya tersebut.

Boleh jadi Allah menutupi aibnya rapat-rapat untuk memberinya kesempatan kembali kepada jalan-Nya dan menjaga kemuliaan dirinya di hadapan manusia.

Karena itu ketika kita memiliki aib di masa lalu, tutuplah rapat-rapat apa-apa yang telah ditutup Allah dari pandangan manusia.

Karena itu bagian dari bentuk penyesalan dan taubat untuk mendapatkan ampunan Allah, insya Allah.

Adapun membeberkan aib atau masa lalu yang kelam justru akan mendatangkan murka Allah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata : Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda: “ Setiap ummatku dimaafkan, kecuali al Mujahirin

Dan sesungguhnya termasuk al mujaharah adalah seorang yang bermaksiat pada malam hari kemudian pada pagi harinya padahal Allah telah benar-benar menutupinya. ِ

Ia berkata : “Wahai fulan, aku telah melakukan hal ini dan hal itu.” Sungguh Allah telah menutup (aib)nya pada malam hari namun ia membukanya pada pagi harinya”
(Shahih Al Bukhari no. 6069).

Rumput

Ada Peribahasa “Rumput Tetangga Lebih Hijau Daripada Rumput Sendiri”

Apa benar rumput tetangga lebih hijau? berati kalian tidak merawat rumput sendiri dengan benar, sebenar nya biar rumput lebih hijau itu mudah asal pupuk dan perawatan nya sesuai. kalau kalian tidak memberi pupuk dan merawat serta menyiram rumput sendiri, yah rumput tetangga akan selalu lebih hijau…

Hargai saja apa yang yang kalian sudah miliki, jangan pernah tergoda untuk melihat yang lebih baik. Karena yang lebih baik selalu lah kepunyaan sendiri. Rawat dan sayangi lah apa yang kalian sudah miliki, sampai tetangga sebelah melihat rumput kalian sudah lebih hijau dari rumput nya… 

Target

Setiap kita pasti punya target di dalam kehidupan, tidak hanya target di dunia namun juga target untuk kehidupan kita yang abadi yaitu di akhirat.

Target seperti semangat yang memaksa kita untuk dapat memilih berjalan lambat, berlari kencang atau kalo bisa sambil terbang mungkin akan memilih terbang agar target tersebut tercapai

Setiap tahun, biasanya kita membuat target tahunan, pencapaian-pencapaian apa yang ingin diperoleh di tahun tersebut, keinginan-keinginan apa yang ingin diraih di tahun tersebut atau hal-hal apa yang ingin dilakukan di tahun tersebut. Tak hanya target setiap tahunnya, kadang kita pun membuat target bulanan bahkan mingguan agar langkah ini tidak keluar jalur, agar semangat ini tetap berada di jalannya.

Begitupun di Bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah, bulan istimewa. Membuat target di bulan Ramadhan pun seperti keharusan agar bulan ini tidak berlalu begitu saja, ada target yang ingin dicapai di Bulan ini yang mungkin tidak ada dibulan-bulan lainnya. Buatlah target tersebut dan tulislah. 

Tulislah target tersebut di dinding kamar, di note hp atau di buku catatan. Tulislah agar tidak lupa. Tulislah agar kita bisa memantaunya. Tulislah agar kita bisa mengecek sudah sampai dimana langkah kaki ini berjalan, sudah sampai dimana semangat ini dibangun, sudah sampai mana target tersebut dilakukan atau sudah sampai mana target tersebut tercapai

Kadang target-target tersebut sudah dipikirkan, sudah niatkan namun ketika tidak tuliskan seperti balon yang sudah ditiup namun dilepaskan, tidak ada tali pengikat mau dibawa kemana balon yang sudah ditiup tadi. Ia bisa saja terbang bebas, tapi bisa juga meletus di perjalanan.

Jika sudah diniatkan dan dipikirkan, tulislah agar ia tidak lupa. Tidak hanya sekedar dituliskan ataupun diniatkan. Kita pun harus membangun semangat agar dapat dilaksanakan sehingga target-target tersebut pun tercapai.

Sebaik-baiknya target adalah target yang dituliskan
Sehebat-hebatnya target adalah target yang dilaksanakan
Dan target yang berhasil adalah target yang tercapai

Memesona

Pernahkah kau berjumpa dengan seseorang yang memesona?
Seseorang yang di depannya seolah seluruh dunia redup sinarnya?


Lalu kau sekuat tenaga ingin selalu berada di lingkaran pesonanya.
Tak masalah apa yang kau korbankan demi terus bisa mengagumi segala tentangnya.
Buta..


Hingga suatu hari,
Kau menyadari, bahwa segala yang bersinar memiliki sisi gelap.
Bahwa kelak kau yang terbakar atau dia yang meredup.
Pudar..

Aku Rindu