Dec 29, 2013

Sisi lain dari iri dan dendam

Apa itu dendam ?
Apa itu iri ?

Sebenarnya banyak sekali suatu pertanyaan tentang kedua kata tersebut, bukan pertanyaan tentang definisi dari dendam dan iri tersebut, melainkan pertanyaan "mengapa harus dendam dan mengapa harus iri”. Karena yang kita sudah ketahui  secara umum, ketika kedua kata itu muncul dalam benak kita, yang terbesit adalah suatu bentuk dari sifat buruk manusia yang harus kita hindari setiap harinya.

Lalu, sebenarnya apakah dendam itu, dan apakah iri itu,
Setahuku, iri merupakan perasaan dimana seseorang tidak ingin merasa kalah, apalagi sampai mengalami kekalahan dari orang lain, tak ingin dilampaui oleh oranglain, dan ingin selalu berada lebih dari pada orang lain. Ataupun dapat diartikan sebagai suatu pikiran, ingin seperti sesuatu yang lebih dulu melakukan hal yang seharusnya kita lakukan. Iri tersebut bisa dalam berbagai macam bentuk, entah iri yang berhubungan dengan prestasi, fisik seseorang , maupun materi yang dimiliki oleh orang lain.

Ya, menurutku rasa iri dan dendam adalah suatu sifat dasar manusia yang tak mungkin bisa lepas dari setiap kehidupan sehari-hari manusia di dunia ini. Iri pun menurutku adalah suatu sifat yang tak pandang bulu dalam menyerang perasaan manusia, iri tak mengenal lokasi tempat tinggal manusia tersebut, tak mengenal usia, dan juga iri tak mengenal entah itu rakyat kecil atau seorang konglomerat sekalipun. Dan, dari semua yang itu, entah lokasi, profesi dan usia, iri yang melanda sebagian manusia adalah iri akan materi.

Meskipun iri sendiri pada hakikatnya dapat kita tekan dengan suatu sikap syukur terhadap apapun yang telah kita peroleh.
Dendam pun sama seperti iri, ia tak mengenal siapa, dimana dan apa dari manusia tersebut, karena dendam merupakan perasaan yang juga sudah kita bawa dari lahir, sudah mengalir dalam darah setiap manusia yang menjalani hidup didunia ini. Dendam biasanya diakibatkan karena perbuatan buruk orang lain yang dilakukan kepada kita, entah itu berupa perbuatan fisik maupun non-fisik. Dan, pada hakikatnya dendam akan dapat dihilangkan dengan suatu rasa ikhlas.

Disini aku akan mengajak  untuk melihat dari bagian lain suatu fenomena ataupun suatu bentuk. Sebab, ada kalanya kita harus melihat dari segi positif suatu ciptaan Tuhan, dan disini aku akan memperlihatkan bahwa setiap ciptaan-Nya pasti memiliki fungsinya masing-masing.

Mulai dari dendam itu sendiri, suatu perasaan ingin memberikan balasan kepada orang yang terlebih dahulu melakukan sesuatu kepada kita, dan apa sisi positif dari dendam itu adalah, balas budi. Jadi, dendamlah kepada orang-orang yang telah memberikanmu kebaikan selama ini, dendamlah karena jika kita dendam, kita tidak akan dengan mudah melupakan apa yang sudah orang lain lakukan kepada kita. Orang tua kita contohnya, dendamlah kepada mereka yang telah merawat dan membesarkan kita dengan sepenuh hati tanpa meminta imbalan sepeserpun dari kita, jika pembalasan memang lebih kejam, maka kita harus lebih kejam kepada mereka dalam memberikan kasih saying, sayangilah mereka selayaknya kalian memendam rasa dendam yang sangat mendalam.

Sedangkan iri, perasaan tak ingin kalah terhadap orang lain, perasaan ingin melampaui satu sama lain. Dan sisi baik daripada rasa iri tersebut adalah suatu proses kerja keras untuk bisa menyamai atau bahkan melebihi orang lain, maka irilah kepada mereka yang telah terlebih dahulu sukses, irilah terhadap mereka yang bisa mendapatkan apapun dengan keringat mereka sendiri. Lampauilah mereka yang sudah selangkah maju didepan kita. Karena iri akan membantu mental kita agar terus berjuang untuk melampaui orang lain dalam segala hal, mendorong kita agar menjadi lebih keras dalam berusaha mencapai apa yang kita inginkan.

Pada akhirnya, kita memang harus melihat dan memahami apa itu ciptaan Tuhan, karena setiap creation itu pasti memiliki sifat positif disamping bentuk negatifnya. Jangan menilai sesuatu hanya dari buruknya, hanya dari kulit luarnya, ibarat anjing, jangan hanya dianggap sebagai binatang rendahan, karena kita tahu bahwa kesetiaan dan rasa cinta seekor anjing terhadap majikannya, melebihi rasa cinta dan setia dari manusia itu sendiri.


By Indrajied'

Dec 27, 2013

Meraih Pintu Hidayah



HIDAYAH HANYALAH MILIK ALLAH
Pernahkah kamu merubah seseorang..??
Bagaimanakah cara merubah seseorang agar orang tersebut menjadi baik..??

Mungkin kita sering berfikir, sudah banyak sekali cara kita untuk menyadarkan seseorang yang kita cintai, untuk merubah sifat seseorang yang sangat disayangi. Akan tetapi, segala cara dan upaya kita, ternyata tidak mampu untuk merubahnya menjadi seseorang yang baik. Sebenarnya apa yang salah dengan upaya kita, bagaimanakah caranya agar kita dapat merubah seseorang?

Mengenai hal ini, perlu kita ketahui, bahwa hidayah atau petunjuk hanyalah milik Allah, bagaimana pun upaya kita untuk merubah seseorang, bagaimana pun kerja keras kita untuk menyadarkan seseorang, maka itu tidak ada artinya jika Allah tidak menghendaki hidayah kepadanya, orang tersebut tidak akan berubah sampai Allah memberikannya hidayah.

Yang diwajibkan dan diperintahkan ke kita adalah terus menyampaikan seruan kebaikan kepada semua manusia. Sedangkan hasilnya, apakah orang tersebut akan berubah dan akan mendapatkan hidayah, semua itu serahkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala dan bertawakallah hanya kepada-Nya.

Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Alloh memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Alloh lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS Al Qashash: 56).

Ibnu katsir mengatakan mengenai tafsir ayat ini, “Allah mengetahui siapa saja dari hambanya yang layak mendapatkan hidayah, dan siapa saja yang tidak pantas mendapatkannya”.

Syaikh Muhammad ibnu Shalih Al-Utsaimin menerangkan, “Hidayah di sini maknanya adalah hidayah petunjuk dan taufik. Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan hidayah ini kepada orang yang pantas mendapatkannya, karena segala sesuatu yang dikaitkan dengan kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka mesti mengikuti hikmah-Nya.”

sangat jelaslah bagi kita, hidayah hanyalah milik Allah, dan Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendakinya. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak ada seorang pun yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang telah Allah sesatkan, tidak ada seorang pun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Allah berfirman yang artinya “Allah memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus.” (QS. Al-Baqarah: 213) dan Allah berfirman yang artinya “Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemberi petunjuk.” (QS. Az-zumar:23).

Apabila kita ingin memberikan hidayah kepada seseorang dan kita kumpulkan seluruh manusia untuk membantu usaha kita, niscaya tidak lah akan ada gunanya karena memang hak hidayah sepenuhnya di tangan Alla ‘Azza wajalla. Namun kita hanya di seru dan diperintah untuk menyampaikan kebenaran secara terus menerus maka laksanakanlah dengan ikhlas dan iringilah dengan doa, semoga hidayah Allah untuk kita semua dan untuk semua orang yang kita serukan kebaikan.

Cara Menggapai Hidayah
Setelah mengetahui hal ini, lantas bagaimana upaya kita untuk mendapatkan hidayah? Bagaimana caranya membuat orang lain mendapatkan hidayah?
Di antara sebab-sebab seseorang mendapatkan hidayah adalah:

1. Bertauhid
Seseorang yang menginginkan hidayah Allah, maka ia harus terhindar dari kesyirikan, karena Allah tidaklah memberi hidayah kepada orang yang berbuat syirik. Allah berfirman yang artinya “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-an’am:82).

2. Taubat kepada Allah
Allah tidak akan memberi hidayah kepada orang yang tidak bertaubat dari kemaksiatan, bagaimana mungkin Allah memberi hidayah kepada seseorang sedangkan ia tidak bertaubat? Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya”.

3. Belajar Agama
Tanpa ilmu (agama), seseorang tidak mungkin akan mendapatkan hidayah Allah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya “Jika Allah menginginkan kebaikan (petunjuk) kepada seorang hamba, maka Allah akan memahamkannya agama” (HR Bukhori)

4. Mengerjakan apa yang diperintahkan dan menjauhi hal yang dilarang.
Kemaksiatan adalah sebab seseorang dijauhkan dari hidayah. Allah berfirman yang artinya “Dan sesungguhnya kalau mereka melaksanakan pelajaran yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih menguatkan (iman mereka),dan kalau demikian, pasti Kami berikan kepada mereka pahala yang besar dari sisi Kami,dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus.” (An-nisa: 66-68).

5. Membaca Al-qur’an, memahaminya mentadaburinya dan mengamalkannya.
Allah berfirman yang artinya “Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus” (QS. Al-Isra:9)

6. Berpegang teguh kepada agama Allah
Allah berfirman yang artinya “Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imron:101).

7. Mengerjakan sholat.
Di antara penyebab yang paling besar seseorang mendapatkan hidayah Allah adalah orang yang senantiasa menjaga sholatnya, Allah berfirman pada surat Al-Baqoroh yang artinya “Aliif laam miim, Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya dan merupakan petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.”
Siapa mereka itu, dilanjutkan pada ayat setelahnya “yaitu mereka yang beriman kepada hal yang ghoib, mendirikan sholat dan menafkahkah sebagian rizki yang diberikan kepadanya” (QS. Al-baqoroh:3).

8. Berkumpul dengan orang-orang sholeh
Allah berfirman yang artinya “Katakanlah: “Apakah kita akan menyeru selain daripada Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan kemanfaatan kepada kita dan tidak (pula) mendatangkan kemudharatan kepada kita dan (apakah) kita akan kembali ke belakang, sesudah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh syaitan di pesawangan yang menakutkan; dalam keadaan bingung, dia mempunyai kawan-kawan yang memanggilnya kepada jalan yang lurus (dengan mengatakan): “Marilah ikuti kami.” Katakanlah:”Sesungguhnya petunjuk Allah itulah (yang sebenarnya) petunjuk; dan kita disuruh agar menyerahkan diri kepada Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am:71).
Ibnu katsir menafsiri ayat ini,“Ayat ini adalah permisalan yang Allah berikan kepada teman yang sholeh yang menyeru kepada hidayah Allah dan teman yang jelek yang menyeru kepada kesesatan, barangsiapa yang mengikuti hidayah, maka ia bersama teman-teman yang sholeh, dan barang siapa yang mengikuti kesesatan, maka ia bersama teman-teman yang jelek. “

Maka carilah sahabat yang mengajakmu ke pintu hidayah, carilah mereka yang mengajakmu ke syurga dan jauhilah mereka yang mengajakmu ke neraka.
Dengan mengetahui hal tersebut, marilah kita berupaya untuk mengerjakannya dan mengajak orang lain untuk melakukan sebab-sebab ini, semoga dengan jerih payah dan usaha kita dalam menjalankannya dan mendakwahkannya menjadi sebab kita mendapatkan hidayah Allah.

Syaikh Abdullah Al-bukhori mengatakan dalam khutbah jum'atnya
" Semakin seorang meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah, niscaya bertambah hidayah padanya. Seorang hamba akan senantiasa ditambah hidayahnya selama dia senantiasa menambah ketaqwaannya. Semakin dia bertaqwa, maka semakin bertambahlah hidayahnya, sebaliknya semakin ia mendapat hidayah/petunjuk, dia semakin menambah ketaqwaannya. Sehingga dia senantiasa ditambah hidayahnya selama ia menambah ketaqwaannya.”
Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah kepada kita dan orang-orang yang ada disekeliling kita, aamiin.

Dikutip dari berbagai sumber.

Semoga ada manfaatnya,
Allahu Ta’ala A’lam


By Indrajied’

Dec 17, 2013

Kenapa Ada Orang Suka Iri, Mencela dan Ngomongin Anda ?



Sebagian manusia tidak mampu mengelakkan dirinya dari sifat iri dan dengki. Dengki kepada rekan yang mempunyai kelebihan dibandingkan dirinya. Rasa dengki dan iri baru tumbuh manakala orang lain menerima nikmat.

Biasanya jika seseorang mendapatkan nikmat, maka akan ada dua sikap pada manusia. Pertama, ia benci terhadap nikmat yang diterima kawannya dan senang bila nikmat itu hilang daripadanya. Sikap inilah yang disebut hasud, mencela, dengki dan iri hati. Kedua, ia tidak menginginkan nikmat itu hilang dari kawannya, tapi ia berusaha keras bagaimana mendapatkan nikmat semacam itu. Sikap kedua ini dinamakan ghibthah (keinginan). Yang pertama itulah yang dilarang sedang yang kedua diperbolehkan.

Rasa dengki biasanya banyak terjadi di antara orang-orang terdekat; antar keluarga, antarteman sejawat, antar tetangga dan orang-orang yang berdekatan, bahkan dengan teman baik yang sangat akrab dengan kita, Maka rasa dengki itu timbul karena saling berebut pada satu tujuan. Dan itu tak akan terjadi pada orang-orang yang saling berjauhan, karena pada keduanya tidak ada ikatan sama sekali.
Tentu  Anda akan merasa tidak enak kalau ada orang yang suka iri, mencela dan ngomongin  Anda alias rempong dengan anda. Masih lumayan kalau Anda bisa bersabar. Kalau tidak sabar mungkin bisa menimbulkan pertengkaran atau bahkan perkelahian. Sebenarnya kenapa sih mereka itu ? Apa motivasinya? Apa untungnya dia mencela orang lain? Ada apa gerangan dia? 

Orang yang suka mencela ada di mana-mana. Di kantor, Twitter, Facebook dan di mana saja. Bisa juga di tetangga, di jalan, di angkot dan di mana saja.

Sekarang  yang jadi pertanyaan di saya adalah, kenapa kok ada orang suka mencela saya, ngomongi saya, berniat jahat sama saya, dan resek sama saya.
Setelah saya membaca di sebuah artikel  Psikologi Imadha, Kenapa kok ada orang resek,suka  mencela, ngomongin saya dan berniat jahat sama saya.

Antara lain
1.Sirik tanda tidak mampu
2.Memiliki gen jahat sejak lahir yang bersifat dominan
3.Sedang stres, frustrasi, depresi atau gangguan kejiwaan
4.Memiliki keinginan yang tidak pernah kesampaian
5.Ingin memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan
6.Suka membanggakan milik orang lain
7.Senang melihat orang lain sakit hati
8.Merasa bisa dan lebih bisa membuat yang lebih baik
9.Suka membanggakan miliknya
10.Ingin merasa lebih superior dari orang lain padahal minder (rendah diri) atau teori kompensasi.

1.Sirik tanda tidak mampu
Sudah menjadi rahasia umum, orang yang sirik (iri dan dengki) gemar sekali mencela. Dengan segala cara selalu berusaha mencari kejelekan-kejelekan milik orang lain padahal yang dikatakan hanya bersifat subjektif saja. Sebab, sesungguhnya objek yang dicelanya dalam keadaan yang baik.

2.Memiliki gen jahat sejak lahir yang bersifat dominan
Menurut hasil penelitian, ternyata semua orang punya gen jahat sejak lahirnya. Namun, ada yang tidak dominan, setengah dominan dan dominan. Orang yang suka mencela mempunyai gen yang dominan dalam arti pikirannya tidak mampu mengendalikan reaksi gen yang buruk itu.

 3.Sedang stres, frustrasi, depresi atau gangguan kejiwaan
Ada orang-orang tertentu yang mengalami stres, frustrasi, depresi atau gangguan kejiwaan yang dia sendiri tidak pernah tahu apa sebabnya dan bagaimana solusinya. Bahkan perasaan itu cenderung mempengaruhi kehidupannya relatif secara dominan.

 4.Memiliki keinginan yang tidak pernah kesampaian
Ada juga tipe-tipe orang yang punya banyak keinginan atau selalu iri jika ada orang lain mempunyai sesuatu yang dia sendiri tidak mampu memilikinya atau melakukannya. Bisa karena faktor ekonomi yang lemah tetapi bisa juga karena dia tidak mempu melakukannya untuk memilikinya sendiri atas usahanya sendiri.

5.Ingin memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan
Orang tipe ini selalu berpikir, kalau orang lain bisa, orang lain punya, maka saya harus bisa dan harus punya. Bahkan harus bisa dibanggakan. Dan jika keinginannya tercapai dan memiliki barang atau benda yang menurut dia bisa dibanggakan, maka diapun mencela barang serupa milik orang lain. Selalu mengatakan barangnya lebih baik dan barangnya orang lebih buruk.

6.Suka membanggakan milik orang lain
Tipe lain yaitu, suka membanggakan milik orang lain yang kadang-kadang tidak sejenis. Miisalnya Si A punya kanopi/atap motor, maka dia yang tidak punya apa-apa membanggakan tetangganya yang pendidikannya rendah, tapi mampu menciptakan alat perontok padi. Dan dia merendahkan hasil inovasi yang dibuat Si A yang samasekali tidak ada hubungannya dengan mesin perontok padi. Sementara dia sendiri tidak punya karya apa-apa.

7.Senang melihat orang lain sakit hati
Penyebab lain yaitu pribadi impulsif. Seringkali tanpa ada sebab, dia mencela orang lain atau apa saja yang dimiliki orang lain. Pokoknya kegemarannya memang mencela. Dia merasa memperoleh kepuasan psikologis jika ada orang lain tersinggung atau marah-marah. Sebuah kepuasan psikologis semu dan tidak normal.

8.Merasa bisa dan lebih bisa membuat yang lebih baik
Biasanya bersifat insidensial. Misalnya dia melihat orang memodifikasi motor dari dua roda menjadi tiga roda. Maka tanpa ditanya dia mengatakan dia bisa juga bisa memodifikasi motor. bahkan lebih baik dan sempurna. Kemudian segala teori modifikasi versi dia diceritakan panjang lebar. Padahal kemudian, sampai kapanpun dia tidak pernah membuat motor tiga roda. Dia mencela orang lain dengan gayanya dan caranya seperti itu. Tujuannya supaya dia dianggap serba tahu, lebih tahu dan ingin dianggap hebat.

 9.Suka membanggakan miliknya
Kebetulan dia mampu memiliki barang yang cukup ngetop. Kemana-mana dia selalu membawa barang itu dan jika ada orang lain punya tetapi mereknya lain, maka diapun mencela barang milik orang lain itu. Dengan kalimat yang panjang lebar dia membanggakan barangnya sendiri dan menganggap barang milik orang lain kualitasnya lebih rendah.

10.Ingin merasa lebih superior dari orang lain padahal minder (rendah diri) atau teori kompensasi.
Ada juga Si Pencela tipe ini. Misalnya, kalau dia membaca status Facebook orang lain, selalu atau terlalu sering menyalahkan status atau artikel yang dibuat Facebooker lain. Padahal, dia tidak punya karya apa-apa, apalagi karya yang lebih baik. Komennya bernada mencela, mengolok-olok,merendahkan kemampuan pembuat status, bernada menyalahkan, menyerang atau mencela pembuat status dan kata-kata yang tidak enak dibaca atau menyinggung perasaan. Kalau yang ini termasuk kategori pengidap psikopat.

Nah, jika suatu saat Anda atau karya Anda dicela orang lain, maka Anda sudah tahu jawabannya kenapa dia suka mencela, iri, dan ngomongi kita. Sebaiknya jauhkan orang yang demikian. Jika dia seorang Facebooker, lebih baik diremove atau diblokir saja. Sebab, orang demikian sangat sulit disembuhkan.

Kalau menurut saya, orang yang mencela dan ngomongin saya sekarang, memang sudah termasuk kategori pengidap psikopat, karena berdasarkan pengamatan yang penulis lakukan sejak 1973 terhadap komentar-komentar surat pembaca penulis yang dimuat di berbagai surat kabar dan komentar-komentar artikel-artikel penulis, blog/website dan Facebook, maka bisa ditarik kesimpulan selalu ada dan cukup banyak komentar-komentar yang bernada negatif, baik secara eksplisit maupun implisit. Tentu, komentar merupakan manifestasi daripada pikiran,emosi dan kondisi jiwa komentator. Bahkan mencerminkan tingkat kecerdasan maupun kepribadian seseorang.

Psikopat sebagai kelainan kepribadian memang sulit disembuhkan. Sebab menyangkut emosi kejiwaan maupun kualitas rasio dan format berlogika yang mempengaruhi cara pandang. Karena emosi kejiwaan dan kualitas rasio dan format berlogikanya kurang baik, maka menyebabkan matinya hati nurani. Tidak lagi mampu melihat kenyataan, tidak lagi bisa menerima pendapat orang lain dan akan memperoleh kepuasan psikologis dengan cara menyakiti perasaan orang lain. Untuk menyembuhkan butuh diagnosa yang mendalam, perlu observasi psikologis maupun medis lebih jauh. Butuh waktu relatif lama.

Di kutip dari berbagai sumber, Semoga bermanfaat.

By Indrajied’

Dec 10, 2013

6 Manfaat Menangis untuk Kesehatan

Kelamaan menangis memang bisa membuat mata merah dan bengkak. Namun dibalik itu, menangis atau mengeluarkan air mata ternyata bisa jadi obat mujarab yang berguna bagi kesehatan tubuh dan pikiran. Apa saja?
Dikutip dari Beliefnet, ini dia enam manfaat air mata yang bisa Anda dapatkan setelah menangis atau mengeluarkan air mata.
1. Membantu penglihatan
Air mata ternyata membantu penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat penglihatan menjadi kabur.

2. Membunuh bakteri
Tak perlu obat tetes mata, cukup air mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung cairan yang disebut dengan lisozom yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen bakteri-bakteri yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan tempat-tempat yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.

3. Meningkatkan mood
Seseorang yang menangis bisa menurunkan level depresi dengan menangis, mood seseorang akan terangkat kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24 persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.

4. Mengeluarkan racun
Seorang ahli biokimia, William Frey telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun. Tapi jangan salah, keluarnya air mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan mengeluarkannya lewat air mata.

5. Mengurangi stres
Bagaimana menangis bisa mengurangi stres? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam tubuh yaitu endorphin leucine-enkaphalin dan prolactin. Selain menurunkan level stres, air mata juga membantu melawan penyakit-penyakit yang disebabkan oleh stres seperti tekanan darah tinggi.

6. Melegakan perasaan
Semua orang rasanya merasa demikian. Meskipun Anda didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis biasanya akan muncul perasaan lega. Setelah menangis, sistem limbik, otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa lebih baik dan lega.

Jika suatu hari nanti



Jika suatu hari nanti, kalian semua akan jatuh cinta tanpa dibuat-buat.
Tanpa perasaan posesif kekanak-kanakan atau rasa ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.

Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.
Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati.
Yang membuat kalian menjadi diri kalian sendiri.
Tidak dengan ucapan manis atau perilaku yang berpura-pura.
Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.


Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggungjawabkannya.
Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat.
Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.

Jika suatu waktu nanti akan datang seseorang yang datang dan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan,
Yang akan kalian jadikan prioritas,
Bukan sekedar kalian banggakan di media sosial tapi kalian bohongi di kehidupan nyata.

Jika suatu hari nanti, kalian akan bertemu seseorang yang akan mendengarkan cerita kalian di sisa hidupnya.
Yang akan membuat kalian paham benar apa itu arti kata sayang.
Yang membuat kalian tidak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu, tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

Teruntuk mas paijoku.

Aku Rindu